Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Episode 1


__ADS_3

" Sayang benar kamu ingin melanjutkan kuliah di Luar Negri ?."


" Iya mah ,"


" Apa tidak bisa melanjutkan di sini saja sayang ?, mamah tidak bisa jauh dari kamu ,," Diana masih mencoba untuk membujuk anak gadis nya .


" iiih mamah lebay deh , zaman sekarang tuh sudah canggih mah , mamah bisa melihat wajah cantik anak mamah ini kapan saja mamah mau ." Cecil memeluk ibunya dari belakang sambil menciumi pipi mulus Diana .


" Nanti rumah ini pasti sepi tanpa ada nya kamu !."


" Mamah bisa kok telefon aku setiap pagi , dan aku bakal nyanyi buat mamah sama papah !!."


" Kamu pikir waktu kita sama ?."


" Tidak masalah demi mamah ku yang cantik ,bahkan tengah malam sekalipun aku akan bernyanyi untuk mamah ." Ucap Cecil dengan wajah ceria nya seperti biasa.


" Kamu tuh ya ." Diana menarik Cecil dalam pelukan nya , Diana masih belum percaya gadis kecilnya yang manja kini sudah beranjak dewasa bahkan akan tinggal jauh darinya dalam waktu lama, ya walaupun bagi seorang Sandy bisa kapan pun pergi ke Luar Negri namun mereka adalah orang sibuk . Dan Diana kini sudah memiliki usaha di bidang fesyen untuk mencari kesibukan .


" Kapan kamu akan berpamitan dengan bunda Intan ?."


" Nanti saja mah kalau sudah mau berangkat !."


" Jangan seperti itu sayang , nanti bunda pasti kaget jangan terlalu mendadak ."


" Trus kapan dong mah ?."


" Kalau nanti malam saja bagaimana ?, kemarin bunda bilang kalau mau masak kesukaan mu , .!" Ucap Diana sambil mengelus rambut putrinya.


" Asyik,,,masakan bunda enak loh mah !." Cecil sangat menyukai Udang asam manis buatan Intan.


" Oh iya apa kamu sudah berpamitan dengan abang Arka, dan Arga ?."


" Emang abang Arka orang tua aku ,pake pamitan segala !." Masih ada rasa kesal dalam hati Cecil atas sikap Arka padanya .


" Jangan begitu sayang , Abang Arka itu menyayangi mu seperti adiknya sendiri !.'


" Abang Arka bahkan tak pernah tersenyum padaku ,, selalu saja meledek anak manja , padahal aku sudah besar !." Ucap Cecil sambil cemberut .


Diana hanya tersenyum saja , ia tau betul bagaimana sikap Arka pada Putrinya , dan betapa panik nya Arka saat Cecil belum pulang sekolah hingga malam, Terlihat begitu khawatir saat Cecil sakit , Namun sifatnya memang seperti terlihat dingin dan kaku ,jarang bicara bahkan jarang sekali tersenyum pada orang lain selain keluarganya .


Hari ini Diana menemani Cecil mengurus perlengkapan berkas berkas yang di perlukan di sana ,,


***


" Arka , Arga , ayo sarapan dulu nak !." Intan menata makanan di atas meja , ia memasak semua makanan sendiri untuk keluarga nya , walaupun memiliki beberapa asisten rumah tangga namun untuk soal memasak Intan selalu memasaknya sendiri , Karena Rafa dan anak anak nya menyukai masakannya, dan tak berselera jika bukan Intan yang memaksanya.


" Pagi sayang , " Rafa mengecup pipi Istrinya ,


" Pagi mas ,!.'


" Anak anak belum turun ?."


" Sebentar aku lihat dulu ,"


" Biarkan saja sayang , nanti juga turun ,duduk lah ."


Intan pun duduk di samping Rafa.


" Oh iya mas , apa Ka sandy sudah cerita kalau Cecil akan berkuliah di Luar Negri ?.'


" Sudah ."


" Aah,,,aku pasti akan sangat kesepian kalau anak itu tidak di sini ."

__ADS_1


Rafa hanya manggut manggut membenarkan ucapan Intan, Cecil memang selalu membuat Intan tertawa dengan tingkah lucu nya , di bandingkan dengan kedua anak laki laki nya yang pendiam dan kaku hanya sedikit bicara , Namun sifat Arga tak sekaku Arka . Sang adik masih memiliki sedikit sifat jenaka dan kadang nyambung jika mengobrol dengan Cecil , karena memang seumuran,


Cecil dan Arka hanya terpaut 3 tahun ,Arka kini tengah belajar berbisnis dengan sang Ayah setelah menyelesaikan kuliahnya , Saat sudah mahir kelak Arka akan memegang perusahan sendiri yang di berikan oleh kakek nya , begitupun dengan Arga .


Arga dan Arka turun bersamaan , Arka dengan stelan jas ,rambut tertata rapi wajah bersih terlihat sangat gagah dan tampan, sedangkan Arga hanya menggunakan kaos putih dan celana levis dan tas ransel yg bertengger di pundaknya , karena Arga baru saja memasuki bangku perkuliahan sama dengan Cecil.


Mereka pun sarapan bersama .


" Bun ,nanti Arga pulang telat ya ?."


" Mau ke mana Nak ?."


" Arga mau menemani Cecil mencari keperluan buat di bawa nya nanti ."


