Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Pemaksa


__ADS_3

" Cecil apa kamu sakit sayang ?." Ucap Diana khawatir karena Cecil pulang dengan menggunakan syal di lehernya ,


" Eumm, iya mah, udara di sana dingin!."


" Kita ke rumah sakit yah ?." Diana terlihat khawatir.


" Tidak usah mah ,aku mau istirahat saja ,besok sudah mulai bekerja !."


" Baiklah sayang, kamu istirahat ya !." Diana membelai rambut pendek putrinya .


" Papah mana mah ?."


" Papah di sini nak , ." Jawab sandy yang baru saja turun .


" Pah , besok antarkan aku kerja ya ?." Ucap Cecil sambil memeluk ayahnya dari samping .


" Tumben banget , kenapa ?." Sandy menatap Cecil dengan curiga


" Ga apa apa pah,cuma kangen aja di antar papah ." Cecil tersenyum manja . Dan Diana hanya geleng geleng saja ,


" Ya sudah kamu istirahat saja sana , agar besok tenaga mu pulih !."


" Baik mah ,pah ,aku ke kamar dulu yah !."


Di dalam kamar Cecil berdiri di depan kaca besar yang menempel pada lemari nya, ia melihat ada satu tanda merah akibat ulah Arka, dan dia memegang salah satu asetnya yang hampir saja jadi santapan Arka, ia tak tau jika Arka bisa berbuat nekat seperti itu , jadi ia memilih untuk menghindar lebih dulu , tapi bagaimana caranya ?, sedangkan rumah mereka berhadapan dan lebih tidak mungkin kalau ia memilih untuk mengekost atau tinggal di apartemen, karena jarak kantor mereka tidak terlalu jauh dari rumah . Ia bisa meminta sang papah untuk mengantar nya , tapi saat pulang ia tak mungkin meminta untuk di jemput , " Apa aku minta mamah untuk jemput aku saja ya ?, eemmm,,boleh juga biar aku ga bareng Abang Arka lagi ."


Dengan sangat terpaksa Cecil membatalkan janjinya dengan Edward akibat ulah Arka ,


Ke esokan pagi nya , saat Cecil turun dengan pakaian yang sudah rapih menggunakan kaos hitam dengan model kerah tinggi di padukan dengan blezer warna marun ,juga rok span warna senada dengan blezer, namun rok yang Cecil gunakan lebih pendek dari biasanya .Riasan wajah tipis dengan kesan segar ,


" Mah ,papah mana ?." Cecil tidak melihat Papah nya di meja makan.


" Maaf sayang ,Papah mu tadi ada telfon dadakan dari kantor jadi harus buru buru berangkat , maaf yah , kamu berangkat dengan abang Arka saja tuh sudah nunggu di depan ."


" Tapi mah , aku mau sama papah !." Cecil kesal rencana nya untuk menjauh hari ini gagal ,


" Lain kali yah sayang , ayo kamu sarapan dulu , tadi abang Arka tidak mau katanya sudah sarapan !."


Dengan wajah cemberut Cecil memakan sarapan nya , " Bagaimana ini !." Batin Cecil,


" Titip Cecil ya Arka , dia ngambek tuh gara gara papah nya tidak jadi mengantarkannya. " Ucap Diana saat mengantar Cecil sampai ke depan menemui Arka.


" Setiap hari pun tidak masalah , kantor kita kan sama , buat apa bawa mobil sendiri sendiri ."


" Dengarkan tuh sayang , Abang Arka sudah baik , sudah ya jangan cemberut lagi ." Diana mengecup kening putrinya dengan sayang .


" Iya mah ,aku berangkat yah .!"


" Iya sayang hati hati , Arka jangan ngebut ya !."

__ADS_1


" Iya tante , kita berangkat dulu ."


Sepanjang jalan Cecil hanya memandangi keluar jendela,


" Apa rok mu itu tidàk terlalu pendek ." Arka kesal Cecil memakai rok yang menurutnya terlalu pendek sehingga ketika duduk rok itu mengangkat sedikit ke atas , dan paha putih mulus itu begitu kontras dengan rok marun yang di gunakan.


" Memang seperti ini kok !." kesal Cecil


Arka tak lagi berbicara karena melihat mood Cecil sepertinya sedang buruk, ia hanya sedikit tersenyum ketika mahakaryanya di tutupi dan ia bersyukur karena itu Cecil tidak jadi bertemu dengan Edward.


Dari kejauhan Cecil melihat Fahira berdiri di pinggir jalan , dan Arka menepikan mobilnya tepat di depan Fahira .


" Ooh,,maaf ,aku pikir tidak ada Cecil!." Ucap Fahira ketika membuka pintu depan dan ternyata ada Cecil, karena biasanya Arka menggunakan supir pribadi .Fahirapun menutup kembali pintu dàn membuka pintu belakang .


Cecil melihat gang yang hanya muat satu mobil dan mungkin rumah fahira berada di dalam gang itu , dan memang satu jalur menuju kantor .


" Hai ka ,bawa apa itu ?." Cecil menengok kebelakang menyapa Fahira yang membawa dua kotak bekal makanan yang sudah satu paket dengan tas nya .


" Ooh ,ini sarapan, buat aku dan untuk Arka , maaf maksudku Pak Arka ." Fahira tersenyum malu sambil melirik sekilas ke arah Arka yang sedari tadi diam saja tak merespon.


