
" Maaf Pak." Fahira langsung menarik tangannya dan tersipu malu .
" Heemm...!" hanya itu jawaban Arka .Mereka pun makan bersama ,bukan Cecil namanya jika tidak membuat suasana lebih hidup dengan ocehan random nya hingga membuat Fahira sesekali tertawa, tapi itu tidak berlaku untuk Arka , wajahnya masih saja datar .
" Oh iya, setelah ini kalian akan kemana ,karena aku akan ke kampus , ucap Cecil sambil memasukkan beberapa bukunya ke dalam ransel ." hari ini jadwal kita kosong jadi mungkin aku akan kembali ke Hotel sembari mengerjakan berkas yang belum selesai ." Jawab fahira .
Arka masih sibuk dengan ponselnya tanpa mendengarkan apa yang para wanita itu bicarakan.
" Abang , apa abang akan tetap di sini ?."
" Apa kamu keberatan ?."
" Abang kenapa sih jawabannya selalu seperti itu ?." Kesal Cecil.
" Ayo abang antar ." Arka berjalan lebih dulu dan menunggu di samping mobilnya .Fahira dan Cecil berjalan bersamaan ,
Cecil berjalan ke mobil nya sedangkan Fahira berjalan ke arah mobil Arka.
" Mau ke mana ?." Arka mencekal tangan Cecil yang hendak membuka pintu mobilnya .
" Mau ke kampus lah !." Cecil menjawab sambil mengernyit bingung .
" Bukankah tadi abang bilang akan mengantar mu ."
" Tapi bang , aku bawa mobil saja agar lebih mudah saat aku pulang ."
" Fahira kamu bawa mobil ke hotel , ." Arka melempar kunci mobil nya dan dengan refleks di terima oleh fahira .
" Baik pak ." Fahira memandang Arka dengan sedikit berbeda ,itulah yang di tangkap Cecil.
Kini tinggalah Arka dan Cecil berada di dalam mobil. Kali ini tak ada ocehan random dari Cecil, terasa begitu sepi bagi Arka .Dan si pemilik gengsi yang gede itu pun tak ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu . Hingga sampai di depan Kampus tak ada satupun yang berbicara .
" Abang akan menjemput mu nanti !." Kata terakhir yang terucap lalu Arka meninggalkan Cecil yang masih terdiam seperti orang bingung .
" Kenapa dia selalu seenaknya !." Cecil mendengus kesal lalu masuk ke dalam kampusnya ." Obat ku ." Cecil teringat sesuatu ,obat yang selalu ia minum setiap pagi tertinggal di dalam mobil. Tidak masalah kalau mobil itu di parkir ,tetapi kali ini Arka membawa mobilnya entah kemana .
Cecil tak bisa berkonsentrasi saat ini , kepalanya begitu pusing serta mual yang ia rasa saat ini . Ia merampas perut nya yang terasa nyeri , Cecil merogoh tas nya mencari ponsel untuk menghubungi Arka , Namun sebelum nya teman teman sekampus nya sudah membawanya ke klinik lebih dulu .
__ADS_1
" Cecil apa kamu baik baik saja ?." Tanya seorang teman yang membawa Cecil ke klinik dengan panik . Cecil di antar oleh 4 orang temannya yang berasal dari Indonesia sama sepertinya .
" Tidak usah khawatir, aku baik baik saja !." Cecil tersenyum lemas .
Dengan tergopoh gopoh Arka menghampiri Cecil yang masih berbaring ," Ayo kita pulang ." Ucap Arka tanpa basa basi pada teman teman Cecil yang berada di situ , membuat Cecil menjadi tidak enak .
Kini Arka sudah berada di kamar Cecil , Suasana kamar yang jauh dari sifatnya yang ceria , Bernuansa Abu tua cenderung gelap tak ada pernak pernik di meja rias nya tak ada foto di dinding kamarnya polos biasa saja . Arka membuka kotak obat berwarna putih yang berada di nakas samping ranjang tepat di bawah lampu tidur . Satu demi satu obat ia perhatikan , Ia juga menatap Cecil yang tertidur sejak di dalam mobil ,dengan wajah pucat ,
" Kenapa wajah mu menipuku ." Arka menaruh kotak obatnya .
Fahira di minta Arka untuk membantu Cecil selama Cecil sakit karena hari ini adalah hari minggu jadi tak ada jadwal kemana pun .
" Cecil ,makan lah ,kakak buatkan bubur untuk mu !." Ucap fahira lembut ,
" Ka , jangan berlebihan ,aku tidak apa apa , aku bisa sendiri !." Cecil tidak ingin menyusahkan siapapun seperti ini .
" Apa mamah dan papah mu sudah tau tentang ini ?."
"Jangan katakan apapun bang , aku tidak apa apa , aku tidak ingin mereka khawatir !."
" Apa kamu kesepian di sini ?." Tiba tiba saja Fahira ikut bicara .
" Aku sudah bisa menebak itu karena kamu orang yang begitu menyenang kan !." Sambung Fahira
Tapi tidak dengan Arka ,ia seperti sedang menebak nebak sesuatu ,hingga ia menatap Cecil dengan begitu lekat , kini Cecil memilih makan bersama di atas meja makan , Fahira telah memasak makanan untuk mereka , membuatkan bubur untuk Cecil juga beberapa menu untuk Arka .
