Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Tampan


__ADS_3

"Kau mencari ku"


"iya, tadi Lia masak tapi kelebihan jadi Kak Renno aja yg makan ya" ucap ku dengan gugup.


Aku melihat wajah Kak Renno yg datar tapi tampan, aku berfikir apa Kak Renno punya pacar pasti beruntung banhet yg jadi pacar Kak Renno. huu aku menggelengkan kepala menepis semua yg aku pikirkan.


Kak Renno hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya lalu pergi turun menuju meja makan. Di meja makan Kak Renno duduk dengan santainya sambil menatap makanan yg aku buat.


"Kak Renno kenapa?? gk suka sama makanannya??" tanya ku takut salah.


"tidak"


Kak Renno selalu saja menjawab dengan singkat, bikin orang penasaran aja. Aku terus melihat Kak Renno yg sedang menyantap makanannya. Sebenarnya jika dilihat terus Kak Renno itu benar-benar tampan melebihi aktris.


"jangan melihat ku seperti itu" ucap Kak Renno bikin aku terkejut dan salah tingkah karena ketahuan memeliriknya diam-diam.


Aku menundukkan kepala ku sambil memainkan makanan ku. Kak Renno terus menatap ku walaupun aku tak melihatnya tapi aku merasa.


"Berapa usia mu??" tanya Kak Renno tiba-tiba.


Setelah mendengar Kak Renno Bertanya aku pun mengangkat kepala ku dan menjawab "16 tahun Kak"

__ADS_1


"Besok aku akan mengantar mu ke sekolah untuk mendaftar" ucap Kak Renno lalu melanjutkan makannya.


Aku heran dengan sikap Kak Renno, sikap Kak Renno sangat bertolak belakang dengan sikap Kak Lindo. Dan di dalam apartemen yg sebesar ini hanya ada 1 orang saja, aku bertanya-tanya kemana keluarga Kak Renno.


"emm Kak Renno, apa Lia boleh mendekor kamar Lia??" tanya ku masih gugup.


"terserah"


Aku seharusnya tau Kak Renno akan menjawab dengan sesingkat itu. Apa bibirnya itu berat atau luka, mungkin moodnya yg sedang jelek kali. Aku mulai berpikir, apa Kak Renno tidak senang aku ada disini.


"huff itu kamar mu jadi terserah kau ingin di apakan" ucap Kak Renno.


"Lia akan berusaha agar tidak merepotkan Kak Renno"


Kak Renno menanggukan kepalanya yg masih menyantap makanannya, lalu Kak Renno berdiri membawa piring kotornya untuk di cuci, aku pun langsung mengambil piring kotor yg di pegang Kak Renno.


"biar Lia aja yg cuci" ucap ku lalu pergi ke dapur untuk mencuci piring-piring kotor.


Saat aku mencuci piring, aku berpikir bagaimana caranya aku membersihkan tempat sebesar ini??? rumah ku yg di Bogor saja tidak sebesar ini. Apartemen ini hanya untuk orang kaya, apa Kak Renno orang yg kaya?? aku tak tau apa pekerjaannya, Kak Lindo tak memberi tau ku.


Apa aku harus bertanya?? tadi Kak Renno bilang jarang pulang jadi.. apa pekerjaan Kak Renno itu di club malam??.

__ADS_1


"gk mungkin"


"kau harus berfikir positif Lia, itu pasti salah"


Setelah selesai mencuci piring aku kembali ke kamar ku, menghembuskan nafas panjang sambil memikirkan keadaan Kak Lindo. Tiba-tiba suara ketukan pintu, aku pun turun dari ranjang untuk membuka pintu.


Siapa lagi kalau bukan Kak Renno, ia membawa 3 pasang pakaian sekolah baru dan hendak memberikannya pada ku "ini pakaian sekolah mu, besok kau harus bangun pagi-pagi" ucap Kak Renno lalu pergi.


____________________________________________


haii..


ingat untuk meninggalkan jejak ya..


aku mohon.. ini pertama kalinya aku membuat cerita jadi mohon bimbingannya ya..


like and komen


Terima kasih


^~^

__ADS_1


__ADS_2