Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Visual


__ADS_3

Hai teman-teman..


author sudah nyiapin visual.. ya author gk tau ini cocok atau gk.. jadi komen dibawah ya..


RENNO


Renno seorang pemuda berumur 25, tatapan yg dingin tapi wajahnya yg tampan membuat semua irang tergila-gila kepadanya.



APRILIA


Aprilia seorang wanita SMA berumur 16 tahun, Lia sangat cantik dan imut.



LINDO


Lindo seorang laki-laki yg dewasa berumuran sama dengan Renno, Lindo mempunyai tanggung jawab terhadap adik tersayangnya itu.



MILA


Mila seorang wanita yg pemberani, semua masalah ia hadapi sendiri walaupun itu menyakitkan baginya.



Itulah visual yg author cari.. jika menurut kalian tidak cocok komen dibawah ya.. author tunggu:-)


____________________________________________

__ADS_1


"muka mu kenapa merah??" tanya Kak Renno.


Apa benar yg dikatakan Kak Renno?? muka ku benar-benar merah ya?? "mana ada, muka Lia nggak merah kok" ucap ku dengan memalingkan wajah ku.


"emang kamu tau dari mana kalok muka mu nggak merah??"


"hahh sudahlah, Kak Renno kenapa sihh, ini juga ruangannya panas banget sihh" ucap ku sambil mengibaskan tangan.


"Lia mau masuk ke kelas ya Kak" lanjut ku beralasan agar bisa pergi dari Kak Renno.


Kak Renno yg memegang tangan ku "Kakak belum selesai ngomong" ucapnya dingin.


Kata-katanya yg dingin itu membuat aku takut dengan Kak Renno, apa Kak Renno marah?? iss gimana dh kalok Kak Renno marah?? tapi tadi dia bilang nggak bakal ngadu sama Kak Lindo.


"emm kenapa lagi??" ucap ku gugup.


"liat Kakak" ucapnya tegas.


Aku pun melihat wajah Kak Renno yg terlihat marah, ya tuhan bantulah aku. Kak Renno seperti mau makan aku aja, kan jadi takut.


Dengan tiba-tiba Kak Renno menarik tangan ku dan memeluknya, mata ku terbelalak. Apa yg dilakukan Kak Renno?? kenapa Kak Renno memeluk ku. Aku pun berusaha untuk melepaskan pelukannya.


"Kak Renno bisa lepasin nggak, Lia gk bisa nafas" ucap ku dan Kak Renno pun melepaskan pelukannya.


Iya Kak Renno memang melepas pelukannya tapi jangan lagi pegang pipi dong, kan bikin Lia panas lagi kalok kayak gini. Iss jangtung merasa menari di dalam, kayaknya harus ke dokter deh, mungkin perlu nafas buatan.


"Lia.. kakak khawatir" ucap Kak Renno.


Aku heran sama Kak Renno, khawatir tapi dipeluk trus pegang pipi, mungkin saat ini aku terlihat gugup di depan Kak Renno "iss Kakak jangan pipi dong, seharusnya Kakak itu tadi khawatir bukan sekarang, Lia harus balik ke kelas daa Kak" ucap ku hendak meninggalkan Kak Renno.


"ohh ya lupa" ucap ku balik mengarah ke Kak Renno dan mencium pipinya itu "terima kasih sudah bantu Lia" lalu pergi meninggalkan Kak Renno.

__ADS_1


Di jalan menuju kelas, aku tersenyum sendiri membayangkan wajah Kak Renno. Tapi aku terbiasa melakukannya dengan Kak Lindo, aku melakukan itu karena sudah menganggap Kak Renno sebagai Kakak kandung.


Sesampainya di kelas "permisi buk" ucap ku meminta izin.


"ya silahkan duduk"


Sudah mendapatkan izin aku pun duduk, mengambil buku yg akan dipelajari. Aku melihat Mila biasa saja "Mila.. kau tak apa-apa??" tanya ku pada Mila.


"tidak apa-apa, terima kasih sudah bantu aku"


"tak usah terima kasih, aku bersyukur kau tidak apa-apa"


"sebenarnya sih, aku sedikit takut tadi di ruang BK, aku takut dikeluarkan dari sekolah" ucap Mila.


"takut dikeluarkan?? kenapa??" tanya ku.


"ini sudah yg tiga kalinya aku masuk ruang BK, aku bersyukur orang tadi mambantu ku"


"ohh ya yg tadi itu siapa?? apa dia teman Kak Lindo??" tanya Mila kepo.


"iya dia teman Kak Lindo"


"hahh apa kau tidak takut di apa-apain??" ucap Mila


____________________________________________


makasi yg sudah beri like dan komen..


makasi untuk semuanya..


untuk yg baru baca novel ku.. aku mohon beri like dan komen ya.. aku tunggu..

__ADS_1


terima kasih..


^~^


__ADS_2