" Pak ,silahkan makan ." Fahira sudah mengambilkan nasi dengan beberapa lauk yang ia masak kepada Arka .
" Terimakasih !." Arka memakan nya dengan lahap sudah beberapa hari di sini ia tak menemukan masakan yang bercita rasa Indonesia , untung nya Cecil memiliki beras yang ia bawa dari Indonesia,
Kalau Arka terlihat lahap ,namun tidak dengan Cecil ia justru tak berselera ,.
Cecil menatap Fahira lalu bergantian menatap Arka , Ada rasa yang nyeri di hatinya ,
" Huufff..." Tanpa sadar Cecil menghembuskan nafasnya dengan kasar hingga membuat Arka dan Fahira menoleh ke arahnya.
" Kamu kenapa ?." Tanya Arka .
__ADS_1
" Aaah,,,tidak apa apa lanjut kan saja makan nya , aku mau kembali ke kamar , " Cecil sudah tak bernafsu untuk makan
" Tapi kamu hanya makan sedikit.!."
" Aku sudah kenyang , " Cecil mencoba berdiri namun ia merasakan kepala nya berputar putar . Hingga membuat tubuhnya oleng.
Dengan singgap Arka langsung memapah Cecil ke dalam kamar ," Lebih baik kita ke rumah sakit saja ".
" Tidak perlu bang ,aku hanya butuh istiratah " Akibat kesibukan nya mengerjakan tugas tugasnya Cecil sering begadang juga pola makan yang berantakan membuatnya memiliki penyakit lambung hingga harus membuatnya meminum obat secara rutin .
" Besok abang sudah mulai sibuk ,dan mungkin tidak sempat menemuinmu , bagaimana bisa meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini ?." Arka terlihat cemas.
Cecil yang awalnya terpejam kini membuka matanya , baru kali ini ia mendengar Arka berkata dengan panjang lebar ,ada perasaan haru di hatinya ." Abang mengkhawatirkan ku ?."
" Ten,,tentu saja kau adik ku ." Jawab Arka sedikit kikuk.
" Aahhh,,,iya ,hanya adik, apa yang aku harapkan ." Cecil berkata dalam hati , "Abang tidak perlu khawatir aku bisa mengatasi ini , abang pulang saja , " Cecil memiringkan tubuhnya membelakangi Arka.
Arka hanya mantap punggung itu dan pergi keluar dari kamar .
" Ciiihhhh,,kau bodoh sekali Cecil, " Cecil menertawakan diri sendiri .Pikirannya melayang jauh sebelum ia pergi ke Negara ini , untuk apa Arka mengambil ciuman pertamanya ,dan untuk apa dia begitu marah saat itu , perasaan Cecil di bawa naik turun oleh Arka, Sudah berapa kali Arka secara gamblang kalau menganggap nya adik , namun pada saat tertentu Arka menunjukkan perhatian seolah memiliki ketertarikan pada nya, Dan semenjak bertemu dengan Fahira , Cecil merasa insecure, Fahira cantik ,pintar ,pandai memasak pakaiannya sopan juga ramah , paket komplit menurut Cecil ,bukan tidak mungkin Arka menyukainya suatu hari nanti karena mereka selalu bersama . Bukan Cecil namanya jika tidak bisa menutupi rasa sakit di hatinya , sifat ceria nya membuat tameng bahwa ia tak mudah di sakit .
Kini Arka sudah kembali ke Negara nya . Begitupun Cecil sudah menjalani hari harinya seperti biasa . Ia sudah bertekad akan melupakan perasaan nya pada Arka , karena ia yakin Arka tidak mungkin menginginkan nya . Ià tak mau akan mengalami sakit lebih dari ini ,
Berbeda dengan Arka , hari harinya terasa hambar tanpa mendengar ocehan Cecil, Apalagi semenjak ia pulang Cecil tak sekalipun menghubunginya secara pribadi hanya menitip salam pada bunda nya saat mereka sedang menelfon.
Arka terlalu gengsi untuk menghubungi lebih dulu , sedang kan Cecil sedang berusaha menata hatinya untuk melupakan perasaanya.
tiga tahun sudah Cecil berada di Negri orang ,dalan kurun waktu itu Cecil sama sekali tak pernah pulang ke Negaranya , hanya Sandy dan Diana lah yang beberapa kali berkunjung untuk menemui anak mereka . Tepat hari ini Cecil akan pulang. Segudang rindu untuk tanah kelahirannya juga keluarga nya .
" Mamah, papah, bunda ,ayah kakek nenek ." Semua yang ada di bandara untuk menjemputnya tak luput dari sapaan nya. Semua bergantian untuk memeluk tubuh mungil yang semakin cantik itu . Namun Cecil tak melihat bahwa ada seorang lelaki yang juga menunggu kedatangan nya terus menatap dengan lekat, wajah tanpa ekspresi datar dan dingin .
Kisah mereka di mulai setelah ini .....
-
- tbc
__ADS_1
Dukung terus ya kaka kaka 😍😍 jangan lupa tinggalkan jejak setelah baca 🤗