
Melihat bagaimana Tania terus saja mengusik ketenangan Xavera membuat seluruh teman-teman nya bingung mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Tania begitu membenci Xavera.
"Aku minta kamu belikan makanan kesukaanku dan Baby sekarang juga." Ucap Tania setelah menggebrak keras meja Xavera, lalu melemparkan uang miliknya tepat mengenai wajah Xavera yang tengah menatap Tania dengan ekspresi datarnya.
"Tania.. Apa harus dilempar begitu?" Bisik Baby tak percaya Tania melakukan niatnya.
"Tidak bisakah kamu diam saja dan tunggu makan siang kita dari orang ini." Ucapnya menunjuk wajah Xavera.
Tania yang kesal melihat ekspresi diam Xavera sontak menarik kasar tangan Xavera untuk segera beranjak dari tempat duduknya.
"Apa kamu tidak bisa bersabar?" Ucap Xavera dengan nada suaranya yang normal.
"Tidak bisa!" Jawab Tania penuh emosi. Mendorong kasar tubuh Xavera untuk berjalan ke arah pintu ruang kelas. Teman-teman sekelasnya yang masih ada di dalam kelas pun saling menatap satu sama lain. Tak menyangka Tania akan bersikap kasar begitu secara terang-terangan. "Tunggu apalagi? Cepat lakukan perintahku!"
"Baiklah. Aku akan membelinya." Ucap Xavera melangkahkan kakinya keluar kelas menuju kantin sekolah.
Apa yang dilakukan Xavera ini tak luput dari perhatian teman-teman sekelasnya yang langsung gencar memaki kebodohan Xavera, yang mau maunya diperintah oleh Tania dengan kasar. Karena jika hal itu terjadi pada mereka, tentu saja mereka tidak akan Sudi melayaninya.
"Mungkin ini lebih baik daripada aku harus menemui Kak Kaisar." Batin Xavera ditengah langkahnya menyusuri koridor sekolah.
__ADS_1
Sementara Kaisar yang kini tengah berada di ruang perpustakaan menunggu kedatangan Xavera sedang mencari beberapa buku pelajaran yang cocok untuk nya pergunakan ketika nanti mengajari Xavera.
"Kenapa dia lama sekali. Apa mungkin dia memang memilih untuk tidak menemuiku lagi." Batin Kaisar disela-sela dirinya memilih buku di beberapa rak.
Setelah membeli makanan kesukaan Tania dan Baby, Xavera langsung bergegas menuju kelas untuk memberikan nya. Namun sesampainya di sana, Xavera tidak melihat keberadaan Tania maupun Baby.
"Dimana mereka?" Gumamnya dalam hati.
"Tania dan juga Baby ada di kelas tiga. Kamu diperintah untuk mengantarkan nya ke sana." Ucap Hana yang hari ini memilih untuk istirahat dengan berdiam diri di kelas. Menolak makan siang dengan alasan tengah menjalankan diet.
"Apa? Kenapa mereka pergi ke sana?"
"Kenapa dia harus marah padaku. Aku kan sudah dengan sukarela mengikuti perintahnya sampai harus mencari nya juga seperti ini." Ucapnya menghela nafas, "Ah, dunia memang selalu saja tidak adil untukku."
Di tengah perjalanan, Xavera bertemu dengan seorang siswa laki-laki yang tak lain ialah Aldi dan kedua temannya yang lain. Sengaja menghadang langkah Xavera untuk menanyakan sesuatu.
"Benar dia orangnya." Bisik Aldi pada teman di samping kirinya.
"Iya, memang itu dia yang namanya Xavera. Apa kamu tidak membaca bet nama yang ada di saku seragamnya." Timpal temannya sedikit nyolot.
__ADS_1
"Aku membacanya. Tapi nadamu bisa biasa saja tidak!" Balas Aldi tak kalah nyolot.
"Hehe.. Iya sorry brother." Ucapnya sembari menepuk pundak Aldi perlahan.
"Ini sebenarnya kalian siapa, dan kenapa tiba-tiba menghalangi jalanku seperti ini?" Ucap Xavera tak mengerti mengapa ketiga siswa di depannya malah berbisik-bisik setelah menyuruhnya berhenti.
Aldi tersenyum tipis sebelum akhirnya berbicara, "Apa iya kamu sedang dekat dengan Kaisar?" Tanyanya to the poin.
"Aku hanya mengenal nya. Untuk masalah dekat atau tidak, kalian tanyakan saja sendiri pada orangnya." Ucapnya terburu-buru untuk pergi. Namun lagi-lagi langkahnya tertahan.
"Aku ingin berbincang dengan mu sebentar. Tapi sepertinya kamu terlihat sedang terburu-buru. Lain kali bisa, kan? Eumm.. besok misalnya." Ucap Aldi dengan senyuman tipisnya lagi.
"Kalau apa yang mau kamu bicarakan itu tentang Kaisar. Sepertinya tidak ada yang perlu dibahas. Karena aku tidak punya hubungan apapun sama dia. Bahkan berteman pun rasanya tidak." Ucap Xavera menyimpulkan sendiri bagaimana sikap Kaisar selama ini yang memang seperti hanya sekedar mengasihaninya.
"Bagaimana kalau kita berteman saja. Aku dan kamu?" Ucap Aldi hingga membuat kedua teman di sampingnya membulatkan mata mereka tidak percaya dengan perkataan yang terlontar begitu saja dari mulut Aldi yang sebelumnya begitu mengasihani Kaisar karena berteman dengan orang bodoh seperti Xavera.
"Maaf. Aku sedang ada keperluan di kelas lain. Jadi bisakah memberiku jalan? Aku tidak punya banyak waktu." Ucap Xavera gelisah karena takut Tania dan juga Baby lama menunggu hingga berimbas lagi pada emosi Tania yang kembali melonjak karenanya.
"Oke, baiklah. Kalau boleh aku tahu kamu mau ke kelas mana. Karena kelas mu arahnya ke sana, kan?" Ucap Aldi menunjuk arah jalan di belakang punggung Xavera. Aldi tengah berpikir jika Xavera diam-diam akan menemui Kaisar di perpustakaan.
__ADS_1
"Aku mau ke kelas tiga B. Selesai bukan? Aku pergi." Ucap Xavera langsung melangkahkan kakinya cepat menuju kelas yang dimaksud. Meninggalkan Aldi yang tengah bertanya-tanya sendiri dalam hati tentang siapa yang akan ditemui Xavera.