
Sudah hampir setengah jam Kai menunggu kedatangan Xavera di perpustakaan, namun sampai detik ini juga Xavera tak kunjung menampakkan diri di ruang perpustakaan.
"Oh jadi ini mau mu. Aku akan ke sana sekarang juga." Batin Kai beranjak dari tempat duduknya untuk kemudian keluar dari ruang perpustakaan menuju kelas Xavera.
Di tengah perjalanan nya menuju kelas Xavera, Kai akan melewati kelas-kelas lain termasuk kelas tiga B.
Disaat Kai akan melewati ruang kelas tiga B dimana Xavera berada, kedua teman yang tengah menemani Aldi pun langsung berlari lebih dulu mendekati Kaisar. Kedua teman dekat Aldi itu bernama Bagas dan juga Riki.
Kai menatap bingung ke arah Bagas dan juga Riki yang ada di depan kelas tiga B lalu tergesa-gesa menghampiri nya.
"Hai, Kai." Bagas.
"Iya, Hai Kaisar. Sudah selesai baca bukunya?" Tanya Riki berbasa-basi.
"Hem.. Aku mau lewat."
"Mau kemana?" Bagas menyenggol lengan Riki dan memberi kode pada temannya itu untuk jangan banyak bertanya lagi pada Kaisar.
"Apa sih. Orang cuma nanya begitu masa tidak boleh." Ucap Riki tak terima.
Kai hendak pergi, namun langkahnya tertahan oleh Bagas. "Xavera ada di dalam kelas ini." Ucapnya menunjuk ke arah samping kelas tiga B.
Kai mengerutkan keningnya bingung, "Untuk apa dia di sana."
"Entahlah, yang jelas Aldi ada bersamanya saat ini."
"Apa? Aldi?"
Bagas dan juga Riki pun menganggukkan kepala mereka bersamaan.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Kaisar masuk ke dalam kelas tersebut dan melihat ketegangan memang tengah terjadi di sana.
"Kaisar?" Ucap Xavera membulatkan matanya terkejut. "Kenapa dia sudah ada di sini. Apa dia sedang mencariku." Gumam Xavera dalam hati.
"Ada apa ini?"
Tania begitu kesal melihat Xavera yang dilindungi oleh Kakak kelasnya seperti Kaisar dan juga Aldi membuatnya tak bisa berkutik lagi.
"Tidak ada apa-apa, Kak. Kita hanya sedang bermain-main bukan?" Ucapnya menatap ke arah Xavera dan memintanya untuk mengatakan iya lewat lirikan mata.
"Maksudmu bermain-main dengan meminta dan memaksa Kak Farhan untuk mencium Xavera atau sebaliknya, begitu?" Timpal Aldi geram dengan kebohongan Tania.
Deg,
"Apa maksudmu, Kak. Aku tadi hanya bercanda, kok. Iya kan Xavera?"
"Lagi-lagi Kak Kaisar melindunginya, Tan." Ucap Baby.
"Kurang ajar! Kenapa dia selalu beruntung dan membuatku kesal!!" Ucap Tania menggerutu dalam hati.
"Luar biasa. Sejak kapan mereka dekat? Ternyata selera seorang Kaisar serendah itu." Ucap Farhan tertawa meledek bersama teman-temannya.
"Apa kalian semua tidak bisa diam?!" Ucap Tania begitu panas mendengar nya.
"Kenapa kita harus diam? Ini jelas kelas kami. Kamu yang seharusnya tahu diri untuk pergi." Timpal teman Farhan.
"Memang aku ingin pergi sekarang juga. Kak Farhan tidak berguna untukku. Dia tidak bisa diajak kerjasama!" Ucap Tania langsung melangkahkan kakinya dengan Baby yang mengikuti dari belakang.
"Xavera!" Ucap Kaisar dengan penuh penekan memanggil Xavera. Xavera yang mendengar hal itu pun langsung bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ada apa, Kak?" Tanya Xavera pura-pura tidak mengerti.
"Ada apa kamu bilang?"
"Iya. Ada apa, Kak? Bukankah aku tidak berjanji mencicilnya dimulai dari hari ini juga?" Ucap Xavera sengaja mengaitkan nya dengan masalah rok seragam.
"Kamu tahu betul aku tidak sedang membahas itu."
"Lalu bahas apa dong, Kak? Aku sungguh tidak mengerti. Tapi sebaiknya Kakak jelaskan nanti saja ya. Saat ini aku sedang tidak ingin mendengar cerita apapun." Ucap Xavera merasa lelah dengan hidupnya sendiri setiap hari.
"Apa kamu jadi melakukan nya?"
"Melakukan apa, Kak?" Tanya Xavera tak mengerti.
"Laki-laki itu. Apa dia melakukannya?"
"Hah? Laki-laki siapa dan melakukan apa?" Tanya Xavera semakin tidak mengerti arah pembicaraan Kaisar.
"Apa dia menciummu." Ucap Kai tanpa melepaskan tatapan matanya dari Xavera.
"Mencium?" Ucap Xavera berpikir sejenak untuk kemudian mengerti arah pembicaraan Kaisar. "Ohhhh.. Aku mengerti sekarang. Maksud Kakak Kak Farhan. Kak Farhan menciumku, begitu?"
"Iya?"
Xavera menggelengkan kepalanya membuat tenang hati Kaisar, "Kenapa aku bahagia mendengarnya." Batin Kaisar bingung.
"Itu tidak benar. Karena yang benar itu justru aku yang menciumnya." Ucap Xavera berusaha menahan tawanya.
"Apa?" Kai membulatkan matanya tidak percaya. Ia juga tidak bisa menutupi kekesalannya dan benar-benar dibuat terkejut oleh pengakuan Xavera.
__ADS_1