Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Kak Renno


__ADS_3

"Ternyata kau, masuklah" ucap laki-laki tersebut.


Mendapatkan izin untuk masuk dari laki-laki itu, aku dan Kakak masuk, aku terkejut melihat seluruh apartement yg begitu besar, apartemen itu terdapat lantai 2 mungkin tempat kamar tidur.


"Lia kesini!!" suruh Kak Lindo.


Aku pun menghampiri Kakak yg sedang duduk di sofa bersama temannya, aku memperhatikan teman kakak yg terlihat cuek dan dingin, ya ampun kakak.. bagaimana bisa kak Lindo menitipkan ku pada laki-laki ini, terlihat perhatian saja tidak, apa aku akan menjadi budak disini atau...


Hah sudahlah.. mengapa aku memikirkan itu, yg harus aku pikirkan itu kakak, yg penting kakak senang itu sudah cukup bukan.


"Lia ini namanya Kak Renno, bersikaplah sopan padanya, jangan manja" ucap Kak Lindo sambil menunjuk ke temannya itu.


"Dia sedikit manja, maklumkan sifatnya itu karena aku sering memanjakannya, maaf aku merepotkan mu" lanjut Kak Lindo yg mengatai ku manja.


"Tidak apa-apa, disini terlalu luas untuk 1 orang, jam berapa kau akan berangkat??" ucap Kak Renno.


Kak Lindo langsung melihat jam yg di tangannya itu "astaga, aku hampir terlambat".

__ADS_1


"Aku akan mengantar mu" ucap Kak Renno.


Aku melihat Kakak yg terburu-buru, apa kakak harus secepat itu pergi keluar negeri, tak bisakah kakak membawa ku juga keluar negeri.


"Lia kenapa masih bengong, ayo ikut" ucap Kak Lindo.


Aku pun mengiyakan Kak Lindo, saat di mobil aku terus memikirkan kakak ku tapi aku tak memperlihatkannya, aku takut kakak tak akan tenang meninggalkan ku otomatis kerja kakak pasti akan terganggu.


"Adik kau sekolah dimana??" tanya Kak Renno.


"Ntahlah, aku belum sempat mendaftarkannya, aku mau dia sekolah yg dekat dengan apartemen saja" jelas Kak Lindo.


"Lia bagaimana?? kau mau kan??" tanya Kak Lindo kepada ku.


"iya yg penting dekat sama apartemen saja kak.." jawab ku.


Aku tak pernah memikirkan dimana akan bersekolah, banyak orang memilih sekolah negeri karena sekolah itu favorit dan bagus, tapi yg terpenting adalah ilmu yg kau dapatkan, ilmu bukan berarti dari sekolah bisa saja dari luar sekolah.

__ADS_1


Aku hanya bersyukur, aku masih bersekolah diluar sana banya anak-anak yg tak sekolah karena hambatan ekonomi dan kurangnya perhatian orang tua, tapi aku tak punya orang yg aku punya hanyalah kakak, kakak masih begitu perhatian pada ku.


Aku tak pernah melihat orang tua ku sejak lahir, tapi aku masih bisa melihat mereka dalam foto yg kakak beri pada ku, kakak bilang kematian orang tua ku berbeda, Ayah meninggal karena kecelakaan menuju rumah sakit, sedangkan Bunda meninggal karena melahirkan ku, mungkin mereka meninggal karena aku.


Di perjalanan menuju bandara begitu hening, tak ada pembicaraan lagi yg keluar dari Kak Lindo atau pun temannya itu, aku hanya bisa melihat ke jendela mobil sambil menahan air mata ku yg hampir jatuh.


Mobil yg melaju sangat cepat karena kakak akan terlambat, aku sempat memohon semoga kakak benar-benar terlambat agar kakak tidak jadi ke luar negeri, tapi aku menepis semuanya, aku tak boleh egois hanya karena kakak akan meninggalkan ku keluar negeri.


Sesampainya di bandara, kakak mengeluarkan barang-barangnya dan pergi begitu buru-buru, aku dan Kak Renno mengikuti kakak dari belakang, Kakak pun berhenti membalikkan badannya mengelus rambut ku.


"Kau anak baik, Kakak tau kau dari tadi bersedih menahan air mata mu, apa yg bisa kakak lakukan itu karena mu, Kakak masih harus berjuang untuk mu, untuk masa depan mu" ucap Kakak.


____________________________________________


haii jangan lupa like ya...


jika ada kesalahan komen dibawah...

__ADS_1


aku mengahargai apa yg kalian lakukan..


terima kasik..


__ADS_2