Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Di vila


__ADS_3

" eeuumm ," Cecil melenguh ketika merasa bibirnya di lu*** t lembut, justru dalam mimpinya Cecil seperti sedang makan ice cream ,namun hanya seperkian detik hingga akhirnya ia tersadar ,Matanya membelalak ia melihat Arka yang masih di posisi bibir mereka menyatu dengan mata terpejam ,


" Èeumm." Cecil mendorong tubuh Arka, dan Arka sedikit terkejut seperti maling yang ketangkap basah ,


" Abang ngapain sih ? " Cecil mengelap bibirnya yang terasa menebal, bodoh memang pertanyaan Cecil itu .


" iitu, itu tadi ada debu ." Arka gugup hingga berkata yang tak masuk akal


Cecil melirik kesal , lalu ia memandangi sekitar " Abang kita di mana ?."


" Di vila ,turun laàh." Arka turun lebih dulu meninggalkan Cecil yang masih terlihat bingung ,dan Arka pun harus menutupi wajah malunya


" Di vila katanya ?, astaga kenapa bisa ada di sini , ." Cecil turun dari dalam mobil ,melihat sekeliling yang begitu sunyi ,pohon pohon besar yang terlihat seram ketika di lihat tengah malam seperti ini , Cecil di buat merinding apalagi udara nya begitu dingin ,dengan pakaian tipis yang Cecil kenakan.


" Masuk lah , jangan terlalu lama di luar ,udaranya dingin !." Ucap Arka sambil menggandeng tangan Cecil,


" Abang, aku mau pulang , ." Cecil menghentikan langkah Arka dengan menarik tangan yang di gandeng Arka


" Tidak bisa, ini sudah malam , !."


" Lagi kenapa sih abang bawa aku kesini ga bilang bilang dulu , mamah sama papah pasti bingung nyariin aku !.' sungut Cecil


" Abang sudah minta izin ,!."


" Tapi kenapa abang ga minta izin dulu sama aku !."


" Kamu sendiri yang susah sekali di ajak bicara ,sehingga harus dengan cara ini !."


" Aku atau abang yang enggak bisa di ajak bicara ." Cecil tak terima di salah kan.


Arka memijit pelipisnya berdebat dengan Cecil membuat kepala nya pusing ," Istirahat lah ," Arka membuka satu kamar dengan ranjang king size lengkap dengan sofa juga televisi besar seperti ada dalam hotel ,


Cecil melihat ke sekeliling kamar ,rapih bersih dan wangi tentunya dan Cecil terkejut saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul satu malam." Lama juga yah aku tidur ." batin Cecil


" Tunggu di sini abang mau ke dapur sebentar ." Arka keluar dari kamar


Cecil duduk di tepi ranjang ,ia memikirkan ia dan Arka hanya berdua di sini ,apa Arka akan macam macam pada nya , seperti saat ia tertidur di dalam mobil Arka mengambil ciuman nya secara diam diam dan kalau nanti Arka mencuri keperawanan nya bagaimana ?, Cecil mengeleng gelengkan kepala nya ngeri kalau sampai itu terjadi ,Cecil mencintainya tapi ia tak mau menyerahkan begitu saja sesuatu yang selama ini ia jaga ,walaupun ia pernah tinggal di luar negri tetapi Cecil tak pernah melakukan pergaulan bebas seperti teman teman nya , walaupun ia akui saat di Amerika pakaiannya memang sedikit terbuka .

__ADS_1


" Kenapa kamu ? " Arka mengernyit bingung saat masuk melihat cecil sedang menggeleng gelengkan kepalanya .


" Aaah,tidak , abang itu apa ?." Cecil melihat Arka membawa nampan .


" Teh hangat !."


" Hanya satu ?."


" Iya untuk mu saja , abang sudah tadi ?."


Cecil pun meminum teh hangat itu yang kebetulan memang sedang haus .


" Setelah ini tidur lah ." Arka merebahkan tubuhnya yang memang terasa lelah di sisi samping ranjang


" Aabang tidur di sini juga ?." Cecil terkejut karena Arka juga tidur di ranjang yang sama .


" Hemmm,,,di sini hanya ada satu kamar !." Jawab Arka dengan mata terpejam yang di tutupi dengan lengan nya .


" Ttapii bang ?."


" Sudah tidur saja abang janji ga akan macam macam !" jawab Arka dengan suara berat karena mengantuk .


