
Arka memberi tanda di atas aset milik Cecil, namun Cecil segera menyadarkan nya. Arka tersenyum ketika Cecil mendorong tubuhnya lalu menutup dada dengan kedua tangannya
" Abang jangan seperti ini !." Cecil cemberut sambil mengancingkan kembali kemeja nya .
" Kamu milik abang !!."
" Iya tapi ga begitu juga , aku ga mau abang kelewat batas !!." Ucap Cecil dengan wajah cemberut .
" oke oke ,abang minta maaf ,tapi kalau yang ini boleh ?." Arka mengusap bibir mungil yang sedikit membengkak dengan ibu jari nya .
" Hemmm,,," Cecil tersenyum kikuk, "Sudah aah aku mau kerja lagi ,." Cecil mendorong tubuh Arka yang ada di hadapannya .
" Tidak perlu ,kamu istirahat saja !."
" Aku ga apa apa kok, tadi hanya sedikit pusing saja !."
" Pusing ya pusing ,tidak ada sedikit pusing, sudah kamu istirahat saja !." Arka tak ingin di bantah .
" Mulai deh !." Cecil menatap malas Arka yang baru saja menutup pintu , Cecil tidak suka dengan sikap Arka yang selalu berlebihan juga sifat memerintahnya yang tidak mau di bantah. Bertolak belakang dengan sifat Cecil.
Hari ini adalah hari pengesahan Arka sebagai kekasih Cecil mereka akan merayakannya dengan makan malam, dalam obrolannya di mobil Cecil meminta untuk merahasiakan hubungan mereka dulu dari semua orang , tetapi Arka tidak setuju , Arka akan tetap memberitahukan hubungan mereka ,
" Pliss bang , cuma sementara kok , aku minta waktu satu tahun ,setelah itu terserah abang !."
" Siapa yang ingin memacari kamu selama itu ?."
" hahh, maksud abang apa ?."
" Abang memilihmu bukan hanya untuk di jadikan kekasih, tetapi juga di jadikan istri ,jadi abang ga akan selama itu memacarimu!!."
" Tapi bang ,aku tidak mau kalau kita langsung menikah , karena ....!".
" Kenapa ,kamu masih ingin bebas pergi dengan Edward ?." Arka selalu cemburu melihat kedekatan Cecil dan Edward , Arka menepikan mobilnya di pinggir jalan sepi
" Iya !!!, braakk..." Cecil membanting pintu mobil dengan kesal dan pergi meninggalkan Arka yang terus memanggilnya . Itu lah mengapa Cecil menginginkan kekasih yang jauh di atas nya agar tak selalu ribut seperti ini , ia ingin di pahami .
" Cecil tunggu , tunggu ,maaf ." Arka berlari menyusul menarik Cecil dalam pelukan nya mendekap nya erat ,ia tau tak mudah untuk menaklukan gadis ini , "Baiklah abang ikuti apa mau mu , tapi jangan dekat dengan lelaki manapun ,termasuk Edward ."
Cecil tersenyum dalam dekapan Arka,ia senang Arka merasa cemburu padanya . Cecil mendongak " Tapi bang ,aku dan Edward hanya teman, abang kan tau kalau selama ini aku tidak punya teman !."
" Tidak ada teman antara lelaki dan perempuan pasti salah satunya memiliki ketertarikan !."
" Begitu juga abang dengan Fahira ?."
" Abang tidak berteman dengan nya , dan kamu tau itu !."
" Tetapi Fahira kelihatan suka sama abang ?."
" Abang tidak perduli, satu satu nya gadis yang abang cintai dari dulu hanya kamu ?."
" Abang mencintaiku dari dulu ?."
" Hemmm.. " Arka masih mendekap erat di pinggir jalan yang dingin .
__ADS_1
" Tapi kenapa dulu abang cuek pada ku ?."
" Dulu abang tidak bisa mengimbangi sifat manja mu !."
" Jadi abang tidak suka kalau aku manja ," Cecil melepaskan pelukan nya, " Abang cari saja perempuan lain !!." Cecil berbalik badan ingin meninggalkan Arka.
" Heey,,,kenapa marah , abang belum selesai berbicara ." Arka berkata lembut sambil menarik kembali tangan Cecil.
" Tidak ada yang mau dengan perempuan manja , lebih baik aku sendiri saja !.'
" Heyy, dengar kan abang ,mulai detik ini bermanjalah hanya bersama Abang, ." Arka menatap Cecil dengan lembut ,mengelus pipinya " Kamu kedinginan ?, kita masuk saja ." Posisi Arka dan Cecil masih di tepi jalan dan mereka masuk kembali ke dalam mobil menuju restoran yang mereka tuju .
**
Arka kini sudah berada di rumah Cecil seperti biasa untuk berangkat bersama .
" Haii..." Cecil melambaikan tangan nya pada Arka dengan senyum ceria saat menuruni tangga . Namun wajah Arka justru terlihat tidak senang,
" Tak ada kah rok yang lainnya ?." Arka merasa rok yang di pakai Cecil terlalu minim ,
" Biasanya juga seperti ini kok ." Pakaian Cecil memang seperti biasa , hanya saja kini Arka adalah kekasih Cecil jadi ia tak suka jika paha kekasihnya di lihat banyak orang .
