Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Kantor Kakak Renno


__ADS_3

"Kak Renno nanti kirim foto Lia ya!!" pinta ku.


"Kakak nggak punya kontak mu" ucap Kak Renno.


"ya udah Lia tambah aja" sambil menambahkan kontak di handphone Kak Renno.


"handphone kamera Kak bagus banget, kapan-kapan foto in Lia ya" oceh ku.


"iya"


Makanan yg tadi di pasan sudah datang, aku dan Kak Renno langsung menyantap makanan tersebut. Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu pada Kak Renno, aku takut Kak Renno menolaknya.


"Kak Renno.. Lia boleh bawa temen ke apartemen??" tanya ku sedikit gugup.


"iya boleh tapi saat Kakak nggak ada dirumah" ucap Kak Renno


"ohh ya Kak.. Kakak sebenarnya kerja apa?? kok kayaknya senggang banget" tanya ku penasaran.


"nanti ke kantor Kakak saja, biar kamu tau" ucap Kak Renno.


"ehh nggak usah Kak, Lia kan cuma tanya pekerjaan, nggak perlu harus ajak Lia ketempat kerja Kakak juga"

__ADS_1


"sekalian Lia, Kakak mau ambil berkas yg ketinggalan di kantor, sudah selesai kan makannya" ucap Kak Renno dan aku mengangguk.


Setelah selesai makan, kami berdua pergi menuju kantor Kak Renno untuk mengambil berkas. Sesampainya di parkiran kantor, Kak Renno turun dari mobil sedangkan aku tidak, aku hanya menunggu Kak Renno di mobil tapi Kak Renno tak memberi, perintah Kak Renno adalah ikut masuk ke dalam.


huh Kak Renno seenaknya aja bawa orang lain ke kantor, seperti kantornya sendiri saja. Aku hanya bisa mengikuti Kak Renno dari belakang. Saat memasuki lift, aku melihat Kak Renno yg menekan lantai paling akhir, jabatan Kak Renno cukup tinggi juga ya.


Suasana saat memasuki kantor Kak Renno sangat sepi, ada beberapa orang saja yg berjalan dan memberi hormat pada Kak Renno termasuk juga resepsionis yg memberi hormat pada Kak Renno.


Sebenarnya jabatan Kak Renno itu apa?? menekan lantai paling akhir itu biasanya jabatan paling tinggi bukan?? huh sudahlah jangan dipikirkan. Pintu lift terbuka, banyak orang yg melihat ke arah ku, entahlah aku mendapatkan tatapan seram dari semua karyawan di lantai itu.


Aku hanya bisa menundukkan kepala ku sambil mengikuti Kak Renno. Kak Renno punya ruangan sendiri, ruangannya sangat besar. Biasanya ruangan sebesar ini jabatannya adalah direktur. Aku pun melihat ke arah meja kerja yg bertulisan Direktur Renno Sanjaya.


Aku pun berjalan menuju Kak Renno yg sedang sibuk mencari berkas "jadi kantor ini milik Kak Renno?" tanya ku.


"Lia tak menyangka Kakak punya usaha sendiri, Kak Renno benar-benar hebat" lanjut ku.


Aku melihat ke arah jendela kaca yg besar sambil berjalan menuju kaca tersebut. Pemandangannya lebih indah, seluruh kota terlihat "Kak Renno pinjam handphone dong" pinta ku ingin foto pemandangan tersebut.


Aku pun mulai foto pemandangan. Pemandangan yg indah serta kamera yg jernih akan membuat foto terlihat bagus dan alami.


__ADS_1


Aku benar-benar suka pada pemandangan kota Jakarta, indah banget. Aku mengambil beberapa foto untuk di kirim ke Kak Lindo, mungkin hanya itu yg bisa aku lakukan untuk menyemangati Kakak.


"Lia.. kesinilah!!" perintah Kak Renno.


"kenapa Kak??"


"duduk!!"


"kuliah dimana nanti?" tanya Kak Renno singkat.


"Lia nggak kuliah" jawab ku.


"kenapa??"


"ya.. Lia mau langsung kerja aja, soalnya biaya kuliah mahal"


____________________________________________


maaf ya nggak up..


author lagi sibuk...

__ADS_1


jangan lupa like dan komen..


aku tunggu..


__ADS_2