Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Teka teki


__ADS_3

" Abang kita mau kemana ?." Cecil melihat arah jalan yang bukan menuju rumah mereka .


" Sudah ikut saja !." Kali ini Arka tak ingin kehilangan jejak Cecil, sehingga saat jam pulang kerja ia sengaja menyuruh orang untuk mengempeskan empat ban mobil milik Cecil , hingga mau tidak mau Cecil ikut dengan Arka ,licik memang tapi untuk menghadapi Cecil memang harus seperti itu .


Cecil terdiam sambil memandangi pemandangan senja dari jendela ,langit oranye yang mempunyai daya tarik tersendiri mengiringi matahari terbenam udara sejuk menguar dari jendela mobil yang baru saja di buka ,udara sejuk begitu terasa ,yah,,,Arka membawa Cecil menuju pantai , ia ingin menikmati malam bersama sambil mendengarkan deru ombak dan bintang yang begitu bebas bertebaran .


Kini mereka tengah duduk di kursi besi panjang yang sudah tersedia untuk pengunjung , Cecil menatap lurus kedepan hamparan lautan luas di iringi ombak ombak kecil .


Arka terus memandangi wajah Cecil dari samping , jarang sekali ia melihat Cecil diam tanpa kata seperti ini ,seperti bukan Cecil,


" Apa kamu marah karena abang membawa mu ke sini ?."


Cecil menggeleng , wajahnya tetap lurus kedepan .


" Apa hubungan mu dengan Edward?."


Seketika Cecil menatap Arka ," Tidak ada ,hanya teman , sama seperti aku sama abang .!"


" Abang bukan teman mu Cecil ,."


" Ooh ,,,iya kita kakak adik, seperti yang selalu abang bilang pada Fahira !."


Kening Arka berkerut ," Kenapa kamu membawa orang lain dalam obrolan kita ?."


" Apa Fahira adalah orang lain buat abang ?." Ucap Cecil dengan sedikit wajah curiga .


" Tentu saja !!." Jawab Arka tegas


" Tapi abang selalu pergi juga pulang bersama Fahira , aku pikir abang punya hubungan spesial !."


" Apa itu sebabnya kamu tidak ingin pergi dan pulang bersama Abang ?."


" Salah satunya mungkin iya , aku tidak mau jadi perusak hubungan orang lain !."


" Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu ?." Arka menatap Cecil dengan serius , ia bingung kenapa Cecil bisa punya fikiran seperti itu .


" Itu karena .....!" Dering ponsel Arka berbunyi hingga ucapan Cecil terhenti .


Arka bangun dari duduknya sedikit menjauh ketika melihat nama yang tertera pada sering ponselnya .


Cecil memandang wajah Arka yang berubah ketika menerima telfon itu .Sampai Arka kembali mendekatinya .


" Maaf Cecil abang ada urusan mendadak , ayo kamu abang antar pulang .!"


" Baik lah ." Cecil tak ingin bertanya lebih jauh ,walaupun ia penasaran dengan siapa Arka tadi berbicara .


Sepanjang jalan tak ada yang berbicara, Cecil sedikit melirik Arka yang terlihat dengan wajah serius. Sampai tak terasa sudah berada di depan rumah Cecil.


" Tunggu Cecil, " Arka memegang tangan cecil yang hendak membuka pintu mobil.


" iya bang ?." Cecil melihat ke arah Arka


" Èeumm,,,soal kita ,,,,,!."


" Maaf bang , aku lelah !." Cecil melepaskan cekalan tangan Arka lalu keluar dari mobil .


Arka hanya menatap nya saja , dan seketika ia teringat akan panggilan telfon tadi dengan segera Arka memutar mobilnya dan berlalu pergi tanpa mampir terlebih dahulu ke rumahnya .

__ADS_1


" Apa benar yang di katakan Fahira ?." batin Cecil.


 # Flasback #


" Hai ka , Apa itu ?." Tanya Cecil saat bertemu dengan Fahira di dalam lift,


" Ooh,,,ini kemeja Pak Arka semalam tertinggal di rumah ku .


" Tertinggal di rumah Ka Fahira ?." Cecil mengulang ucapan Fahira takut kalau ia salah dengar .


" Ia semalam hujan deras saat pak Arka mengantar ku , jadi aku pinjam kan baju almarhum ayah, dan ini sudah aku cuci akan aku kembalikan !." Jelas sekali rona bahagia saat Fahira bercerita .


" Aaah,,,begitu yah , aku duluan yah ka .!" Cecil keluar lebih dulu karena sudah sampai di ruangan nya .


Fahira menatap Cecil dengan senyum yang sulit di artikan.


# Flasback off #


Keesokan hari nya ,


Saat di kantor Cecil tetap ceria seperti biasanya , selalu membuat rekan rekan kerjanya tertawa dengan Candaan nya , Namun saat sendiri Cecil selalu merasa kesepian, apalagi hatinya kini tengah galau dengan apa yang ia rasakan, Ia merasa Arka menyembunyikan sesuatu , Cecil memang belum sepenuhnya menerima Arka ia masih ingin mencari tahu akan rasa penasaran nya .