" Baiklah ,sore nanti kita mampir ke Mall ."
" Abang mau mengajak ku jalan jalan ?."
" Heem..."
" Asiiik,,,.! " Cecil senang langsung memeluk lengan Arka sembari berjalan keluar .
" Abang kenapa?". Cecil melihat perubahan wajah Arka.
" Tidak apa apa !." Entah Cecil yang terlalu polos atau dia yang terlalu mesum, Cecil memeluk tangannya tanpa sengaja menyentuh bagian yang sekuat mungkin ia hindari .
**
Pekerjaan berjalan seperti biasa ,Cecil dan Arka juga fokus pada pekerjaannya masing masing . Tiba tiba saja Fahira mengetuk pintu ruangan Arka ,dan Arka pun mempersilahkan masuk.
" Ada apa ?."
" Pak Arka maaf , bisa kah aku meminta izin hari ini ?." Fahira terlihat habis menangis.
" memangnya ada apa ?."
" Ibu ku di bawa kerumah sakit , dan sekarang koma !." Tangis Fahira pecah
" Ka Fahira, ibu nya sakit ?." Cecil langsung memeluk Fahira . Karena dari awal dia sudah mendengar.
" Pulang lah , jangan pikirkan pekerjaan mu ,biar nanti Cecil yang menggantikan nya !."
" Betul ka , biar aku nanti yang menyelesaikan pekerjaan kakak !."
" Terimakasih Cecil , pak Arka , kalau begitu saya permisi dulu !."
__ADS_1
" Kasihan sekali yah bang , !." Cecil berkata setelah Fahira keluar dari ruàngan Arka .
" Begitulah kehidupan tak hanya selalu tentang kebahagiaan !." Arka memeluk Cecil dari belakang .
" Abang ,geli , abang tidak ingin menjenguk ibunya ka fahira ?." Arka mengendus leher mulus Cecil dari samping .
" Tidak tanpa izin mu ?."
Cecil tersenyum bangga ternyata kini Arka menghargai perasaannya .
" Kita akan menjenguk nya sama sama !."
" Abang terserah pada mu saja !." Dan biasa Arka meminta jatahnya dari bibir mungil Cecil.
***
Sore ini Arka dan Cecil menjenguk ibunya Fahira ,setelah tau alamat rumah sakit yang di kirim dari Fahira , dan mereka membatalkan acara ke Mall yang sudah mereka rencanakan .
Fahira membukakan pintu untuk Arka juga Cecil yang baru saja mengetuk pelan pintu bercat putih bersih .
" Ooh,,Nak Arka !." Ibunda Fahira menyapa dengan nada ternyata bata , beliau sudah bisa komunikasi hanya masih terbatas , masa kritisnya sudah lewat, dan sadar satu jam yang lalu.
" Bagaimana kabar nya bu ?.," Arka mendekati dan berdiri di pinggir ranjang tak lupa ia menggandeng Cecil untuk tetap di sampingnya
" Yah ,seperti inilah tidak bisa di bilang baik ,siapa gadis cantik ini ?." Ibunya fahira memandang ke arah Cecil
" Dia ...."
" Dia adik nya pak Arka bu !." Fahira memotong ucapan Arka entah punya maksud apa , membuat Arka memandang tak suka kepada Fahira .
" Ooh, pantas dia cantik sekali !."
" Terimakasih bu ." Cecil tersenyum ramah .
" Fahira ,ibu merasa kalau ibu tidak bisa menemani kamu lebih lama lagi nak !." Wajahnya pucat dan berbicara dengan beberapa kali mengambil nafas karena merasa oksigen tidak terlalu banyak
" Jangan berbicara seperti itu bu ." Fahira menangis terisak ,Cecil berpindah dan berdiri di samping Fahira mengelus lembut punggung yang bergetar , terlihat rapuh ,ia pun ikut merasakan kesedihan yang Fahira rasakan.
" Nak Arka, hubungan kalian kan sudah lama , ibu titipkan Fahira pada mu , sayangi dan cintai dia , " Nafas Ibunda Fahira sudah tersengal sengal.
" Ibu tenang lah ,jangan terlalu banyak bicara !." Fahira menggenggam tangan sang ibu .
Sedangkan Arka tak berkata apapun
" Ibu ingin kalian segera menikah ,hanya itu permintaan ibu nak , agar ibu bisa menyusul ayahmu dengan tenang ,"
Perasaan Cecil tak karuan, Sang ibu bilang Kalau hubungan Arka dan Fahira sudah lama, Hubungan seperti apa ?, apa ada yang masih Arka sembunyikan dari nya . Ini seperti drama sinetron yang sering di tonton nenek nya , dan selalu ending dengan pernikahan , apa itu akan terjadi di kehidupan nyata , Arka adalah kekasih nya , rasanya Cecil menyesali telah menutupi hubungan nya dengan Arka.
Mata Cecil dan Arka bertemu ada sorot mata penyesalan dari Arka dan sorot penuh tanya dan kebingungan dari Cecil.
" Nak Arka , kamu mau kan menikah dengan Fahira ?."
-
__ADS_1
-tbc
Jangan lupa tinggalkan jejak dan bintang nya yah kakak kakak 🤩🤩