Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Cecil tak bisa di atur


__ADS_3

Suasana di ruangan Arka begitu dingin Arka yang kini menatap nya tanpa ekspresi .Seperti meneliti seluruh tubuh Cecil


" Maaf Pak ada apa ya ?." Cecil mencoba bersikap seperti biasa . Padahal hatinya sudah takut .


Arka bingung harus apa ,dia kesal dia marah dia cemburu tapi ia harus mengatakan apa , Ia melihat Cecil tertawa tawa dengan Edward begitu bahagia di matanya ,padahal Cecil memang seperti itu .Ingin sekali ia menarik Cecil waktu itu namun ia masih memikirkan kredibilitasnya di depan Edward rekan bisnisnya saat ini ,sehingga ia hanya menahan kesal dari dalam mobil ,hingga membuatnya melewatkan makan makan siang karena terus mengawasi Cecil sampai Cecil di antar kembali ke kantor dengan Edward


" Nanti kita pulang bersama ."


" Haaahh..., apa ini ?, apa dia tidak salah dengar, apa dia di panggil hanya untuk hal tidak penting seperti ini , menyebalkan sekali " batin Cecil.


" Maaf Pak apa ada lagi yang ingin anda katakan ?." Masih dengan wajah senormal mungkin .


" Tttidak...," Arka sedikit gugup ta seperti biasanya .


" Baik lah saya permisi ,." Cecil berbalik badan ingin keluar dari ruàngan itu.


Cecil terdiam kaku ,tangannya yang hendak memegang handle pintu terhenti mengantung tak bergerak ,jantung nya berdetak maraton ia merasakan hangat pada tubuhnya dekapan erat dua tangan yang melingkar di perutnya serta hembusan nafas yang berhasil membangunkan bulu halus di leher nya ,seolah membuat waktu berhenti .


" Kamu milik abang !!!." Suara penuh penekanan namun masih terdengar lembut ,seolah tak suka miliknya di dekati oleh orang lain .


" Aku bukan milik abang , abang tak menyukai ku , jadi jangan mengklaim sembarangan !!!!." Cecil ingin sekali berkata seperti itu ,tapi ia hanya bisa mengucapkan nya dalam hati ,entah kenapa nyalinya begitu ciut jika sudah sedekat ini dengan Arka,


Arka membalikkan tubuh mungil Cecil ,sehingga mereka saling berhadapan dan tatapan yang sulit di selami satu sama lain " Mulai sekarang kita akan pergi dan pulang kerja bersama ." Arka merapikan rambut Cecil .


" Aku tidak mau, jangan mengaturku!!!." lagi lagi Cecil hanya mengucapkan nya dalam hati ,Arka benar benar menghipnotis gadis yang biasanya cerewet ini hingga tak mampu berkata apa apa .


" Cupp,,,,Kembali lah bekerja ." Arka mengecup kening Cecil dengan lembut .


Cecil pun keluar ruangan dengan wajah yang bingung , Ia bingung siapa tadi yang berbicara dengan lembut di dalam , Ia merasa itu bukan Arka, tatapan nya begitu lembut, ia merasa Arka memiliki kepribadian ganda , kenapa ia baru mengetahuinya padahal mereka sudah dari kecil bersama .


" Cecil , Cecil, kamu kenapa ?." Fahira bingung saat melihat Cecil melamun sesaat keluar dari ruàngan bos nya , sayang nya ia tak mendengar apapun karena ruangan bosnya kedap suara .Dalam pikirannya Cecil mungkin shock karena habis di marahi.


" Aaah,,iya ka ,kenapa ?." Cecil terkejut saat Fahira mengguncang lembut bahunya .


" Kamu yang kenapa ?, kok melamun gitu , apa kakak mu marah marah ?."


" Ooh,, iiya ka, eehh tidak ,,,cuma sedikit kok !." Cecil gelagapan menjawab pertanyaan Fahira.


" Yang sabar yah , tetap semangat !."


" iiiya ka, aku permisi ya .!" Cecil pun kembali ke ruangan nya .


Fahira memandang Cecil dengan pandangan yang sulit di artikan .

