Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Bisa kebablasan


__ADS_3

Dua minggu sudah Cecil keluar dari rumah sakit dan sudah bekerja seperti biasa , Cecil masih menggantungkan status hubungannya dengan Arka , apa lagi setelah kejadian di rumah sakit, dan dua hari yang lalu saat dirinya sedang makan siang dengan Arka dan Fahira ,Saat itu Fahira mendapatkan telfon dari orang rumah nya kalau ibunya terjatuh dari kamar mandi karena memaksakan untuk berjalan, lantas Fahira dan Arka buru buru beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan dirinya . sakit sekali rasanya ketika seseorang yang menyatakan cinta padanya tetapi begitu memperhatikan wanita lain dan keluarga nya . Sedikit membuat Cecil jadi hilang rasa , walaupun Arka sudah memastikan kalau dirinya tidak ada perasaan apapun pada Fahira . Entahlah yang jelas hubungan Cecil dan Arka masih belum jelas.


**


" Sayang kamu baik baik di rumah ya , jangan lupa makan dan minum obatnya , ingat yah jangan makan sembarangan !!."


" Iya mah , aku pasti bakal kangen banget deh sama mamah dan papah , !." Cecil memeluk Diana dari belakang sedangkan Diana sedang memasukan beberapa pakaian dirinya juga Sandy ke dalam koper besar, mereka akan ke luar Negri untuk empat bulan kedepan ,ada proyek yang harus di selesaikan Sandy dan Diana ingin menemani suaminya .


" Mamah juga dong ." Diana mengelus tangan putrinya yang berada di perutnya .


" Apa kamu mau ikut saja nak ?." Sambung Sandy yang tiba tiba masuk ke dalam kamar .


" Tidak pah ,aku harus bekerja, papah sama mamah tidak perlu khawatir sama aku , !."


Sandy dan Diana sudah menitipkan Cecil pada keluarga Intan,dan juga ada beberapa Asisten rumah tangganya yang bisa di percaya untuk menjaga Cecil . jadi itu bisa mengurangi kekhawatiran mereka . Cecil tidak selalu manja hanya saat saat tertentu dia bisa manja berlebihan ,selebihnya dia bisa mandiri sudah teruji saat Cecil berkuliah di Luar Negri .


**


" Mbaak,,,mbaak,,!." Cecil berteriak memanggil asisten rumah tangga nya .


" Iya Non, ada apa ?."


" Temenin aku makan dong, mbak belom sarapan kan ?."


" Belom sih non, tapi saya sarapan di belakang saja non ." Si mbak merasa sungkan.


" Udah sini saja duduk , temenin aku makan , cuma sebentar kok !."


Akhirnya mau tidak mau si mbak menemani Cecil makan karena di paksa .


" Tiin,,tiin,,,!." Klakson di depan rumah Cecil berbunyi , tentu saja itu klakson mobil milik Arka yang menjemput Cecil .


Dengan malas Cecil masuk ke dalam mobil dan duduk bersama arka di depan.

__ADS_1


" Kenapa wajah mu seperti itu ?." Arka bertanya dengan lembut pada Cecil, ia begitu perduli


" Kenapa ? ,wajahku jelek ?." Ketus Cecil


" Huufff, " Arka menghembuskan nafasnya pelan ,ia bisa menebak bahwa mood Cecil sedang buruk pagi ini . Wajah Cecil tak seceria biasanya ,


Tak ada obrolan sepanjang jalan Arka takut kalau ia justru memancing kekesalan cecil .


Sampai lah mereka di kantor , Arka berjalan beriringan dengan Cecil, namun tetap tanpa kata ,sesekali Arka menatap Cecil yang menampilkan wajah datar tak seperti biasanya .


" Pagi pak Arka , Cecil !." Sapa Fahira pada Arka dan Cecil yang baru saja datang ,


" Pagi ka .'Cecil tersenyum manis


" Pagi ." Jawab Arka datar


" Ooh iya pak , ini saya buatkan sarapan !." Fahira membawakan kotak bekal makanan dengan tas kecil berwarna biru . Arka sempat melirik Cecil yang ada di sebelahnya .


" Ambil saja pak ,itu rezeki loh ,pasti masakan Ka Fahira enak ." Cecil berkata dengan wajah biasa saja . Lalu meninggalkan Arka dan masuk ke ruangan nya lebih dulu.


