
" Aabang,,,,.! " Cecil terkejut karena Arka lah yang mencekal tangan nya dan menggeser semangkuk bakso yang baru saja ia beri sambal .
" Makanan ini tidak sehat untuk lambung mu ,,,!." Ucap Arka menatap Cecil tajam.
" Tapi aku ingin makan itu bang .! " Cecil tak terima ,terus menatap mangkuk bakso yang di geser Arka
Arka tak menanggapi ia justru menarik lengan Cecil dan mengajaknya keluar dari situ . Yang sebelum nya ia sudah memberikan uang seratus ribu pada penjual bakso itu .
" Awww...sakit bang ." Cecil merasakan pergelangannya sakit karena Arka memegangnya terlalu kuat .Seketika Arka melepaskannya , melirik pergelangan tangan itu yang sedikit memerah di lengan putih Cecil, lalu Arka menggenggam lembut tangan Cecil dan menuntun nya ke dalam mobil,
" Apa ini ." hati Cecil menghangat ketika tangan nya di genggam oleh Arka walau hanya seperkian detik namun mampu menggoyahkan hatinya yang bertekad untuk tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Arka .
Cecil duduk di belakang dengan Arka , sedang kan Fahira yang sejak tadi di dalam mobil tak ikut turun duduk di sebelah sopir . Fahira menyapa Cecil begitupun dengan Cecil, namun setelah itu tak ada yang bersuara , Fahira mengira Cecil habis di marahi dengan bos nya yang ia tau adalah kakak dari Cecil, karena menjadi pendiam .padahal yang Cecil rasakan justru sedang menetralkan detak jantung nya yang baru saja berdetak tak normal ,
Sampailah mereka di sebuah restoran yang bisa di bilang untuk kalangan kelas atas , Arka menyodorkan buku menu pada Cecil. Membaca satu persatu menu yang sebenarnya sudah biasa ia makan ,karena itu dia bosan dengan makanan seperti ini . Terbayang bakso berkuah panas berkaldu dengan saus dan sambal yang tadi belum sempat ia makan. ia sampai menelan ludahnya hanya dengan mengingatnya saja walaupun ia sempat mencicipinya seujung sendok.
" Pilihlah,,!." Arka juga menyodorkan buku menu pada Fahira namun bedanya dengan Cecil tak berkata sepatah katapun. Fahira menerimanya dengan senyum manis .
Melihat menunya saja sudah tak berselera ,di tambah dengan sikap Arka pada Fahira ia semakin tidak berselera , hingga akhirnya ia memilih menu apa saja yang ia tunjuk oleh tangan nya ,toh pada akhir nya ia akan mencicipinya saja .
" Cecil apa kamu sakit ?." Fahira melihat Cecil yang terlihat tak bernafsu untuk makan .
" Tidak ka , ." Jawab Cecil dengan senyum ceria nya.
" Tapi sepertinya kamu tak berselera makan .?"
" ini aku makan kok ." Cecil menyendok potongan yang lebih besar kedalam mulut nya , Namun seketika ia ingin memuntahkan nya ,hingga ia buru buru beranjak dari duduknya tanpa kata berjalan cepat menuju toilet .
" Huekk,,,huekk ." Cecil tak memuntahkan apapun ,tapi terasa begitu mual , sepertinya perutnya terlalu lama menahan lapar ,karena drama yang Arka lakukan. Beruntungnya Cecil sempat membawa tas nya hingga ia meminum obat sirup untuk meredakan rasa mualnya . Dan setelahnya Cecil tak ingin kembali ke kursinya,ia lebih memilih pulang secara diam diam namun saat di dalam taxi ia memberi pesan pada Fahira kalau ia pulang lebih dulu karena sakit perut .
Tentu saja itu membuat Arka geram , hingga ia menyuruh Fahira untuk makan lebih cepat ,namun ia sendiri tak memakan apapun hanya minum saja .
Kini Arka sudah kembali ke ruangan nya , ia menyuruh seseorang untuk memanggil Cecil.
" Tokk,Tokk,,!."
__ADS_1
" Masuk !"
Kini Cecil tengah berada di hadapan Arka hanya terhalang meja kerja . Arka menatap nya dengan tajam ,hingga membuat nyali Cecil menjadi ciut.
" Apa kamu tau kesalahan mu ?." Tanya Arka tegas .
Cecil menggeleng ,karena pekerjaan nya semua selesai dengan bagus tak ada yang salah , ia lupa ada kesalahan yang lebih Fatal yang di lakukan .
" Apa meninggalkan atasan mu yang mengajakmu makan siang itu bukan kesalahan !."
Aah,,,iya Cecil baru mengingat akan hal itu ,hingga tanpa sadar ia menggigit bibirnya .
" Kenapa diam saja !!!." Intonasi Arka sedikit meninggi hingga membuat Cecil terjengkit kaget
" Mmaaf pak !" Ucap Cecil pelan sambil menunduk
" Apa belum puas kamu mengabaikan ku selama ini !."
Seketika Cecil mengangkat wajahnya dan menatap Arka setelah mendengar perkataan itu .