__ADS_1


Di dalam ruangan Cecil masih melamun ,mencoba mengingat kembali ucapan Arka padanya ."kamu milik abang !!!." " Apa maksudnya kalau aku ini miliknya, bahkan dia tak sekalipun bilang kalau mencintaiku , apa aku harus menurut pada nya ,,ooohhh,,,tentu saja tidak , aku tak ingin lagi di mainkan oleh si batu itu , ayoo Cecil semangat dan lupakan omongan si batu itu !." Cecil berucap pada dirinya sendiri. Cecil bertekad tak akan menuruti omongan Arka ,ia memang masih memiliki rasa pada nya Namun ia ingin mendengar Arka menyatakan cinta padanya , namun selagi Arka belum mengatakan itu jangan harap Cecil akan menjadi gadis penurut .


Jam pulang kerja pun tiba , Cecil sudah merapikan meja nya ,dan ia berjalan tak seperti biasanya , yah ,kali ini ia tak ingin berpapasan dengan Arka , hingga ia berjalan seperti terburu buru .


" Hubungi Cecil, bilang saya menunggunya di mobil ." Arka berbicara pada Fahira ,


" Baik pak , ." Fahira pun menghubungi Cecil namun Cecil belum juga mengangkat telfon nya dan Arka mengetahui itu .


" Tidak di angkat pak ."


" Tanya pada security!."


Fahira pun turun dari mobil Arka dan menghampiri Security yang sedang berjaga . Tak lama ia pun kembali masuk ke dalam mobil " Katanya tadi sudah pulang pak 10 menit yang lalu ."


Arka mengepalkan tangan nya kesal dan itu bisa di lihat oleh Fahira , mobil pun melaju .


" Mamaaàh,,,,aku pulaaang,,,,!." Cecil sedikit berteriak saat masuk ke dalam rumah.


" Assalamualaikum dong sayang !,'


" Ahh iya ,maaf mah , assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, mandi sana ,setelah itu kita makan malam, sebentar lagi papah mu datang .!"


Pagi menjelang, Cecil sarapan dengan lebih cepat dari biasanya ,


" Nak ,pelan pelan makan nya ." Ucap Sandy


" Maaf Pah, aku buru buru ."


" Apa ada pertemuan nanti ?."


" Tidak pah , hanya kalau siang sedikit jalanan akan macet , aku ngantuk kalau macet ."


" Apa kita carikan supir saja pah buat Cecil, biar anak kita tidak lelah ."


" Tidak ,tidak mah ,aku tidak mau ,."Cecil langsung membantah sebelum papah nya ikut menjawab.


" Bahaya loh sayang kalau kamu ngantukan."


" Amann mah , tenang saja , mamah dan papah tidak usah khawatir ."


" Baiklah ,kamu harus hati hati yah sayang ?."

__ADS_1


" Iya mah ."


Cecil sempat melirik sekilas garasi di depan rumah Arka masih tertutup ,dan ia dapat melihat mobil Arka yang masih terparkir .


"Pak buka gerbang nya pelan pelan ya .!" Cecil berbisik pada security rumahnya yang hendak membuka gerbang .


" Loh ,memangnya kenapa neng?." Security yang masih saudara dengan pak de dan bu'de pengasuhnya dulu itu terlihat bingung ,


" Nanti singa tetangga bangun ."


" Mana ada yang pelihara singa di sini


neng,"


" Iiisss,,,si bapak di bilangin ga percaya, udah buruan buka nya pelan pelan ,."


" Baik neng ." Sesuai perintah security itu pun membuka gerbang secara perlahan ,


" Wwussss,,, Cecil langsung melesat sesaat setelah gerbang itu terbuka sempurna .


" Eeeeh,,,buseet neng Cecil, suruh buka pelan pelan eeeeh,,,,dia yang ngebut , " Security itu geleng geleng kepala .


Saat hendak menutup gerbang kembali ,mobil Arka justru keluar dari garasi .


" Tiiin..." Arka membuka kaca pintu mobil nya .


" Iya den ?."


" Tolong panggilkan Cecil pak ."


" Sudah berangkat den , baru saja , sekitar lima menit yang lalu .!


" Terimakasih ."


" Wwuussss,,,Arka juga melajukan mobil nya dengan cepat sama seperti Cecil.


" Ya ampun , mereka janjian mau balàpan kali yah.....!."


-


-


tbc

__ADS_1


Kakak kakak bisa kah beri bintang dan like pada novel ini , biar othor tambah semangat .


__ADS_2