Ia melihat Arka masuk namun ia tak melihat Arka membawa apapun , Arka langsung duduk di tempat duduknya dan membuka laptop milik nya. Beberapa kali Arka melirik Cecil namun Cecil masih belum berkata apa apa , dan tak pernah melihat ke arahnya. Arka sedikit banyak merubah sifatnya, Dingin dan cuek tak berlaku jika berhadapan dengan Cecil, ia berusaha untuk lebih sabar lagi menghadapi Cecil dengan menurunkan ego nya , Sifat Arka tak jauh beda dengan sang Ayah Rafa , di luar sifatnya bisa tegas dan dingin tetapi jika berhadapan dengan orang yang di cintainya bisa berubah lembut .


" Cecil , istirahat lah jika lelah !." Arka berbicara pada Cecil, ketika melihat Cecil memijat pelipisnya menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam.


" Hemmm." Hanya itu jawaban Cecil


Arka menyuruh Ob untuk membawakan teh hangat untuk Cecil.


" Sini biar saya berikan !." Arka mengambil gelas yang di bawa Ob saat ingin memberikannya pada Cecil .


" Minum lah , apa kepala mu pusing ?". Arka meletakkan teh hangat di meja dan berjalan ke arah kursi yang di duduki Cecil. Memijat kepala Cecil perlahan hingga membuat Cecil terkejut .


Cecil menyingkirkan tangan Arka, " Aku tidak apa apa !." Cecil kembali menegakkan posisi duduk nya.

__ADS_1


Habis sudah kesabaran Arka menghadapi sifat Cecil yang beberapa Hari ini mengabaikan nya , kesabaran Arka sebenarnya cukup tebal namun kini sudah setipis tisu menghadapi tingkah Cecil.


" Aabang,,mau apa ?." Arka menarik tangan Cecil agar bangun dari kursinya dan membawanya ke salah satu ruangan yang jarang sekali ia masuki yang berada tepat di belakang rak buku, Yah ada sebuah kamar yang tidak terlalu besar dengan satu ranjang juga meja , bersih dan wangi , ini adalah ruang beristirahat yang sengaja ia buat , namun jarang sekali ia masuk ke dalam nya .


" Aabang mau apa ?." Cecil terlihat gugup . Jadi mengulangi pertanyaan nya


" Abang lelah menghadapi mu, susah sekali membuat hatimu percaya pada abang , seberapa lama lagi abang harus menunggu , apa harus dengan memaksamu ,?." Arka menatap Cecil dengan sendu , tangan nya menggenggam kedua tangan Cecil dengan erat , " Abang berani bersumpah tidak memiliki perasaan pada wanita manapun selain kamu !." Arka mencium ke dua tangan Cecil bergantian .


Hati Cecil melunak , ia memang selalu melihat kesungguhan Arka saat berucap padanya , kali ini Cecil luluh dengan kata kata lembut dari Arka ,


Arka mencium kening Cecil, menatap lembut mata lentik yang mengerjap lucu, rasanya ia tak ingin hanya mencium kening . kelelakian nya menuntunnya untuk mengecup bibir mungil nan penuh itu . Kecupan kecil lalu Arka sedikit menjauhkan wajahnya , menatap Cecil yang juga menatapnya . " Abang mencintaimu CECILIA , " Arka mencium kembali bibir mungil Cecil, dengan penuh kelembutan ********** bergantian ,saling menikmati satu sama lain , Arka tak ingin kenikmatan ini usai namun Cecil melepaskan pungutan itu .


" Apa abang benar benar mencintaiku ?."


" Ya , sangat !." Jawab Arka dengan yakin.


" Apa jika aku meminta abang agar tak terlalu dekat dengan keluarga Fahira, abang bisa ?."


Arka terdiam sejenak seperti sedang berfikir ,


" Aku sudah tau jawabannya!." Cecil melepaskan tangan Arka lalu beranjak berdiri, namun hanya seperkian detik ia sudah duduk kembali ,karena Arka menarik tangan nya untuk duduk .


" Apapun abang lakukan demi kamu , kamu mau menerima abang ?."


Cecil hanya mengangguk sambil tersenyum,


Itu Arka anggap sebagai jawaban , saking senang nya Arka langsung meraup bibir mungil Cecil , ********** secara menggebu hingga membuat Cecil kwalahan mengimbangi ,


Arka dan Cecil terbawa suasana , dan biar bagaimanapun mereka adalah lelaki dan wanita yang sudah dewasa, hal seperti ini adalah salah satu hal yang mereka inginkan ,Namun sepertinya Arka melewati batasnya , hingga sudah membuka dua kancing kemeja milik Cecil dan .......


-


-

__ADS_1


tbc ,apakah ceritanya tidak terlalu menarik ,banyak yang baca tapi tidak memberi like ,,aah syediih nya ,,tak lagi semangat 😔


__ADS_2