
Hari ini Xavera tidak masuk ke sekolah karena tidak memiliki rok lain selain rok yang selama ini dipakainya. Karena dua rok cadangan nya yang lain sudah dirusak oleh Tania yang sengaja merobeknya paksa diawal-awal masuk SMA Mutiara Cinta. Dan kini ia pun begitu kebingungan mencari cara agar bisa membeli rok yang baru.
Di jam istirahat seperti biasanya Kai langsung menuju perpustakaan. Namun kali ini tujuan nya tidak hanya untuk menenangkan diri dengan membaca buku, tapi ingin juga menemui seseorang yang tak lain ialah Xavera.
"Dimana dia? Kenapa masih belum datang juga ke sini." Gumam Kai dalam hatinya setelah menunggu beberapa menit. Memperhatikan pintu masuk perpustakaan.
Deg,
"Apa jangan-jangan, teman-temannya kembali menjahili Dia." Batin Kai bergegas keluar dari ruang perpustakaan menuju dimana kelas Xavera berada.
"Ada apa Kak? Mau bertemu Xavera ya?" Tanya Fina setelah melihat Kaisar berdiri di ambang pintu kelas.
"Hem. Dimana dia?"
"Dia tidak masuk hari ini."
"Kenapa?"
"Tidak tahu dan tidak mau tahu. Pokoknya jangan dicari, Kak. Tidak penting hanya membuang-buang waktu." Ucap Fina dengan entengnya berlalu keluar kelas melewati Kaisar.
"Tidak ada gunanya jika aku bertanya pada yang lainnya. Kasihan Xavera, dia harus menghadapi semua teman-teman nya yang gila." Batin Kaisar jengah melihat suasana kelas penuh pencitraan.
Sepulang sekolah, Kai langsung bergegas menuju rumah Xavera. Sesampainya di sana, Kai melihat Xavera tengah duduk di halaman depan sembari melamun. Sampai-sampai dia tidak menyadari kedatangan Kaisar yang sudah ada di depannya.
"Sedang memikirkan apa sampai mengabaikan ku?" Ucap Kai membuyarkan lamunan Xavera.
"Kak Kaisar? Sejak kapan Kakak ada di sini." Ucapnya membulatkan mata tidak percaya.
__ADS_1
"Sejak kemarin." Jawabnya santai seperti biasa dengan ekspresi datarnya.
"Ish, mana mungkin." Balas Xavera sembari memanyunkan bibirnya kesal mendengar jawaban asal Kaisar.
"Kenapa tidak ke sekolah hari ini?" Tanya Kai yang tak sabar ingin mendengar jawabannya.
Xavera terdiam sejenak, bingung untuk menjelaskan. Karena tidak mungkin ia akan mengatakan kalau dirinya tidak memiliki rok sekolah lagi.
"Tidak apa-apa. Hanya ingin saja." Jawabnya berusaha terlihat biasa saja.
"Bukan karena masalah kemarin."
Xavera menggelengkan kepalanya cepat, "Aku hanya ingin istirahat. Seperti kata Kakak kemarin. Aku harus tidur dan istirahat." Ucapnya dengan senyum dipaksakan.
"Tapi tidak sampai bolos sekolah juga."
"Jangan dibiasakan. Itu tidak baik untuk ke depannya jika kamu terus mengulang kesalahan yang sama."
"Iya, maaf ya Kak. Apa Kakak bisa pergi sekarang juga. Aku ingin masuk ke dalam." Ucap Xavera tak ingin berlama-lama meladeni Kaisar.
"Kamu mengusirku? Tidak ingin menawariku masuk?"
"Aku tidak mengusir Kakak. Hanya saja aku tidak mungkin menawarkan Kakak untuk masuk ke dalam sementara tidak ada siapa-siapa di sana selain hanya aku."
"Ohh.. Kedua orang tuamu bekerja?"
"Aku sudah kehilangan Ayah." Ucap Xavera tersenyum tipis. Namun Kai merasa bersalah mengatakan nya.
__ADS_1
"Maaf. Aku tidak tahu."
"Tidak apa-apa. Aku masih punya Ibu. Tapi Ibu tidak bekerja. Ibu sedang dirawat di rumah sakit."
"Ibumu dirawat? Sakit apa?" Tanya Kai sangat ingin tahu.
"Do'akan saja semoga lekas membaik. Aku masuk ke dalam ya, Kak."
"Tunggu dulu!"
Xavera pun menatap Kaisar. "Ada apalagi, Kak. Maaf aku tidak bisa berlama-lama. Ada yang harus aku kerjakan."
"Apa itu? Tugas sekolah?"
Xavera menggelengkan kepalanya cepat, "Pekerjaan rumah. Apa ada yang ingin Kakak katakan lagi."
"Sepertinya kamu tidak suka melihatku ada di sini."
"Syukurlah Kakak mengerti. Aku masuk ya." Mendengar jawaban santai tanpa beban yang keluar dari mulut Xavera tentu membuat Kai tidak menyangka nya.
"Tidak bisakah kamu ramah sedikit saja padaku." Ucap Kai dengan tatapan dingin.
"Aku sudah terbiasa sendiri. Rasanya aneh saja ketika ada yang mengajakku berbicara banyak seperti ini."
"Jangan berkata begitu. Bukankah masih ada Ibumu."
"Ibu koma sejak 3 bulan yang lalu."
__ADS_1
Deg, lagi-lagi Kai dibuat terkejut dengan perkataan Xavera.