Jam makan siang tiba Fahira sudah menghubungi nya untuk makan siang bersama , Namun kali ini tanpa Arka, hanya ada Cecil dan Fahira.


" Kamu pesan lah apapun yang kamu mau , kali ini kakak yang traktir?."


" waaah,,,waaah,,,dalam rangka apa nih kak gajian kan sudah lama bahkan ini sudah akhir bulan .?" Canda Cecil


" Tidak hanya ingin mentraktir saja , !."


" Tapi aku makannya banyak loh kak !!."


" Cecil boleh kah aku tanya sesuatu ?." Ucap Fahira setelah menyelesaikan makan siang mereka .


" Mau tanya apa kak ?."


" Bagaimana ya kakak malu , " Fahira senyum senyum malu


" Kakak nih kaya Abg baru jatuh cinta aja ,pake malu malu segala !."


" Aaah,,,apa terlihat kalau kakak sedang jatuh cinta ?." Fahira memegang kedua pipinya .


" Jelas sekali kak, hahaha,,,kakak jatuh cinta dengan siapa ?, Apa dia tampan ,baik atau dia juga kaya paket komplit gitu ." Cerocos Cecil tanpa henti


" Kakak rasa dia punya semua itu !."


" Waaah,,,keren kak !."


" Dan yang lebih penting dari itu dia perhatian sama keluarga kakak, sudah berapa kali kerumah ,yah walaupun orangnya kaku tapi kakak suka !."


" Cepet juga yah ka , ooh iya tadi kakak mau tanya apa ?."


" Eeummm,,,begini kamu kan adik nya pak Arka , Apa.....?." Fahira tak meneruskan kalimatnya .


" Apa ,,,Apa ?." Tanya Cecil tak sabar


" Tidak jadi deh lain kali saja , jam makan siang sudah habis ,nanti kita telat ." Fahira buru buru bangun ,

__ADS_1


" Loh,,,kak selesaikan dulu dong ,jangan bikin aku penasaran iiih...." Cecil mengejar Fahira


Cecil bukan tak menyadari siapa yang di maksud Fahira , ia sudah jelas mengira kalau orang yang di maksud adalah Arka , tapi ia baru tau kalau Arka juga sudah kenal dengan keluarga Fahira .


" Apa mereka sejauh itu ?." Batin Cecil


Sore hari pun tiba


" Fahira ,aku akan pulang dengan Cecil kamu pakai taxi saja .!" Arka berlalu dari hadapan fahira tanpa menunggu jawaban


" Baik pak ." Fahira terlihat kecewa


Cecil terkejut ketika tiba tiba saja Arka sudah berada di ruangan nya . dan duduk tepat di hadapannya


" Maaf Pak, Apa ada yang bapak butuhkan ?." Cecil berbicara secara formal karena dalam ruangan itu tidak hanya ada Cecil, masih ada dua orang karyawan yang lain yang juga belum pulang .


" Apakah tidak sumpek satu ruangan ini ada tiga meja ?."


" Iinii luas pak !." Ruangan Cecil tidak sesempit yang Arka ucapkan , memang ada tiga meja tapi tetapi tetap ada skat dan lumayan luas ,


" Besok aku akan minta satu ruangan untuk mu sendiri !."


" Iiitu tidak perlu pak ,!" Cecil tidak enak jika ada yang mendengarnya , ia lebih suka seperti ini karena bisa mengobrol ketika sedang lenggang,


" Apa kamu sedang membantah perintah atasan mu ?." Ucap Arka dengan tegas


" Tidak pak !." Cecil geram andai saja tak ada orang lain disini mungkin Cecil sudah protes .


" Baik lah ,ayo pulang !." Arka berjalan lebih dulu .


" Tapi pak ,saya ada lembur ."


langkah Arka terhenti , " Tidak ada yang lembur malam ini , kalian semua pulang lah !."


" Baik pak terimakasih ." Ucap karyawan yang ada di kanan dan kiri Cecil dengan senyum bahagia .


***


" Abang lihat kamu sedikit berubah ?." Kini mereka ada di dalam mobil


" Berubah ?, Apa maksud abang ?."


" Kamu ceria jika di depan orang orang , tapi kamu jadi pendiam di depan abang ,."


" Masa sih bang ,itu cuma perasaan abang aja kali ." Jawab Cecil dengan senyum ceria .


" Ciiiit...," Arka menghentikan mobilnya secara mendadak ke sisi kiri ,


" Abaaang, pelan pelan dong kalau mau berhenti." Cecil terkejut


" Katakan apa yang sedang kamu pikirkan tentang abang ?."


-


-Tbc


Agak sedikit melenceng dari judul ya, dan untuk nama panggilan antara abang atau aku ,othor masih mencari yang pas , maaf kalau rada mengganggu saat baca , jangan lupa like comen nya ya biar othor tambah semangat .

__ADS_1


"


__ADS_2