Kini tatapan mereka bertemu , menyelami perasaan masing masing , perasaan yang satu sama lain memiliki rasa yang sama namun seperti terhalang tembok tinggi, Padahal tembok itu mereka yang sengaja membuat nya . Cecil memutuskan pandangan itu lebih dulu dan kembali menunduk.
" Kamu berjanji tidak akan mengabaikan ku lagi ?." Tanya Arka , Padahal Arka tau bukan itu yang di maksud Cecil .
" Maksud saya buka itu pak ,,, tapi.....?"
" Jawab dulu pertanyaan ku ?." Jika Cecil memakai bahasa profesional dalam berbicara, Arka justru sebaliknya ." Aku meminta mu untuk tidak mengabaikàn ku DI MANAPUN ." Arka menekan kan kata itu tepat di telinga Cecil yang masih menunduk , hingga Cecil tak tau kalau Arka sudah beranjak dari duduknya dan berdiri di samping nya . Membuat bulu kuduk Cecil merinding .
" Apa kamu ingin menerima hukuman mu karena meninggalkan ku tiga tahun lama nya ."
Kening Cecil mengerut tanda bingung dengan apa yang Arka katakan , Arka beberapa kali membuat kejutan pada jantung nya dalam kurun waktu beberapa jam , Ia khawatir jantungnya tak akan kuat. Arka bersidekap menyandarkan tubuhnya pada meja tepat di depan Cecil, Wajahnya datar namun seperti meneliti ,Sekarang Arka lebih banyak berbicara dari biasanya ,sudah cukup untuknya membiarkan gadis di hadapannya ini bertindak semaunya , Namun Arka enggan mengakui ketertarikannya pada Cecil walau pada diri nya sendiri sekalipun , Sifat gengsi nya sudah mendarah daging .
Cecil sudah mulai merasakan lemas di kakinya karena berdiri terlalu lama , makan siang yang telat setelah itu dia tidak makan apapun , lalu di panggil ke ruangan Arka dan mendapatkan kejutan pada jantungnya .
Arka memperhatikan itu , yah wajah pucat Cecil sudah mulai terlihat . Arka memegang tangan Cecil dan menuntunnya untuk duduk di sofa , dan memerintahkan Fahira untuk mengambilkan Air hangat .
__ADS_1
" Apa harus saya panggilan Dokter ?." Bahasa Arka sudah mulai seperti biasa karena kini ada Fahira di antara mereka,
" Tidak pak terimakasih, bolehkah saya kembali ke ruangan saja saja ?." Tanya Cecil dengan lembut.
" Saya bisa mengantarkan mu ." Fahira berkata pada Cecil wajahnya juga nampak sedikit khawatir ,
" Tidak ka , terimakasih aku bisa sendiri ." Cecil menolaknya denga ramah .
" Maaf Pak, sepuluh menit lagi kita akan ada rapat , .!" Fahira menyampaikannya pada Arka ,
" Kamu Handle sebentar , nanti saya menyusul .!" Sekilas Arka melirik Cecil yang tengah duduk di antara Arka juga Fahira .
" Baiklah pak kalau begitu saya permisi ." Fahira melangkah pergi keluar dari ruàngan Arka , namun lagi lagi Cecil bisa menangkap raut wajah kecewa dari Fahira tipis saja tapi Cecil tau itu .
Setelah kepergian Fahira ,Arka memanggil Dokter perusahaan untuk memeriksa Cecil . Tak ada yang bisa di lakukan Cecil ia kini hanya pasrah saja saat mendengar Arka menelfon Dokter .
Tak lama berselang Dokter wanita yang sudah berumur masuk ke dalam ruangan Arka ,memeriksa Cecil yang di baringkan di atas sofa panjang.
Sesuai tebakan Arka dulu saat di Amerika melihat beberapa obat lambung ,Cecil menderita Asam lambung yang sudah akut , akibat pola makan yang berantakan juga terlalu sering begadang . Sesuai dengan penjelasan yang dokter berikan tadi .
" Pak bolehkah saya kembali ke ruangan saya ?."
" Panggil seperti biasa saja, kita kini hanya berdua ."
" Heemm,,,abang , bolehkah aku kembali bekerja ?."
" Tidak , diam lah di sini ."
" Bukankah abang seharusnya ada rapat ?." Cecil mengingatkan
" Fahira sudah bisa menghandle nya sendiri.!" Arka yang semula duduk di sofa tunggal kini berpindah duduk di sebelah Cecil.Memegang dagu mungil itu mengarahkan agar menatap nya , Cecil seperti terhipnotis oleh tatapan lembut Arka yang tak pernah ia lihat sebelum nya . Mata mereka terkunci satu sama lain ,, Arka semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Cecil .
Cecil merasakan hembusan nafas yang menyapu bulu halus pada wajahnya, aroma maskulin terasa menyengat pada indra penciuman karena tak lagi berjarak , semakin dekat semakin terasa hangat hembusan itu ,, hingga.......
-
__ADS_1
-Tbc
Jangan lupa tinggalkan jejak yah kakak kakak 😊😊😘