
" Deg,,!" Jantung Cecil berdetak ,ternyata tebakan nya dulu benar , ibunya Fahira menyuruh Arka untuk menikahi anaknya , apa boleh orang tua seegois itu ?, ingin menikahkan anaknya tanpa di beri pilihan dan sudah pasti keinginannya harus di turuti apalagi dengan menyebut permintaan terakhir .
" Ibu jangan terlalu banyak bicara ,ibu harus istirahat, jangan memikirkan yang lain dulu,." Fahira menggenggam tangan yang sudah keriput dan pucat itu.
" Mungkin setelah ini istirahat ibu akan lebih tenang nak , kamu tidak lagi sendiri, karena ibu akan menyusul ayahmu !." Nafas nya sudah mulai tak stabil , "Nak Arka mau kan ?."
Arka memandang Cecil dengan tatapan yang sulit di artikan , sedangkan Cecil tetap diam sambil mengelus punggung Fahira
" Saya akan menjaga Fahira semampu saya !!."
Ibunda Fahira tersenyum " Ibu haràp kalian segera menikah ,sebelum ibu tiada !."
" Maaf kalau soal itu , pernikahan bukan sesuatu yang harus segera di putuskan !." Tegas Arka.
" Ibu mengerti ,kalian pasti butuh waktu!." Ibunda Fahira tersenyum lemah,
" Baiklah kalau begitu kita permisi , perbanyaklah istirahat agar cepat pulih !." Arka pamit mengitari ranjang dan menarik tangan Cecil bersamanya .
" Saya permisi yah Fahira ,ibu semoga cepat sembuh ." Pamit Cecil sebelum lengannya di tarik Arka untuk segera keluar.
" Arka tunggu ??." Fahira memanggil Arka saat belum jauh dari pintu kamarnya .Saat di luar Fahira memang memanggilnya Arka ,terkecuali dalam lingkup pekerjaan dan dalam kantor.
Langkah Cecil dan Arka terhenti , Cecil berusaha melepaskan genggaman tangan Arka ,namun Arka justru mempererat genggaman nya .
" Maaf Arka ,bisa kita bicara berdua ?."
Arka melirik pada Cecil dan di jawab dengan anggukan kecil .
" Tidak ,bicaralah biarkan Cecil tetap di sini ." Tegas Arka
" Abang , aku tunggu di sana saja !." ucap Cecil pelan sambil melepaskan tangan nya .
" Tidak , diam di sini !." Ucap Arka tegas
" Baiklah , begini soal ucapan ibu ku ,eemm....!." Fahira menjeda ucapannya dan melirik pada Cecil .
" Katakan !!."
" Bisa kah kamu menerimanya saja ?, "
" Apa sebegitunya kamu tidak tau malu !!." kesal Arka
" Tidak ,tidak ,bukan seperti maksud ku , kamu hanya pura pura di depan ibu ku !."
" Apa dengan begitu ibu mu bisa sembuh ?."
" Aku tidak tau , tapi paling tidak ibuku bisa bahagia ."
__ADS_1
" Pikirkan bagaimana agar orang tua mu bahagia tanpa melibatkan orang lain ." ia merasa benar dangan apa yang di katakan Cecil sampai kapan ia harus bertanggung jawab akan Fahira , sejauh ini ia sudah bertanggung jawab ,namun ia mulai tidak suka jika kehidupan pribadinya di atur.
Arka berlalu pergi meninggalkan Fahira yang masih termangu.
" Abang ?." Cecil melihat wajah Arka dari samping
" Hemmm..." Jawab Arka tanpa melihat balik Cecil.
" Apa abang tidak kasihan dengan Fahira ?."
" Tidak !!."
" Apa....."
" Jangan bahas soal itu ,lebih baik kita pulang agar kamu cepat istirahat, ."
" Apa kita tidak jadi ke Mall ?." Cecil mengalihkan pembicaraan ,karena ia melihat Arka tak suka membahas masalah tadi.
" Tidak lama lagi Mall akan tutup, nanti kamu malah tidak puas memilih , lain kali kita ke sana .
" Baiklah ..." Ucap Cecil sambil cemberut
" kondisikan bibirmu sebelum abang lahap di depan orang orang ."
Tangan Fahira mengepal kuat melihat kepergian Arka, ia melihat genggàman tangan arka pada Cecil dan membuatnya tersenyum getir
Tiga hari kemudian Arka yang mendapatkan kabar kalau orang tua Fahira meninggal dunia ,ia juga beberapa staf mendatangi rumah Fahira untuk menyatakan rasa bela sungkawa namun cecil berangkat setelah Arka karena sedang ada urusan.
Saat sampai di rumah duka ,Cecil melihat Fahira yang menangis di pelukan Arka. Fahira terlihat erat memeluķ dan Arka mengelus lembut punggung fahira , itu biasa sebenarnya untuk orang yang sedang berduka , tapi cara memeluk fahira yang menurut nýa tak biasa.
