Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Episode 6


__ADS_3

" Bundaaa....." Cecil berteriak seperti biasa di rumah Intan , walaupun sudah dewasa Cecil tetap ingin bermanja dengan intan ,


" Iya sayang , ada apa ?." Intan keluar dari dalam kamar


" Aku mau makan bun ."


" Baiklah sayang mau makan apa ?." Intan tak pernah keberatan dengan tingkah Cecil ini ,,karena ia sudah menganggap nya sebagai anak sendiri .


" Seperti biasa bun."


" Baiklah ,bunda lihat dulu yah ada stok udang atau tidak !."


" Ok siap bunda ku sayang ."


" Woowww ,,,woowww,,si pengangguran ngapain ke sini pasti minta makan yaahh..." Ucap Arga yang baru saja turun .


" Berisik lo , ngomong ngomong mau kemana lo ?." Cecil meneliti pakaian yang di kenakan Arga begitu rapih dari biasanya .


" Kerja dong , emang kaya lo di rumah aja ." Ledek Arga


Cecil mencebikkan bibirnya malas menanggapi Arga , Semenjak pulang dari luar negri satu bulan yang lalu ,Cecil belum memutuskan untuk bekerja di mana , Papah Sandy serta ayah Rafa menyuruhnya untuk bekerja di perusahaan mereka ,namun Cecil masih belum memutuskan .ilmu bisnis yang di dikuasainya pasti akan berguna di perusahaan .


Cecil dan Arga sedang bersenda gurau di ruang keluarga Sambil menunggu Intan yang sedang memasak ,tak lama berselang Arka turun .


" Ekheemm.." Deheman dari Arka mengagetkan ke dua nya . Arka di buat kesal dengan sikap Cecil pada nya , Cecil selalu mengacuhkan nya, Tak pernah lagi berkirim pesan menanyakan hal hal yang tidak penting seperti biasanya . Yah sifatnya berubah setelah ia pulang dari Amerika saat perjalanan bisnis itu .


Kini mereka tengah sarapan bersama , Rafa , Intan ,Arka juga Arga di tambah lagi dengan Cecil .


" Cecil, apa kamu sudah memutuskan akan membantu di Perusahaan mana ?."


Tanya Rafa


" Belum yah."

__ADS_1


" Bagaimana kalau kamu membantu di Perusahaan Arka saja, di sana sedang membutuhkan Accounting manager !." Tanya Rafa , karena di Perusahaan Arka posisi itu masih kosong . Arka sudah di percaya untuk memegang satu Perusahaan dari kakek nya . Setelah tiga tahun kinerja nya bagus dalam membantu di Perusahaan Rafa .


" Weiiiss...keren lo Cil , bisa langsung keterima jadi manager " Ucap Arga.


" Baiklah nanti aku pikirkan ya ayah ."


" Oke , tapi ayah berharap kamu mau ."


Arka yang sejak tadi tak bersuara ,sebenarnya dalam hati ia bahagia jika Cecil mau bekerja di perusahaan nya . Namun ia gengsi untuk mengajak nya langsung.


***


Satu minggu kemudian Cecil memutuskan untuk bekerja pada perusahaan milik Arka . Hari ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan yang bergerak di Export import. Dengan pakaian kantor yang cukup modis .Rok span abu di atas lutut dengan belahan pendek di samping di padukan dengan kemeja putih pendek dengan aksen bunga bunga kecil dari merk terkenal ,cukup ketat hingga terbentuk body goals Cecil ,dada yang proposional, bokong yang sedikit menonjol juga pinggang yang ramping , dan ia menutupinya dengan blazer warna hitam. Ia tetap mempertahankan rambut pendek nya.Wajah ceria yang selalu tersenyum manis , dengan pola pikir yang positif jadi membuatnya terlihat menarik dan awet muda .


" Pah ,mah , aku berangkat yah ." Cecil berpamitan pada Sandy juga Diana setelah sarapan .Ia memilih untuk berangkat sendiri dari pada bersama dengan Arka ,Padahal tadi saat Cecil masuk kedalam mobil ,Arka pun sama karena rumah mereka berhadapan , sekilas Arka melihat mobil Cecil keluar dari garasi .Arka mengikutinya dari belakang , tersirat senyum tipis dari wajah Arka, tipis sekali walau dengan diri sendiri pun Arka enggan untuk jujur.Sampailah mereka pada perusahaan yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil .Hampir 70 persen karyawan di kantor itu karyawan lama saat dulu kakeknya masih memimpin perusahaan . Posisi Cecil saat ini menggantikan karyawan yang sudah pensiun . Dan Fahira tetap mengikuti Arka walaupun sudah tak lagi di Perusahaan Rafa .


" Ini ruangan nya bu ." Ucap salah satu karyawan yang mengantarkan Cecil menuju ruangan barunya .


" Maaf bu , itu kurang sopan ."