" Ini baju siapa ?." Cecil melihat tumpukan kaos kaos beberapa macam warna ,juga jaket jaket yang menggantung, " pakai saja lah , dari pada ga bisa tidur ," ia mengambil satu kaos oblong berwarna hitam kebesaran memang kalau di pakai Cecil bahkan bisa menjadi dress karena sampai menutupi lutut, namun Cecil tak menemukan celana atau apapun yang bisa menggantikan rok span nya .Ia melihat sekilas kalau Arka sudah tertidur ia pun membuka retsleting roknya dan membuka nya hanya meninggalkan hotpants hitam yang selalu ia pakai untuk dalaman , "Begini saja lah ,toh abang sudah tidur ." Cecil melihat tubuhnya dari cermin seperti menggunakan daster , ia pun mencari selimut pada pintu sebelahnya, ternyata ada ia langsung mengambil nya ." Lebih baik aku tidur di sofa saja "


Cecil merebahkan tubuhnya ,namun matanya tak kunjung terpejam ,mungkin karena ia sudah tidur , ia pun memilih untuk keluar kamar untuk melihat lihat , ruang tamu tak begitu luas menyatu dengan dapur bersih sederhana namun terlihat aestetik dari furnitur juga desain ruangannya , Cecil jalan perlahan menuju hordeng tinggi ingin melihat apa yang ada di balik hordeng itu .


" Aaakkkkh abaaang,,,!" Cecil berteriak sambil menutup wajahnya karena terkejut tiba tiba saja ada yang memegang pundaknya,


" Hei ,,hei ,,ini abang !." Arka menyadarkan Cecil, membalikkan tubuh mungil itu hingga menghadap nya.


" Abang ,ngagetin aja " Cecil memukul mukul kecil dada Arka ,ia sungguh sungguh terkejut .


" Maaf , tadi saat abang bangun kamu tidak ada , makannya abang cari keluar ternyata kamu di sini ."


" Nyebelin ..." Cecil menghentak hentakan kaki nya berjalan menuju kamar ,ia kesal pada Arka .


Arka hanya geleng geleng saja ," Salah ku di mana ?." Batin Arka ,ia pun menyusul Cecil ke dalam kamar .Alangkah terkejut nya Arka melihat Cecil yang tertelungkup memeluk guling dengan posisi baju yang terangkat ke atas dan tinggal lah hotpants yang melekat erat , lekukan itu jelas terlihat ,kulit putih mulus Cecil begitu kontras dengan hotpants hitam yang ia gunakan . Arka lelaki dewasa bahkan hanya dengan ciumanpun sudah membangkitkan gairah nya ,apalagi di suguhkan dengan pemandangan seperti ini , ini sungguh membuatnya panas dingin,

__ADS_1


" Ekhemm Cecil, apa kamu tidak kedinginan ?." Arka mencoba menahan gejolak yang ada di dadanya .


Seketika Cecil terbangun dan menyadari akan kebodohan nya ." Abaaang," Cecil segera bangun dan berdiri membetulkan pakaiannya.


" Tidur lah !." Arka kembali ke ranjang dan berbaring ,


" Aku tidur di sofa saja !." Cecil berjalan menuju sofa ,


Arka bukan tak ingin melarang , tetapi keadaan tubuhnya kini sedang tidak baik baik saja , ia sedang mengontrol sesuatu dalam tubuhnya agar tidak menjadi berbahaya .


Dan mereka pun tertidur saat jam empat pagi ,perdebatan panjang semalam membuat Cecil masih tertidur sampai pukul sembilan pagi , Sedangkan Arka sudah bangun lebih dulu dan mencari sarapan di luar karena tidak ada bahan apapun yang bisa di masak .


" Mamah,,mamah,,,haus ." Cecil berteriak tanpa sadar .


Arka yang baru datang pun langsung mengambilkan minum ," Nih ".Arka menyodorkan gelas berisi air putih


Cecil menerimanya dengan setengah sadar . Mamah, mandi !." Cecil merentangkan kedua tangannya seperti anak kecil yang minta di gendong .


" Apa kamu masih seperti ini saat di rumah ?" Suara berat Arka menyadarkan Cecil.


" Uuppss,aku di mana ?." Cecil melihat sekeliling , yah ia baru ingat kalau sedang tidak di rumahnya . Dengan menahan malu Cecil berjalan menuju kamar mandi .


Mereka sarapan bersama dengan bubur ayam yang baru saja Arka beli ,


" Abang ,untuk apa abang membawaku ke mari ?."


" Abang ingin menceritakan tentang Fahira, agar kamu tak salah paham !."


" Tapi..."


" Dengarkan saja dan jangan memotong pembicaraan !!!." Tegas Arka


-


-


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ,terimakasih 😊


__ADS_2