Cecil mencoba biasa saja walaupun dalam hati kecilnya dia cemburu ,
" Ayo bu kita ke sana ?." Salah satu karyawan mengajak Cecil untuk mendekati Fahira dan Arka.Cecil pun berjalan bersama dua orang karyawan.
" Aku turut berduka cita ka !." Cecil berkata tepat di belakang fahira ,hingga membuat Arka terkejut dan melepas kan pelukan fahira .
" Terimakasih Cecil. " Fahira memeluk Cecil
" Yang sabar yah ka ," Cecil merasakan kesedihan yang Fahira rasakan.
" Kini aku sendiri, tak ada siapapun lagi ." Ucap Fahira sambil terisak ,menangisi hari hari kedepannya yang akan terasa jauh berbeda , ia sangat menyayangi ibunya ,dan ia tak memiliki saudara atau siapapun di sini .
" Aku ada di sini kak, kakak tidak sendiri !."
Jam 11 siang ibunda Fahira akan di makam kan ,Cecil ,Arka juga para pelayat ikut mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhirnya .
Arka terlihat beberapa kali memapah Fahira yang terlihat lemas .
__ADS_1
Terdengar bisik bisik beberapa ibu ibu yang juga ikut mengiringi yang kebetulan berdiri di sampingnya , " Beruntung banget Fahira punya kekasih yang kelihatannya sayang banget ya ?," "Iya ,udah tampan baik pula ." " Dan kaya juga tentunya ." " Tapi kasihan ya ,ibunya ga Bisa melihat mereka menikah nanti ." obrolan obrolan seputar Arka dan Fahira yang membuat kupingnya panas. Cecil melihat sekilas Arka dan Fahira yang sedang berjongkok di samping makam yang baru saja tertutup tanah . Arka memeluk pundak fahira sedangkan fahira bersandar pada bahu Arka sambil menangis , entah lupa atau tidak sadar kalau Arka sejak tadi mengabaikan nya .Akhirnya Cecil memilih pergi dan duduk di pinggir jalan sambil menunggu yang lain pulang , Satu persatu para pelayat itu pulang , tinggallah Arka dan Fahira , Cecil sengaja menunggu Arka agar bisa pulang bersama , namun dari kejauhan ia melihat Fahira dan Arka sudah masuk ke dalam mobil ,memang posisi Cecil duduk ada di sebelah kiri sedangkan kalau menuju parkiran lewat kanan secara otomatis Arka tak melihat Cecil yang sedang duduk.
Cecil menatap nanar Arka dan Fahira yang baru saja berlalu .
" Abang bahkan ga inget aku. " Cecil tersenyum miris,.
Sudah hampir magrib dari 2 jam setelah proses pemakaman ,Cecil berharap Arka akan kembali lagi menjemputnya , tapi ternyata tidak, Akhirnya karena sudah lelah Cecil memutuskan untuk pulang saja dengan hati yang sakit .
Tinggal lah beberapa orang tetangga di kediaman Fahira . Arka berulang kali menghubungi Cecil namun tak ada jawaban ,hatinya gelisah, ia mengira Cecil sudah labih dulu pulang dari pemakaman dan menunggunya di sini . Tapi saat sampai di rumah Fahira ia tak menemukan Cecil, , bahkan beberapa karyawan yang ikut tadi sudah kembali ke kantor atau kerumah masing masing ,dan Cecil berangkat bersama mereka ,jadi tidak membawa mobil sendiri.
" Apa sudah bisa di hubungi Arka ?." Fahira menaruh teh hangat di hadapan arka masih dengan wajah sembab juga suara yang serak .
" Belum !."
" Mungkin dia sudah pulang !."
" Baiklah kalau begitu saya permisi !." Arka berpamitan .
" Terimakasih atas bantuannya , dan terimakasih sudah menemaniku melewati hari yang berat ini !."
" Sama sama , saya permisi !." Arka berlari kecil menuju mobilnya ,ia ingin bertemu dengan Cecil dan meminta maaf padanya , ya ia kini sadar bahwa ia mengabaikan Cecil sejak tadi .
" Cecil ,ayo angkat !!." Di dalam mobil Arka berusaha untuk kembali menghubungi Cecil tetapi hasilnya nihil ,Cecil tak menjawab telpon nya . Waktu ditempuh setengah jam kini Arka berhenti di depan rumah Cecil juga di depan rumahnya.
" Taakkk taakk." Arka membunyikan kunci pengait pagar yang sengaja ia benturkan.
Dan pintu gerbang pun terbuka .
" Ooh ,dan Arka ada Apa ya ?."
" Apa Cecil sudah pulang ?."
" belum den , memangnya ada apa ?." Security itu juga panik karena biar bagaimana pun Cecil juga di titipkan padanya .
" Tidak apa apa !." Arka kembali ke dalam mobil dan membelokkan ke rumah nya , ia berharap Cecil ada di rumah nya .Namun Ia semakin panik ketika Cecil juga tak ada di rumah nya .
" Cecil kamu di mana ?." Arka mengusak wajahnya , bahkan ponsel Cecil kini mati ,
" Saya antar pulang ya neng ?."
" Aku tidak mau !!!."
-
-Tbc
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😍
__ADS_1