
"arrgg Kak Renno lagi Kak Renno.. kenapa sih lo, sudah cinta sama dia??" tanya Mila dengan kesal.
"sepertinya.." ucap ku sedikit merendah.
"huff sudah gue duga"
"ya.. hati aku nggak bisa bohong Mil, aku sudah merasa kalau aku tuh suka sama Kak Renno" jelas ku.
"terserah lo deh, gue cuma ngingetin lo aja jangan sampai lo sakit hati hanya karena Kak Renno" ucap Mila.
"baiklah"
Lalu kami berdua pun pergi menuju kelas. Sesampainya di kelas hanya ada seorang perempuan yg entah siapa namanya karena aku memang tak dekat dengannya.
"Mila..." panggil perempuan tersebut lalu memeluk Mila
"lo apaan sih?? lepasin.." ucap Mila berusaha melepas pelukannya.
"Mila.. tolongin gue.." ucap perempuan tersebut sambil menangis.
"lo kenapa?? siapa yg buat lo nangis kayak gini.." ucap Mila kesal.
"Mil.. Bryan Mil, Bryan selingkuh dari gue.." Ucap perempuan tersebut yg masih menangis.
__ADS_1
"APA?? SELINGKUH??" teriak Mila hendak pergi lalu aku sempat untuk mencegah Mila.
"Mila.. apa yg ingin kau lakukan?? jangan gegabah kayak gini, kau harus memikirkan cara lain selain berkelahi" ucap ku.
"nggak bisa Lia, gue pengen tuh brengsek berlutut sama gue, dia sudah nyakitin temen gue, gue juga nggak akan beri dia ampun" ucap Mila lalu pergi begitu saja.
Entah kapan Mila berubah seperti ini, Mila sungguh membela temannya sampai seperti ini. Sebenarnya sih, masih ada cara lain untuk membalas selain berkelahi, itu sama saja menyakiti diri sendiri.
Aku pun langsung menghampiri Mila. Aku tak ingin Mila kenapa-napa, kalau Mila berkelahi aku juga harus berkelahi "siapa nama mu??" tanya ku.
"Clara" jawabnya.
"apa Mila selalu seperti ini??" tanya ku lagi.
Setia kawannya yg membuat Mila hancur. Aku salut dengannya tapi dia harus bisa menjaga dirinya. Ya.. aku berbicara seperti ini karena aku tak biasa mencampuri urusan orang lain demi Mila aku juga harus mencampuri urusan orang lain. Aku akan menganggap urusan Mila adalah urusan ku juga.
Sesampainya disana, aku melihat Mila sudah menghajar 4 orang laki-laki. Jika Mila sendirian, Mila bisa saja babak belur walaupun keempat orang tersebut tidak bisa berkelahi.
Aku ingin membantu tapi tidak ada celah sama sekali. Saat salah seorang membawa kayu untuk memukul Mila, aku pun langsung menendang tangannya hingga kayu tersebut jatuh.
Aku pun mulai untuk membantu Mila menghajar mereka semua. Sampai akhirnya "Lia.. awas" aku tak tau apa yg dikatakan Mila, aku pun berbalik seseorang memukul ku dari belakang dengan kayu.
Bugg suara hantaman yg mengenai kelapa ku, aku merasa sakit di kepala ku dan mata ku mulai blur lalu terjatuh. Aku melihat Mila yg menghampiri ku dengan khawatir.
__ADS_1
...*****...
Aku terbangun dengan rasa sakit di kepala ku "dimana ini??" gumam ku.
"Lia.." panggil seseorang.
Aku pun melihat kearah samping kanan ku yg ternyata Kak Renno "kamu baik-baik saja?? biar Kakak panggilkan dokter" ucap Kak Renno dengan khawatir dan aku hanya bisa memegang tangannya.
"Lia baik-baik saja, tidak usah panggil dokter" ucap ku yg berusaha untuk bangun dari tidur ku.
Kak Renno yg melihat ku langsung membantu ku untuk bangun "masih ada yg sakit??" tanya Kak Renno lalu aku menjawab dengan gelengan kepala.
"Lia.. sudah Kakak bilang jangan berkelahi lagi" lanjut Kak Renno.
"bagaimana bisa Kak Renno tau Lia berkelahi??" tanya ku.
_________________________________________
hai..
ingat untuk like ya..
makasih..
__ADS_1
^~^