Cinta Bersemi Di Perpustakaan

Cinta Bersemi Di Perpustakaan
Episode 13 Keberanian


__ADS_3

Kai pun akhirnya memutuskan untuk pulang dari pada harus memaksakan diri ditengah Xavera yang terlihat sedang tidak ingin diganggu.


Tepat setengah jam setelah kepergian Kaisar, Tania dan juga Baby datang ke rumah Xavera.


"Ada keperluan apa kalian ke sini?"


"Biasa saja dong pertanyaan nya. Kelihatan banget tidak sukanya." Ucap Baby menatap sinis Xavera.


"Jangan berani mengatakan hal itu lagi, atau aku--"


"Atau apa?" Sela Xavera menatap dingin Tania.


"Oh jadi sekarang sudah mulai berani. Iya?!" Tania yang tidak terima ditatap begitu oke Xavera mulai panas, balik menatap tajam.


"Aku tanya sekali lagi ada keperluan apa kalian ke sini. Karena kalau tidak ada sebaiknya kalian berdua pergi dari sini sekarang juga"


Tania semakin panas dibuatnya. Ia tidak menyangka Xavera akan mulai seberani ini melawan dan menatap nya. Dengan penuh emosi, Tania melemparkan rok seragam abu-abu yang dibelinya tepat mengenai tubuh Xavera.


"Sebenarnya aku tidak sudi membelikan mu itu. Tapi berhubung aku butuh kamu ada di sekolah untuk memuaskan hatiku membuatmu menderita, aku harus berkorban lebih dulu dengan membelinya. Sialan memang!"


"Aku sudah muak dengan tingkah tidak tahu dirimu itu. Jadi aku katakan sekali lagi. Keluar dan ambil saja rok ini aku tidak sudi menerima nya!" Xavera membalas Tania melempar balik dengan tenaga yang lebih kasar.


"Kurang ajar! Beraninya kamu--" Tania hendak melayangkan pukulan di wajah Xavera. Namun dengan sigap Xavera menahan nya.


"Kalau sampai Ibuku kenapa-kenapa. Aku tuntut kamu ke penjara." Ucap Xavera menatap tajam Tania.


"Apa? Gila kamu ya. Tidak tahu diri! Papahku sudah berkorban mendanai pengobatan Ibumu apa ini balasan nya?!"


"Cukup!" Xavera mengeratkan cengkraman nya hingga membuat Tania mengaduh lirih kesakitan. "Aku katakan sekali cukup! Kalau sampai Ibuku kenapa-kenapa, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan mu." Ucap Xavera menghempaskan lengan Tania kasar.


"Arrgghh. AW!" Tania menjerit kesakitan. Tenaga Xavera benar-benar diluar dugaannya. "Kamu benar-benar sudah gila! Tidak tahu diri. Tidak tahu terima kasih. Kenapa bukan kamu saja yang koma lalu meningggal!" Teriak Tania penuh emosi sampai mengacak rambutnya sendiri frustasi.


Setetes air mata jatuh di salah satu pelupuk mata Xavera. Hatinya benar-benar lelah. Lelah berjuang dan memendam semuanya sendirian.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Xavera memilih untuk mendorong kasar Tania dan juga Baby untuk segera keluar dari rumahnya. Ia benar-benar muak dan ingin mengurung diri di dalam rumah sendirian.

__ADS_1


Setelah melihat Tania dan juga Baby berhasil didorongnya hingga keluar, ia pun tak lupa melemparkan rok seragam yang baru saja dibeli oleh Tania.


"Kamu benar-benar keterlaluan! Aku akan membalas perlakuanmu ini seribu kali lipat! Ingat itu, Xavera sialan!" Teriak Tania membabi-buta sampai membuat tetangga Xavera berkerumun untuk melihatnya.


Baby yang sedari tadi tercengang sendiri melihat keberanian Xavera mulai tersadar saat melihat kerumunan orang-orang tengah memperhatikan nya dan Tania.


"Sudah, Tan. Malu dilihat banyak orang."


"Diam kamu!" Ucap Tania masih dengan emosi nya yang menggebu-gebu. Baru tersadarkan setelah melihat sekitar kalau saat ini dirinya tengah menjadi pusat perhatian. "Kenapa tidak mengatakan nya sedari tadi."


"Aku juga baru menyadarinya."


"Halah, alasan!"


"Memang begitu, kok." Baby sebenarnya merasa jengah dengan tingkah Tania. Namun ia harus bersabar menghadapi nya demi popularitas di sekolah.


• • •


Keesokan harinya Xavera masih absen untuk tidak pergi ke sekolah karena alasan rok seragam nya yang rusak.


"Hei guys, kalian semua tahu berita tentang Xavera tidak?" Ucap seorang siswa perempuan dari kelas tiga yang tengah berkumpul di depan kelas mereka dengan tiga temannya yang lain.


"Dari fisiknya sih normal kayak kita. Cuma karena IQ nya saja yang rendah. Masa dia mencetak rekor nilai nol terbanyak di sekolah ini."


"Apa? Serius? Se-bodoh itu dia."


"Biasa saja santai, jangan sampai melotot begitu."


"Iya gimana tidak melotot mata ini mendengar ada siswa yang belajar tapi tidak mendapatkan nilai. Nol sama dengan tidak ada harganya, kan?"


"Iya minimal dapat satu lah. Ini nol sudah keterlaluan bodoh nya. Aku yakin sih dia tidak akan naik kelas."


"Oke-oke terserah kalian mau bicara apa. Karena yang mau aku bahas sekarang itu arahnya bukan ke situ."


"Memangnya kemana? Ada berita heboh apalagi tentang dia?"

__ADS_1


"Eh tapi sayang tahu. Xavera wajahnya lumayan cantik loh. Lebih cantik dari kita-kita." Ucapnya sembari menahan tawa.


"Percuma kalau bodoh. Malah jadi bahan bully-an."


"Iya sayang banget kan jadinya."


"Kalian jadi tidak mendengarkan berita yang aku bawa?"


"Jadi dong.."


"Jadilah..."


"Ayo buruan cerita..."


"Si Xavera sudah dua hari ini tidak masuk ke sekolah. Dan kalian tahu kenapa?" Ketiga temannya kompak menggelengkan kepala.


"Rok nya yang rusak kemarin itu ternyata rok satu-satunya yang dia punya. Yang secara otomatis dia tidak punya lagi rok yang bisa dipakainya untuk ke sekolah."


"Aku kira berita apa. Jangan diambil pusing, beli aja lagi apa susahnya."


"Itu dia. Si Xavera tidak punya uang untuk membelinya, makanya dia tidak masuk ke sekolah."


"Haduh sampai tidak kebeli begitu. Kasihan banget Xavera."


"Ini maksudnya kamu cerita begitu mau bantu Xavera. Beli rok seragam nya?"


"Iya tidaklah. Aku tidak mungkin memberikan sesuatu cuma-cuma. Saling nyapa juga tidak pernah."


"Salah satu diantara kita ada yang mau bantu."


"Malas banget. Aku juga punya banyak kebutuhan. Tidak ada waktu untuk membantu orang lain. Kamu kali ya yang mau bantu."


"Jelas saja."


"Wah aku tidak menyangka ternyata kamu--"

__ADS_1


"Ini belum selesai. Maksudnya itu jelas tidak mau, lebih baik aku beli makanan kan daripada dikasih ke orang yang tidak begitu kita kenal."


Ketiganya pun tertawa lepas seolah penderitaan Xavera adalah sesuatu hal yang sangat lucu. Namun tanpa mereka sadari seseorang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka. Seseorang itu ialah Kaisar.


__ADS_2