Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Pertama kali


__ADS_3

Aku harus cegah ni!! ya jangan sampai Kak Renno dengar aku berkelahi.


"emm Pak mending jangan panggil orang tua, karena orang tua kita pasti sibuk, mending Bapak beri kita hukuman saja" cegah ku.


"heh anak baru, enak aja minta hukuman" ucap mereka.


Aku dari tadi heran dengan Mila yg diam tanpa suara, aku melihatnya seperti sedang menyembunyika sesuatu. Apa yg terjadi dengan Mila?? kepala Mila dari tadi ke bawah aja emang mikirin apa sih??. Disisi lain aku harus cegah Pak guru buat manggil orang tua, trus di samping ku ini diam saja bikin orang penasaran, dan mereka berenam sibuk banget dengan guru.


"DIAM SEMUA, SAYA TETAP AKAN MEMANGGIL ORANG TUA KALIAN" teriak Pak guru.


Tuhkan kena deh, gimana dong?? aku bener-bener bingung, tenang Lia tenang Kak Renno nggak bakalan datang ya Kak Renno nggak akan datang. Aku hanya bisa tenangin diri sendiri sekarang tapi yg Mila gimana??.


"Mila, kau nggak apa-apa??"


"aku nggak apa-apa" jawabnya


"tapi Mil, kau seperti memikirkan sesuatu??"


"aku nggak apa-apa, lo tenang aja" ucapnya.


"nggak pasti ada apa-apa, jangan buat aku khawatir Mil"


Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan "hallo Pak Renno" Pak guru yg berjabat tangan dengan Pak Renno.


Kak Renno.. mata ku terbelalak, ternyata Kak Renno datang. iss gimana nih?? Kak Renno pasti ngadu ke Kak Lindo. Saat ini aku hanya bisa menundukkan kepala ku sambil memikirkan nasib ku.


"Pak Renno cari siapa ya??" tanya guru.

__ADS_1


"saya cari adik saya"


"adik anda siapa Pak??"


"Lia kemari!!" perintah Kak Renno, aku pun maju yg masih menundukkan kepala.


"siapa yg memukul mu??" tanya Kak Renno.


"tidak ada Kak"


"jangan membohongi ku" ucap Kak Renno sedikit marah.


"apa mereka??" lanjut Kak Renno sambil menunjuk ke wanita-wanita itu.


"Pak Herman.. beri mereka hukuman" perinta Kak Renno pada Pak guru.


"siapa Mila??" tanya Kak Renno.


"teman Lia"


Guru pun memberi hukuman pada mereka berenam, sedangkan Mila kembali ke kelas. Di ruangan hanya ada aku dan Kak Renno, pasti kena marah ni. Sekali sentilan mendarat di dahi ku "apa kau bisa berkelahi??" aku mengangkat kepala ku setelah mendengar Kak Renno bertanya.


Aku terdiam mendengar apa yg ditanya Kak Renno bukannya memarahi ku malah bertanya bisa berkelahi "jika kau bisa berkelahi, bagaimana bisa terkena pukulan??"


"Kak Renno tau dari mana kalok Lia berkelahi??"


"dari guru"

__ADS_1


"guru kan belum menelpon Kakak" ucap ku heran.


"ohh ya Kak, janga beri tau Kak Lindo ya" lanjut ku.


"kenapa??"


"ya pokoknya jangan sampai tau Kak Lindo kalok Lia berkelahi, ya Kak Renno.. Lia mohon.." ucap ku memohon pada Kak Renno sambil menyatukan kedua tangan.


"baiklah, tapi kau harus mengobati luka mu ini" ucap Kak Renno dengan tangannya yg memegang kedua pipi ku.


Entah aku merasa panas di pegang seperti itu, wajah Kak Renno sangat dekat dengan wajah ku. Jantung ku juga merasa tidak nyaman, apa yg terjadi dengan ku?? aku gugup sekali. Ini pertama kalinya pipi ku dipegang oleh laki-laki selain Kak Lindo.


Aku yg melihat Kak Renno seperti sedang menahan tawanya, aku langsung menepis tangannya itu "muka mu kenapa merah??" tanya Kak Renno.


____________________________________________


hai semua..


jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya..


like dan komen..


aku tunggu..


terima kasih..


^~^

__ADS_1


__ADS_2