Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Pasar malam


__ADS_3

Aku pun bersiap untuk pergi ke pasar malam bersama Kak Indra. Sesudah Aku mandi, Aku sibuk memilih pakaian yg akan dipakai. Mending aku jalan-jalan dari pada aku memikirkan Kak Renno yg entah itu benar atau tidak.


Saat ini aku memakai kaos tanpa lengan dengan rok diatas lutut. Selesai bersiap aku pun turun menuju luar apartemen. Terlihat diluar apartemen Kak Indra sudah menunggu ku, aku tersenyum padanya sambil melambaikan tangan dan Kak Indra menjawab ku dengan senyuman.


Sebenarnya Kak Indra itu manis jika tersenyum, dengan berpakaian modis dan bersandar dengan mobilnya membuat Kak Indra terlihat keren "Kak Indra sudah lama nunggunya??" tanya ku.


"tidak" ucapnya.


"ayo naik" lanjut Kak Indra sambil membuka pintu mobil.


"terimakasih" ucap ku lalu naik ke mobilnya.


Kami berdua pun pergi, di pertengahan jalan entah kenapa aku memikirkan tentang Kak Renno yg bersama wanita. Aku sudah berusaha untuk tidak memikirkan Kak Renno karena semakin aku memikirkannya hari ku sakit.


Aku pun beralih melihat laki-laki yg sebelah ku. Kak Indra terlihat cool saat fokus, entah kenapa aku tidak bisa menyukai laki-laki yg disebelah ku ini.


"Lia.." panggil Kak Indra.


"iya Kak" ucap ku gugup.


"dari tadi aku memanggil mu" ucap Kak Indra.


"maaf, kenapa Kak" tanya ku.

__ADS_1


"kenapa kau memandangi ku seperti itu, apa ada sesuatu di wajah ku??" tanya Kak Indra yg ternyata aku ketahuan memandanginya.


"tidak Kak, maaf" ucap ku masih gugup dan Kak Indra hanya tersenyum melihat ku.


"santai saja, jangan grogi seperti itu. ohh ya aku ingin tanya, apa kau tinggal sendiri di apartemen itu??" tanya Kak Indra.


"tidak, Lia tinggal dengan Kakak" jawab ku singkat.


Tak lama kemudian mobil pun berhenti, aku pun turun dari mobil. Ternyata pasar malamnya sangat ramai. Kak Indra yg memegang tangan ku untuk memandu perjalanan agar tidak hilang, banyak wahana dan banyak penjual. Pasar malam tersebut dipenuhi dengan lampu kecil berwarna-warni membuat kesan indah.


"Lia" panggil Kak Indra dan aku oun menoleh ternyata Kak Indra hendak mengambil gambar "senyum" perintahnya lalu aku pun tersenyum sesuai dengan perintahnya.



"Kak Indra bisa kirim ke Lia??" tanya ku.


"baiklah, tapi nanti sebelum itu kita cari tempat makan dulu yuk" ajak Kak Indra.


Kami berdua pun pergi mencari tempat makan, aku terpikat dengan tempat ini yg indah. Selama di Bogor aku tak pernah mendengar tentang tempat seperti ini, apa mungkin karena aku tak pernah diberi keluar rumah oleh Kak Lindo??.


Sampai akhirnya Kak Indra memilih makanan bakso, siapa yg tidak tau bakso. Terakhir kali aku makan bakso itu saat SMP "Lia disini bakso yg paling enak" ucap Kak Indra.


"benarkah??" ucap ku tidak percaya.

__ADS_1


"apa kau suka pedas??" tanya Kak Indra dan aku pun mengangguk.


"bakso mercon 2 ya bang" ucap Kak Indra kepada penjualnya.


"Lia, kau kenal dengan Mila sejak kapan?? sepertinya kalian sangat akrab" tanya Kak Indra.


"Lia dulu 1 SD sama Mila saat di Bogor" jawab ku.


"ohh Bogor"


"Kakak sepertinya bukan asli disini ya" ucap ku asal tebak.


"iya aku bukan asli sini, aku asli Bali" ucap Kak Indra.


"emm bukankah kita seperti sedang kencan" lanjut Kak Indra sedikit gugup.


____________________________________________


hai semua..


ingat untuk like ya..


terimakasih..

__ADS_1


^~^


__ADS_2