" Baiklah, jangan pulang terlalu malam , ."


" Iya bun."


Arka hanya mendengarkan saja , walaupun dalam hati ingin bertanya .


" Nanti saat pulang ajak Cecil ke sini yah , bunda mau memasak makanan kesukaan Cecil , Sudah beberapa hari si mungil itu tidak main ke sini, bunda kangen ."


Arga manggut manggut, lalu berpamitan pada kedua orang tuanya , sedangkan Arka masih duduk sambil menunggu ayahnya selesai .


" Arka ,nanti kalau bisa pulang cepat ya ?."


" Ada apa bun ?."


" Nanti kita mau makan malam bersama !."


" Hmmm,,," Hanya itu yang keluar dari mulut Arka


***


" Bundaaa,,, aku sudah lapar nih,,, Abang Arka ngapain sih di kamar lama banget ."


Cecil merengek pada Intan , dan itu sudah biasa ,jadi baik Sandy maupun Diana sudah biasa melihat anaknya manja dengan Intan.


" Kamu susul saja , kalau perlu dobrak pintunya !." Tutur Rafa


" Nanti kalau pintu nya rusak gimana yah ?."


" Nanti ayah ganti pintunya !."


" Oke baik ayah ,,,aku minum dulu biar kuat !." Cecil menenggak jus jeruk yang ada di hadapan nya , berlalu dengan langkah kaki seperti pasukan baris berbaris sambil menaiki tangga menuju kamar Arka, membuat Sandy menggeleng gelengkan kepala nya .


" tokk ,tokk, tokk, Abang Arka , ayo makan ,aku sudah lapar nih !." Cecil mengetuk pintu kamar Arka dengan keras.


" Abaaaang, ayo keluar , nanti aku dobrak nih !!!." Cecil kesal karena belum juga ada sahutan dari dalam kamar.


Sebenarnya Arka mendengar ,Hanya dia malas untuk keluar ,setelah mandi ia langsung mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda tadi karena bunda nya menyuruh pulang lebih awal.


" Ya ampun abang Arka, di panggil panggil juga ," Dengan terpaksa Cecil masuk ke kamar .


" Berisik banget sih !."


" Iih abang ,ayo makan di suruh bunda, semua sudah nungguin tuh di bawah .!"


" Duluan saja .!"


" Abang Arka suka ga sama aku ?." Tibà tiba saja Cecil mengganti topik pembicaraan.


" Diam lah jangan mengganggu !!!."

__ADS_1


" Iih abang ,aku tanya baik baik juga ."


" Kamu tidak lihat abang sedang mengerjakan tugas!!."


"Kalau abang ga jawab aku pergi nih !!."


" Pergilah menganggu saja .!"


" Abang jangan nyesel ya , karena kita ga ketemu lagi!!."


Arka memandangi tubuh mungil Cecil yang berlalu pergi keluar kamarnya ,


" Bunda, nanti masakin aku kaya gini lagi ya buat bekal , nanti pasti aku bakalan kangen sama masakan bunda ." Ucap Cecil di sela sela kunyahan nya .


" Cecil,,,,."tegur Sandy


" Biar kan Ka , aku memang ingin memasakkan nya , ." Ucap Intan


" Terimakasih bunda ku sayang ." Ucap Cecil dengan wajah gemas nya .


***


Besok pagi adalah hari keberangkatan Cecil ke Luar Negri lebih tepat nya Ke Amerika Serikat, Tidak banyak yang dia bawa , Hanya membawa sedikit pakaian .Dan berkas berkas keperluan nya.


" Sayang semuanya sudah siap ?."


" Sudah mah !."


Cecil sedang bersenda gurau dengan kedua orang tuanya ,sebagai malam terakhir mereka bersama .


" Tring ," Bunyi notif pesan pada ponsel Cecil.


Cecil pamit keluar setelah membaca pesan itu .


" Masuk !!!." Perintah Arka setelah Cecil sudah ada di samping mobil nya .


" Abang mau ajak aku ke mana ?." Ucap Cecil dengan antusias


Arka tak menanggapi ,matanya lurus kedepan dengan raut wajah serius.


" Abang ,apa kita nonton aja ya , setelah itu kita makan , soalnya kan aku besok ..."


ciiiìttttt.....Arka mengerem secara mendadak mobil nya , membuat Cecil bisa saja terbentur jika tak menggunakan safetybell nya.


" Abang apaan sih ngagetin aja !!." Ucap Cecil kesal.


" Tetap lah di sini !!!." Ucap Arka dengan suara tegas nya.


" Ga bisa bang ,besok aku sudah berangkat !." Cecil paham maksud Arka ,karena kata bunda Arka terlihat marah ketika di beri tahu tentang keberangkatan Cecil.


" Bisa ,dan harus bisa !!."


" Abang ga bisa seenak nya gitu !."


" Bisa !!!."


Arka menarik tengkuk Intan , dan meraup bibir mungil itu ,hingga si empunya bibir melotot sempurna .


"Turuti perintah abang ,atau kamu tanggung akibatnya !!."


***


Kembali lagi nih cerita tentang Cecil dan Arka , kelanjutan dari om om jutek tetangga ku. Kisah selanjutnya mungkin lebih banyak tentang Arka dan Cecil, orang tua mereka hanya sesekali muncul. semoga masih ada yang menunggu cerita othor ya di sini 😊😊

__ADS_1


__ADS_2