" Ooh,,," Cecil mengangguk .


" Tapi kalau kamu mau , bisa makan punyaku kok, karena aku tidak tau kalau kamu berangkat bersama pak Arka ."


" Tidak ka ,terimakasih kebetulan aku memang sudah sarapan , kalau Pak Arka memang belum ,tidak mau sarapan mungkin karena tau kalau ada yang akan membawakan nya sarapan."


" Ka Fahira pandai masak ya, cantik ,lembut, baik hati ,sempurna , cocok sekali dengan abang ku yang penyuka makanan rumahan dan menyukai wanita yang lemah lembut ."


" CECILIA ." Arka memanggil Cecil dengan penekanan .


" Diiih,,Abang kok marah !."


Fahira senyum senyum malu dan dalam hatinya Ia merasa senang.


Sampailah di kantor ,Arka membukakan pintu untuk Cecil ,Namun tidak untuk Fahira. Arka berjalan lebih dulu tanpa menghiraukan Cecil dan Fahira di belakang nya . Cecil sudah keluar tinggal lah Arka dan Fahira dalam lift , " Jagalah batas mu !." Arka berucap pada Fahira sebelum masuk ke dalam ruangan nya .


" Di mana meja ku?." Cecil bingung tak ada lagi meja miliknya di ruangan itu , yang tadinya ada tiga bilik kini hanya ada dua , Dan bilik bilik yang lain ada di belakang nya .


" Loh memangnya kamu tidak tau,kalau ruang kerjamu ada di lantai atas ?." Ucap Mila salah satu rekan kerja yang menempati satu ruangan bersama Cecil .


" Benarkah ?, siapa yang memindahkan ?." Cecil sama sekali tidak tau.


" Sudah pasti itu perintah bos, mana ada yang berani pindah satu lantai dengan bos besar kalau bukan karena perintah nya ."


" Iya juga sih ." Ucap Cecil. " Tapi aku masih ingin di sini !."


" Andai kita bisa bertukar tempat ,aku mau kok gantiin kamu , siapa yang nolak jika setiap saat bisa melihat si bos yang cool itu." Ucap Mila sambil senyum senyum .


" Pokok nya aku mau protes ." Cecil menghentakan kaki sembari pergi dari ruàngan itu menuju lantai atas .

__ADS_1


Sampailah Cecil di lantai Atas ,yang berisi hanya ada ruangan Arka ,Fahira ,ada ruang yang biasa di pakai untuk rapat penting , serta ada dua ruangan entah siapa yang berada di situ yang jelas hanya orang inti yang ada di lantai ini .


Meja Fahira berada tepat di depan ruangan Arka, si sekat bilik namun tetap rapih dan luas ,


" Ka Fahira , apa Pak Arka ada di dalam ?." Cecil bertanya dengan sopan pada Fahira yang sedang fokus pada laptop.


" Ooh Cecil, pak Arka ada di dalam , sebentar aku ketuk dulu !." Fahira bangun dari duduk nya dan mengetuk pintu ruangan Arka.


" Tok,tok,tok, maaf pak Arka ada Cecil ingin bertemu !."


" Masuk!." Jawab Arka


Fahira membuka pintu dàn mempersilahkan Cecil untuk masuk .


Cecil pun masuk ke dalam ruangan Arka, Ia melihat ke sekeliling ada yang berbeda ,ruangan Arka menjadi dua kali lipat lebih luas dari sebelumnya , Desain yang berubah , Ada seperti mini bar di pojok dengan hanya dua kursi tinggi, entah satu lagi ruangan apa ,di tutupi dengan rak buku yang tinggi,


" Ekheemm." Arka berdehem menyadarkan Cecil dari lamunannya


" Pak Arka maaf kenapa bapak memindahkan ruangan saya ?." Cecil menggunakan bahasa formal .


" Itu hak saya !."


" Iya ,tapi pak , saya lebih nyaman di ruangan saya !."


" Memang nya kamu tau di mana ruangan mu ?."


Cecil menggeleng .


Arka menunjuk meja dan kursi yang ada di sisi kanannya , namun posisi nya menghadap nya , " Saya rasa di sini lebih nyaman di banding ruangan lama mu ."


" Demi apa ????." Cecil terkejut ,ruangannya bukan hanya satu lantai dengan Arka tapi justru satu ruangan ,


" Abang, yang benar saja, pokok nya aku ga mau ,!." Cecil dalam mode Cecil yang seperti biasa , " Abang jangan seenaknya gitu dong, main paksa aja , nanti apa kata karyawan yang lain ,mereka pasti akan menganggapku buruk , !." Cecil berbicara dengan nada kesal.


Arka bangun dari duduk nya , dan berjalan ke arah Cecil berdiri dengan wajah datar,


" Apa perduli abang dengan anggapan mereka, perusahaan ini milik abang, kalau perlu abang akan membungkam mulut mereka dan bilang kalau kamu itu calon istri abang .!" Jawab Arka dan posisi Arka semakin dekat dengan Cecil,


Cecil waspada ia memundurkan tubuhnya ,ia sudah hafal betul bagaimana tingkah Arka kalau kesal.


" Mau menurut sama abang atau.... ?."


" Iya aku menuruuuut.....!." Jawab Cecil dengan cepat sambil menahan tubuh Arka dengan tangan nya ...


-


-


Tbc

__ADS_1


__ADS_2