
" Deg," Jantung Cecil berdegup kencang ketika mendengar ucapan cinta yang memang selama ini ia tunggu tunggu , Arka terlalu gengsi untuk mengatakan itu dari dulu , tetapi sekarang dengan tegas Arka menyatakan cinta padanya .
" Cecil , lihat abang !." Arka memegang kedua tangan Cecil agar menghadap nya, mata mereka saling pandang, ada cinta pada sorot keduanya ,bulu mata lentik yang menghiasi mata bulat nan jernih itu mengerjap indah, " Aabang mencintaimu CECILIA ,,,!." Arka mengulangi lagi ucapan nya ,
Cecil masih terdiam kaku entah harus apa , ia senang bahkan sangat senang dengan pernyataan cinta itu , namun bibirnya kelu ingin menjawab itu .
" Cecil ,apa kamu menerima cinta abang ?." Arka terlihat penuh harap , Arka mengelus pipi yang sedikit cuby itu , terasa dingin mungkin hawa di luar yang membuat pipi Cecil terasa dingin." Jawab abang Cecil !."
" Trek,trek ...!." suara pengait pagar yang nyaring mengagetkan Cecil juga Arka dengan refleks Cecil melepaskan genggaman tangan Arka .
Pagar pun terbuka , " Loh ,non kok ada di sini ?."
" Eumm, iiiya ,ini baru mau masuk !." Ucap Cecil sedikit gugup . Lalu masuk meninggalkan Arka begitu saja tanpa menjawab yang Arka tanyakan.
" Masuk Den !." Security itu menyapa Arka. Ketika Cecil sudah masuk ,tinggalah Arka masih tetap berdiri.
Ingin sekali Arka menghajar security itu karena merusak momen nya yang mungkin sulit untuk ia ulang lagi , bahkan jawaban dari Cecil belum ia dapatkan . Arka pun berlalu pergi begitu saja masuk kedalam mobilnya , dan membelokkan ke arah rumahnya
**
Keesokan paginya terjadi kehebohan di rumah Sandy karena Cecil mengeluh kalau perutnya sakit Di sertai muntah muntah , padahal ia sudah meminum obat yang selalu biasa ia minum , tetapi kenapa perutnya tetap sakit .
" Sayang ,ayo kita ke rumah sakit !." Diana terlihat cemas dengan wajah pucat Cecil dan juga tubuhnya yang lemas .
" Aku tidak mau mah !." Cecil merengek tidak ingin di bawa kerumah sakit , saat di luar negri Cecil pintar mengatur pola makan dan asupan gizi untuk tubuhnya ,namun semenjak di sini Cecil membebaskan dirinya untuk makan apapun, karena ia pikir kalaupun ia sakit ada mamah dan papah nya yang akan mengurusnya, jadilah Cecil pada mode manja seperti biasa kalau sedang sakit .
" Kamu makan apa nak ,sampai bisa sakit perut seperti ini ?." Sandy bertanya lembut pada putri semata wayangnya .
" Aku,aku ga makan yang macem macem pah !." Cecil berbohong, padahal semalam bersama Edward Cecil banyak jajan dengan bumbu atau saus yang sembarangan . Tetapi Cecil tak menyesali itu , walaupun akhirnya jadi seperti ini .
**
Di rumah Arka pun sama ketika Diana bilang Kalau Cecil sakit , Intan ikut cemas .
" Sayang kamu kenapa ?." Rafa mengelus pipi Istrinya yang masih terlihat cantik itu padahal sudah memiliki dua anak yang dewasa .
" Cecil sakit mas , tadi ka Diana memberitahukan ,katanya tolong bilang sama Arka kalau Cecil hari ini tidak masuk kantor !." Jawab Intan yang baru saja selesai memakaikan dasi pada suaminya .
" Benarkah, sakit apa Cecil ?."
" Katanya sakit perut , muntah muntah , terus lemas gitu !."
" Ooh ,,hanya sakit perut ,nanti juga sembuh ."
" Aaww,,sakit sayang !." Rafa nyeri saat sang istri mencubit pinggangnya.
__ADS_1
" Kamu tuh yah, enak banget bilangnya hanya sakit perut , Cecil bahkan lemas mungkin dehidrasi ..!"
" Iya ,iya maaf sayang , kenapa tidak di bawa ke rumah sakit !." Rafa masih mengelus pinggangnya yang sakit
" Justru itu ,Ka Diana dan Ka sandy sedang membujuk nya , setelah kamu selesai sarapan aku mau ke sana !."
Sandy pun mengangguk, ia memeluk pinggang istrinya dan berjalan menuju ruang makan. Intan menyiapkan makanan untuk suami juga dua anak laki lakinya . " Oh iya Arka , tadi tante Diana bilang Kalau Cecil tidak masuk kantor hari ini !." Ucap Intan sambil meletakkan nasi yang berisi lauk di hadapan Arka .
" Tidak masuk kenapa ?."
" Sakit perutnya ,semalaman muntah dan sekarang...."
" Sreekk...." Arka memundurkan kursinya dan berlalu pergi tanpa kata kata , hingga membuat ketiga orang yang ada di situ terkejut menatap kepergian Arka secara tiba tiba , Bahkan Intan tak sempat memanggil nya karena kaget .
" Kenapa anak itu ?." Intan berucap
" Sepertinya Bang Arka suka sama Cecil jadi khawatir berlebihan seperti itu ." Ucap Arga acuh lalu mulai memakan sarapan nya ,tanpa memperdulikan tatapan kedua orang tuanya yang terlihat bingung.
**
" Kamu sakit ?." Pertanyaan Arka ketika baru saja masuk ke kamarnya yang masih ada Diana juga Sandy .
