
" Apa abang menyukai ku ?." Cecil menatap Arka dengan tatapan sendu, berharap jawaban yang sesuai dengan yang ia mau .
" Apakah itu penting ?."
" Tentu saja itu penting buat ku ." Namun tak ada jawaban yang keluar dari mulut Arka, Cecil menangkap kebingungan dari wajah itu .
Arka meninggalkannya begitu saja , sungguh itu membuat Cecil kecewa lalu ciuman itu apa artinya bagi Arka. Apakah dia hanya mempermainkan perasaannya saja . Cecil kembali ke ruang keluarga berkumpul untuk memakan cemilan yang baru saja matang ,
"Eeuumm...Baunya enak sekali ." Cecil mengendus seperti kucing , Cecil langsung bisa merubah wajah kecewanya dengan wajah ceria seperti biasanya . Kini di ruang keluarga milik Sandy seluruh keluarga sedang berbincang dan bersenda gurau , Tetapi ia tak melihat Arka dan Cecil tak perduli itu .
Keesokan harinya Cecil berangkat bekerja kembali ia kini harus mencoba menetapkan hatinya untuk tak lagi berharap pada Arka, 3 tahun menjauh mencoba menata hati hancur seketika akibat ulah Arka yang menggoyahkan pertahanan nya . kini ia akan membangun ulang dan membuatnya lebih kokoh lagi . Tapi ternyata pertahanan yang baru akan di buat dan belum kokoh sempurna kini goyah ketika melihat Arka yang baru saja datang bersamaan dengan nya , namun ia melihat Fahira juga keluar dari mobil Arka.
" Apa dia menjemput nya ?." Cecil memandang sendu Arka yang berjalan lebih dulu di depan nya. Tanpa sadar Cecil melamun ,hingga suara seorang pria membuyarkan lamunan nya .
" Apakah sepagi ini sudah waktu yang tepat untuk melamun ? ."
" Edward ?." Kenapa kamu bisa di sini ?." Cecil terkejut dan bingung ,kenapa ada teman lama nya di sini .
" Untuk menemuimu."
" Aakkkh kau ini , apa perempuan incaran mu ada di sini ?." Ia teringat akan perkataan Edward dulu , kalau dia sedang mengincar seorang wanita
" Tadi nya aku tidak tau , tapi sepertinya sekarang aku tau kalau dia bekerja di sini .!"
" Benarkah ?, beritahu aku ,nanti pasti aku akan memuluskan jalanmu , tenang saja ." Cecil mengedipkan sebelah matanya lucu, hingga membuat edward tersenyum penuh arti.
" Ooh iya ngomong ngomong aku masuk dulu yah , nanti aku akan menghubungi mu ....!" Cecil berkata sambil berjalan masuk.
Edward terus menatap nya sampai tubuh mungil itu menghilang di balik pintu lift.
Edward francisco, lelaki blasteran Perancis Indonesia , tak perlu di jelaskan lagi bagaimana ketampanan nya . Dia berkuliah di tempat yang sama dengan Cecil , Namun ia lulus dua tahun lebih dulu di banding Cecil, Ia begitu tertarik dengan pembawaan Cecil yang selalu ceria seperti tak ada beban, banyak mahasiswa juga mahasiswi yang berteman dengan nya hampir tak punya musuh , namun satu yang ia tau kalau Cecil tak punya satupun teman dekat atau sahabat , Cecil tertutup untuk hal pribadi , Edward di buat penasaran oleh kepribadian Cecil . Semenjak di Amerika tak satupun teman temanya di diperbolehkan berkunjung ke rumahnya . Hingga Edward hanya memandang Cecil dari jauh saat tak sengaja lewat depan rumahnya,
Edward pun masuk ke dalam lift yang sudah membawa Cecil ke lantai atas , tujuannya untuk bertemu dengan Arka , untuk membicarakan kerjasama Antara Perusahaan Arka dengan perusahaan dirinya , Sebenarnya kakek kakek merekalah yang bekerjasama lebih dulu namun mereka sepakat untuk di lanjutkan ke cucu cucu mereka sebagai penerus .
Edward sudah berada di ruangan Arka ,bertiga dengan Fahira ,mereka membahas serius proyek yang akan mereka kerjakan , Perusahaan Edward tak sebesar Perusahaan Arka jadi kerjasama ini sangat menguntungkan . Setelah pembahasan selesai merek mengobrol santai sambil minum kopi .
" Oh ya pak Arka boleh saya tanya sesuatu ?".
" Panggil Arka saja , kita sudah selesai membahas pekerjaan , apa yang ingin anda tanyakan ?."
" Saat di lobby tak sengaja saya bertemu dengan seorang teman, katanya dia bekerja di sini .!"
" Benarkah ?, Siapa nama nya ,barangkali saya mengenalnya?."
__ADS_1
" Cecilia ,biasanya di panggil Cecil ." Ucap Edward dengan senyum senyum seolah membayangkan Cecil.
" Ya ,dia bekerja di sini !." raut wajah Arka sedikit berubah.