" Loh kenapa , sepertinya umur bapak lebih tua dari aku loh." Cecil melihat karyawan yang berumur jauh di atas nya .


" Hehehe ,,,saya memang sudah tua bu , tapi pangkat ibu jauh di atas saya , jadi ibu bos saya ."


" Tapi aku merasa seperti ibu ibu loh jadi nya."


" Ibu ibu yang masih cantik ."


" Hahaha bapak bisa saja ,."


" Kalau begitu saya permisi yah bu , kalau ada apa apa atau butuh sesuatu ibu bisa panggil saya ,,,."


" Baik terimakasih ." Tidak sulit bagi Cecil untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar ,pembawaannya yang ramah serta tak memandang pangkat atau jabatan hingga bisa membaur dengan kalangan bawah sekalipun.Dan soal pekerjaan Cecil pun dengan mudah cepet memahami karena ini memang di bidang nya .

__ADS_1


" Aaahh,,akhirnya selesai juga , sudah jam makan siang rupanya ,pantas saja cacing di perut sudah lemas semua ...." Cecil membuka pintu ruangan nya dan berjalan menuju lift untuk ke kantin di lantai atas ,Namun ia urungkan ia ingin coba jajan di pinggir jalan saja , Saat pintu lift terbuka di situ ada Arka dengan Fahira, karena kebetulan ruangan Arka berada satu lantai di atas nya .


" Haaiii...!" Cecil melambaikan tangan nya pada Fahira dan di balas juga dengan Fahira, " Siang pak Arka ." Cecil menyapa Arka yang berada di depan dengan sedikit membungkukkan tubuhnya karena ini lingkup kantor jadi dia harus profesional . Cecil pun lalu masuk ke dalam kini mereka bertiga ada dalam 1 lift,


" Bagaimana pekerjaan mu hari ini ?." Tanya Fahira dengan perlahan.


" beressss...!" Dengan membentuk huruf O dengan tangan nya ." Oh iya kalian akan kemana ?." Tanya Cecil dengan lebih pelan di bandingkan suara Fahira tadi.


" Pak Arka, ingin makan siang ." Fahira tersenyum manis .


" jadi mereka mau makan siang bersama , yah mungkin saja selama ini mereka selalu bersama , ." gumam Cecil dalam hati ,tiga tahun bukan tidak mungkin mereka memiliki perasaan satu sama lain , Cecil tersenyum getir dalam hati sekilas memandang tubuh tegap di depan nya yang sama sekali tidak menyapa nya . Lift pun terbuka Arka keluar lebih dulu di ikuti dengan Cecil juga Fahira . Sepanjang jalan seluruh karyawan memberi hormat pada Arka, namun Arka hanya mengangguk saja tanpa senyum "iiissss, sombong banget ." Kesal Cecil dalam hati.


Mobil Arka berhenti tepat di depan pintu masuk Perusahaan . Arka masuk ke dalam lebih dulu ," Cecil aku duluan yah ."


" Iya ." Cecil tersenyum manis ,Padahal dalam hatinya sedih bahkan Arka tak mengajak nya . Mobil pun berlalu pergi dan Cecil berjalan seorang diri menuju depan perusahaan yang terlihat jejeran makanan kaki lima ,mulai dari bakso nasi padang ,mie ayam ,warung Nasi dan banyak lagi , sudah lama ia tak makan makanan seperti ini . Cecil pun berjalan menuju Gerobak bakso yang berwarna coklat tua itu . Ia memutuskan akan memakan bakso yang pedas guna menghilangkan rasa kesal di hati nya .


" Mang ,bakso satu yah !."


" Iya Neng ."


Keadaan saat itu ramai ,karena memang jam makan siang , atap yang hanya di tutup dengan terpal membuat hawa panas di siang hari itu semakin berasa .Belum lagi mata yang mencuri curi pandang pada nya dari laki laki maupun perempuan , membuat Cecil sedikit tidak nyaman , namun Cecil membalas dengan sedikit senyum manis , ya maklum saja kalau di lihat dari gaya nya Cecil mungkin tidak pantas makan di pinggir jalan ,dengan seragam kantor yang terlihat mahal , wajah cantik kulit putih mulus membuat nya berbeda dari orang yang ada di situ.


" Ini neng bakso nya ." Pedagang bakso paruh baya itu menaruh satu mangkok bakso komplit di depan Cecil.


" Terimakasih ." Cecil menelan ludah nya ketika melihat satu porsi bakso yang penuh satu mangkok bahkan ia bingung bagaimana cara mengaduknya "Bagaimana cara menghabiskan nya batin Cecil. " Cecil mencicipi kuahnya lalu manggut manggut pas dengan lidah nya . Ia pun memasukkan saus dengan banyak ,juga memasukkan sambal namun tiba tiba saja tangan nya di cekal dari samping .


" Apa kamu tidak ingat dengan penyakitmu !!!."


-


-


-tbc

__ADS_1


__ADS_2