
"bagaimana bisa Kak Renno tau Lia berkelahi??" tanya ku penasaran.
"perempuan tomboi itu yg beri tau Kakak" jawab Kak Renno.
"tomboi?? maksud Kakak Mila??"
"Ya itulah"
Setelah berbincang, keheningan antara kami berdua mungkin karena gugup. Aku pun membuka pertanyaan mengenai perempuan yg di ajak ke hotel oleh Kak Renno itu. Aku penasaran, sebenarnya Kak Renno punya pacar nggak sih?? kalo punya pacar, kenapa Kak Renno nyatain cinta sama aku??
"Kak Renno.. Lia boleh tanya??" ucap ku dengan gugup.
Sebenarnya sih aku takut Kak Renno berbohong dan hanya mempermainkan ku saja. Perasaan ku pada Kak Renno sudah tumbuh, tapi ada sebagian kegelisahan di dalam diri ku.
"emm Kak Renno punya pacar??" tanya ku.
"tidak" jawab Kak Renno dengan singkat.
"trus perempuan yg kemarin itu siapa??" tanya ku lagi.
"kamu kenapa tiba-tiba tanya itu?? bukannya kemarin kamu sudah nggak mau dengar penjelasan Kakak" jawab Kak Renno.
"iss apa salahnya Lia mau denger penjelasannya sekarang, Kak.. tolong jawab yg jujur sama Lia, biar Lia nggak mikir macem-macem sama Kakak" jelas ku.
Setelah aku mengatakan itu, Kak Renno hanya tersenyum pada ku "kamu cemburu sama Kakak??" tanya Kak Renno.
__ADS_1
"cemburu?? ya nggak lah, sudah Lia bilang.. Lia nggak mau salah paham sama Kakak" jawab ku sambil memalingkan wajah.
"begini.. perempuan kemarin itu klien Kakak, kemarin Kakak nggak sendiri, sekretaris Kakak juga ada disana" jelas Kak Renno.
"tapi kenapa harus hotel??" tanya ku lagi.
"karena Kakak mau beli hotel itu, jadi Kakak harus melihat kondisi hotel tersebut" jawab Kak Renno.
"gitu aja??" tanya ku dan Kak Renno hanya menjawab dengan menganggukan kepala.
"ohh ya, Kakak beneran nggak punya pacar??" lanjut ku dengan bertanya.
"tidak, tapi Kakak mau nembak seseorang buat jadi pacar Kakak" jawab Kak Renno.
Ya.. Aku yg mendengar itu hanya bisa kecewa. kenapa nggak dari dulu aku suka sama Kak Renno?? perasaan Kak Renno pasti sudah berubah, ya secara Kak Renno suka sama orang aja cepet banget.
"kamu mau pulang sekarang??"
"iya"
"ya sudah Kakak urus dulu, kamu tunggu sebentar saja" ucap Kak Renno lalu pergi keluar.
Apa yg bisa ku lakukan sekarang?? nggak mungkin aku maksa Kak Renno buat terima cinta aku. Sebelumnya aku aja sudah menolak cinta Kak Renno. Hidup Kak Renno kan mau sama siapa, cinta juga nggak bisa di paksa.
Aku yg melihat handphone ku berada di meja langsung ku ambil dan melihat semua panggilan masuk dari Indra, tapi satu panggilan yg terakhir di jawab. Apa Mila yg jawab?? Nggak tau ahh.
__ADS_1
...*****...
Setelah Kak Renno mengurus semuanya, aku pun pulang bersamanya. Sesampainya dirumah Kak Renno terus memegang tangan ku sampai ke kamar ku "istirahatlah Kakak akan menemani mu sampai tidur" ucap Kak Renno.
Aku pun merebahkan tubuh ku sedangkan Kak Renno duduk disebelah ku sambil bersandar. Sudah lama aku menutup mata tetapi tidak tertidur juga, aku pun berbalik arah menghadap Kak Renno yg sedang seperti menahan kantuk.
"Kakak Renno.." panggil ku dengan membangunkan Kak Renno.
"emm" Jawab Kak Renno sedikit membuka matanya.
"tidur di samping Lia Kak" pinta ku.
"tidak, Kakak mau pindah ke sofa" tolak Kak Renno.
"tidur aja disini, Lia nggak bisa tidur" paksa ku.
"baiklah" ucap Kak Renno lalu merebahkan tubuhnya di samping ku dan kami pun tertidur bersama.
_______________________________________
hai..
maaf ya yg sudah tunggu..
autor lagi sakit jadi nggak bisa buat..
__ADS_1
terimakasih yg sudah tunggu novel autor..
jangan lupa like ya..