Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
menjelaskan


__ADS_3

"nggak, bukan itu maksud Lia" bela ku.


"maafin Lia" ucap ku sambil menundukkan kepala.


"Kakak akan beritahu ke Lindo soal ini" ancam Kak Renno.


"jangan.." teriak ku.


Tuhan tolong Lia, jangan sampai Kak Lindo tau tentang ini "kamu tak pernah menuruti apa perkataan Kakak" ucap Kak Renno.


Aku benar-benar ingin menangis, jika Kak Lindo tau tentang ini, tidak.. aku tak ingin Kak Lindo kecewa pada ku "Lia tau.. Lia salah, Lia minta maaf sudah pulang larut malam, Lia juga minta maaf karena keluar sama cowok, Lia janji nggak akan keluar malam-malam lagi, tapi tolong jangan beritahu Kak Lindo soal ini" ucap ku memelas.


"bukankah Kakak sudah katakan jangan keluar dengan laki-laki apalagi sampai berhubungan" ucap Kak Renno dengan nada tinggi.


"kenapa?? kenapa Lia nggak boleh deket sama cowok sedangkan Kak Renno boleh deket sama cewek lain??" tanya ku sedikit gemetar.


"cewek lain? apa maksud mu??"


Aku pun tertawa hambar mendengar Kak Renno seolah ia tak bersalah "Lia benar-benar seperti orang bodoh ya.. sakit hati karena melihat seseorang berjalan dengan cewek lain bahkan pergi ke hotel" ucap ku sedikit sombong karena kesal dengan orang di depan ku ini.


"sudahlah Kak, Lia lelah. Terserah Kakak ingin beri tau Kak Lindo juga nggak papa, Lia masih bisa beri penjelasan" ucap ku hendak pergi ke kamar tapi ditahan oleh Kak Renno.

__ADS_1


"Lia.. Kakak bisa jelasin" ucapnya.


"jelasin apa lagi Kak?? Lia sudah liat semuanya jadi Kakak nggak perlu jelasin lagi ke Lia" ucap ku lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Kak Renno.


Aku sungguh kesal dengan Kak Renno, bisa-bisanya memasang muka tanpa bersalah seperti itu. Apa aku sudah keterlaluan?? yg buat salahkan aku, kenapa aku yg marah?? dasar Lia...


"Kak Lindo kenapa nggak pernah telpon Lia sih.." gumam ku sambil melihat handphone sampai akhirnya aku tertidur.


...*****...


Keesokan harinya, aku terbangun lebih awal karena mendengar alarm bunyi. Aku sengaja memasang alarm lebih awal karena ingin berangkat ke sekolah lebih awal juga. Setelah bersiap aku pun turun ke bawah sambil melihat situasi takut Kak Renno sudah bangun. Aku masih menghindari Kak Renno, aku saja tak sangka kemarin aku berbicara dengan blak blakan.


Diluar apartemen, aku langsung menghampiri Mila dan langsung berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor milik Mila "sejak kapan kau punya motor??" tanya ku.


"bukankah kau belum punya SIM??" tanya ku lagi.


"heh Lia.. dimana-mana semua orang tanpa SIM juga bisa naik motor atau mobil" jawab Mila.


Benar juga sih kata Mila, anak dibawah umur saja sudah bawa motor, sedangkan aku.. aku tak diberi ijin oleh Kak Lindo buat naik motor, dunia ini sungguh tak adil buat ku.


Sesampainya di sekolah, Mila memarkirkan motornya "Mila.. tunggu" ucap ku menggentikan langkah Mila yg sedang menuju kelas.

__ADS_1


"ada apa??" tanyanya.


"emm kemarin aku ditembak sama Kak Indra" jawab ku.


"apa?? ditembak" teriak Mila.


"trus lo sudah terima??" lanjut Mila bertanya lalu aku menjawab dengan gelengan.


"kenapa lo nggak terima aja? secarakan Indra itu orangnya baik, itu menurut gue ya.."


"ya.. bener sihh, Kak Indra baik tapi aku lagi mikirin Kak Renno" jawab ku.


"arrgg Kak Renno lagi Kak Renno.. kenapa sih lo, sudah cinta sama dia??"


_________________________________________


hai semua..


ingat untuk like ya..


terima kasih..

__ADS_1


^~^


__ADS_2