" Ooh Arka , iya Cecil perutnya sakit ". Jawab Diana yang sebenarnya juga terkejut ketika tiba tiba saja Arka sudah ada di sampingnya . Dan terlihat sekali wajah cemas Arka
" Papah...." Suara serak Cecil menandakan ia habis menangis.
" Pah ,sebaiknya kamu berangkat saja , biar Cecil mamah yang urus !."
" Baiklah ,kalau ada apa apa cepat hubungi papah yah , ." Sandy mencium kening sang putri juga istrinya ,lalu berpamitan pada Arka .
" Huekk,,,huekk.." Cecil menahan mulut nya dengan kedua tangannya karena mual ingin muntah , ia pun berusaha untuk bangun menuju kamar mandi . Namun ,tubuhnya serasa melayang tak bertenaga .
"ceciiil....." Teriak Diana
**
Cecil terbaring lemas di ranjang rumah sakit , Cecil mengalami infeksi pada lambung nya juga dehidrasi , hingga harus mendapatkan perawatan yang optimal .
Ruang VVIP kini penuh terasa , ada mamah Elen, Pak kuncoro , Bu ida , Rafa ,Intan ,dan kedua orang tua Cecil , mereka semua cemas . Termasuk Arka . Namun Arga tak ikut ke rumah sakit karena ada urusan.
Cecil membuka matanya Dan melihat ke sekeliling , ia pun menghembuskan nafasnya ,ia sudah tau kalau ini rumah sakit , Semua keluarga nya ada di sini.
" Sayang kamu sudah bangun ?." Diana mengelus pucuk kepala anaknya yang masih terlihat pucat. Cecil hanya mengangguk lemas.
" Nenek khawatir sekali sayang, tuh liat nenek Ida sampai belum mandi loh !." Dan mereka pun tertawa ,terkecuali Arka yang sibuk dengan ponselnya ,namun sesekali ia melirik ke arah Cecil . Sudah malam satu persatu mereka pulang ,tinggallah Diana ,Sandy dan Arka yang tinggal di ruangan itu .
__ADS_1
" Arka kamu tidak pulang nak ? istirahatlah biar Tante dan om yang menjaga Cecil !." Ucap Diana ,Arka yang sudah membawa Cecil Kerumah sakit saat Cecil pingsan dan untung saja Arka sigap menangkap tubuh mungil itu sebelum menyentuh lantai.
" Aku akan menemani Cecil tante !!."
" Mah ,lebih baik kamu saja yang istirahat di rumah , biar Arka dan papah yang menjaga nya ,Besok baru kita bergantian !." Ucap sandy yang melihat raut wajah kelelahan istrinya .
Diana berfikir ada benarnya juga , ia besok datang lagi dan menggantikan suaminya yang akan pergi kerja .Dan Diana pun berpamitan tinggal lah Arka dan Sandy di ruangan itu , sedangkan Cecil yang sudah tidur sedari tadi karena efek obat .
" Om istirahat saja , biar Arka yang menjaga Cecil !."
" Èeumm baiklah ,apa kamu tidak keberatan ?." Sandy juga sudah merasa lelah .
" Tidak om ,istirahat lah !."
" Baiklah om titip Cecil ya !." Ada satu ranjang kosong yang memang di peruntukan untuk keluarga pasien juga ada sofa bed ,dan sofa panjang , Kamar VVIP yang lengkap . Tak berselang lama terdengar dengkuran halus menandakan kalau Sandy sudah tertidur .
Arka yang sejak tadi duduk di sofa kini bangkit dan berjalan menuju ranjang Cecil dan duduk tepat di samping Cecil. Memegang tangan mungil dengan jari jari yang lentik ,kukunya putih bersih tangannya halus sehalus sutra hanya saja kini terlihat pucat . " Kenapa kamu susah sekali di beritahu , !." Arka kadang kesal pada Cecil, dia selalu melarang Cecil jajan sembarangan karena ia takut jika Cecil merasakan sakit. Arka mengecup tangan Cecil, Arka terlihat keras ,tapi dia punya hati yang lembut dan penyayang ,hanya cara penyampaiannya saja yang membuatnya terlihat tegas .
Sudah dua hari Cecil di rumah sakit, Namun ia tak melihat Arka sedari pagi . padahal sekarang hari minggu sudah pasti Arka tidak bekerja .
" Cecil ,kamu kenapa sayang ?." Kini Intan yang menjaga Cecil. Cecil terlihat murung .
" Tidak apa apa bun !."
Tak lama pintu ruangan Cecil terbuka . Masuk lah Arka yang di ikuti Fahira di belakang nya .
" Assalamualaikum tante ," Fahira mencium tangan Intan.
" Waalaikumsalam, apa kabar nak ?." Tanya Intan Ramah
" Baik tante , Oh iya Cecil apa sudah lebih baik ?." Fahira menyapa Cecil .
" Baik ka , terimakasih sudah mau datang !."
" Sama sama , aku memang berniat untuk menjenguk mu , kebetulan Ibuku juga kontrol di rumah sakit ini !."
" Ooh ,," Cecil menatap sekilas Arka yang juga menatap nya. ada raut kekesalan dari wajah Cecil , sedangkan Arka menatap dengan tatapan lembut ,
" Arka bunda rasa kamu sudah dekat dengan Fahira ,apa kamu tidak punya ketertarikan dengan gadis itu , Dia cantik pintar , dan lembut ." Intan bertanya setelah Fahira pamit pulang.
Arka terkejut bunda nya bertanya seperti itu ,Saat ada Cecil yang sudah jelas mendengarnya.
-
-tbc
__ADS_1