Edward manggut manggut sambil tersenyum , senyum nya secerah mentari berbanding terbalik dengan Arka yang sedang menahan kesal . Dari sini Arka bisa menyimpulkan kalau Edward memiliki rasa pada Cecil,dan tentu saja itu tidak boleh terjadi .
Jam makan siang pun tiba , Cecil keluar lebih dulu untuk menghindari bertemu dengan Arka, untung nya mereka berbeda lantai jadi tak selalu bertemu . Cecil ingin mencoba bakso yang gagal ia makan kemarin berjalan cepat menuju warung bakso seperti anak kecil yang sudah tidak sabaran.
" Aaah akhirnya ....!" Cecil menatap penuh binar satu mangkok bakso yang begitu menggiurkan, " Ayo bakso masuk ke perutku, sebelum si batu itu mengacaukan nya ." Cecil menyebut Arka dengan istilah si batu ,
" Sebegitu enaknya kah ,sampai sampai ada lelaki tampan di hadapan mu kamu abaikan !."
" Uhuuk,,,uhuuk,,." Cecil mengibaskan tangan nya karena terkejut membuatnya tersedak bakso yang pedas.
" Maaf,,,maaf,, maafkan aku, minum lah ." Edward menyodorkan satu gelas ice tea yang ada di hadapan Cecil.
" Aakkkh,,,panas ." Cecil memegang tenggorokan nya .
" Tunggu sebentar ." Edward keluar dari warung bakso itu .
" Mau kemana dia ?." Cecil belum berani menyendokkan lagi bakso nya rasa panas masih ia rasakan di tenggorokanya .
Tak lama berselang Edward datang dengan membawa satu kaleng kecil susu murni guna meredakan panas yang Cecil rasakan.
" Makasih ,,." Cecil mengambil tisu yang di pegang Edward, untuk mengelap susu yang tumpah dari sudut bibirnya.
" Maaf , karena aku kamu jadi tersedak !."
" Tidak apa apa , memang aku nya saja yang makan nya terlalu terburu buru sampai tak sadar kalau ada kamu di sini .!"
" Kamu suka bakso rupanya ?."
" Suka , cuma tidak boleh terlalu sering ,"
" Kenapa ?,"
" Makanan ini tidak bersahabat dengan lambungku ,,hehehe.....!"
Edward sengaja menunggu Cecil di depan gedung ingin mengajaknya makan siang , setengah jam menunggu akhir nya Cecil terlihat menyeberang jalan dengan terburu buru , Ia pikir ada apa ,dari kejauhan ia melihat Cecil masuk kedalam warung bakso hingga ia menyusul ya.
" Oh iya tadi aku mau tanya kenapa kamu bisa ada di sini .?."
" Perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan itu ." Edward menunjuk gedung besar yang ada di seberang ya itu perusahaan Arka .
__ADS_1
" Ooh,,,."
" Lalu kamu sendiri bekerja di bagian apa di situ ?, Bukankah papah mu memiliki perusahaan ?."
" Aku bekerja di bagian menghitung uang gaib ."
" Uang gaib,?." Edward terlihat bingung.
" Iya aku selalu menghitung jumlah uang ,tapi tak pernah melihat uang nya ,,hehehe ...!" Cecil tertawa melihat wajah bingung Edward .
" Kamu itu bisa saja , lalu tentang perusahaan papah mu ?."
" Aku tidak selamanya ada di perusahaan ini , suatu saat nanti mungkin aku akan membantu papah ku , hitung hitung aku belajar dulu ."
Edward manggut manggut mengerti , "Cecil bolehkah kapan kapan aku mengajakmu makan siang bersama ?."
" Tentu saja , kamu tinggal menghubungiku saja , tapi kalau aku belum makan yah,,,hahaha.." Cecil tertawa kecil.
Ini lah yang ia suka dari Cecil, sifat ceria nya selalu membuatnya tersenyum ,
Cecil kembali ke ruangan nya .Namun baru saja mau duduk fahira menghubunginya kalau ia di suruh menemui Arka di ruangan nya.
" Ada apa ya ?." dengan bingung Cecil menaiki lift menuju satu lantai di atasnya.
" Ka Fahira kenapa aku di panggil ?." Cecil penasaran saat melewati meja Fahira yang kebetulan berada di depan pintu ruangan Arka .
" Entahlah kaka tidak tau , tapi sepertinya wajah pak Arka terlihat marah , ." Jawab Fahira dengan suara pelan.
" Marah , marah kenapa ,apa kerjaku tidak beres?."
" Sepertinya tidak , sudah masuk saja , tidak mungkin Pak Arka memukul adiknya ," Ucap Fahira sambil tertawa kecil.
" Aaah....baik lah ." Cecil menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu . Namun Cecil baru saja mengangkat tangan nya untuk mengetuk Arka sudah lebih dulu membuka nya .
" MASUKK....!"
-
-
Tbc
jangan lupa tinggalkan jejak yah kakak kakak 😊😊
__ADS_1