
" Abang lepas ,ini sudah malam aku harus pulang ." Cecil berusaha melepaskan tangan nya yang di pegang erat oleh Arka .Kini Cecil tak berani menatap Arka
" Katakan dulu kamu kenapa ?." Arka melihat hidung juga mata Cecil yang memerah begitu terlihat di wajah putih mulusnya ,padahal tadi saat mengobrol dengannya wajahnya ceria .
" Apa sih abang , wajahku jelek yah ?." Cecil berusaha tersenyum ceria .
Arka tak bergeming ,ia tetap menatap Cecil dengan lekat.
" Abang lepas,,,,!."
" Ayo abang antar ."
" Memang nya abang tau daerah sini ? , sok tau nih abang. " Wajah Cecil sudah terlihat ceria .Tapi Arka tau wajah itu menipunya.
" Tunggu di sini !." Arka berdiri menuju toilet .
" Lebih baik aku kabur ,,!." Saat pintu toilet tertutup Cecil mengambil langkah seribu.
Saat Arka keluar dari toilet ia tak mendapati Cecil di kamarnya . " Anak nakal ,apa dia kabur ?." Geram Arka berjalan keluar dari kamar nya ,siapa tau Cecil masih ada di depan. Saat baru saja melewati pintu kamar sekertaris nya Arka melihat pintunya sedikit terbuka , ia berfikir kalau Cecil mungkin ada di kamar fahira ,
" Iya nanti fahira kirim uang yah bu , ibu baik baik di sana ,mungkin fahira akan lama di sini !!."
Arka mendengar sekertaris nya sedang berbicara dengan seseorang di ujung telepon. " Apa dia sedang butuh uang ?."Gumam Arka dalam hati ,secara perlahan ia menutup kembali pintu itu dan berjalan masuk kedalam kamarnya kembali , yang awalnya ingin mencari Cecil tiba tiba saja ia mengurungkan niatnya .ia akan menghubunginya saja .
Sudah tiga hari semenjak malam itu Arka dan Cecil tak bertemu bahkan Cecil tak pernah menghubunginya , dan itu sangat menganggu konsentrasi Arka saat bertemu klien,
" Pak , apa bapak sedang kurang sehat ?." Tanya fahira karena ia melihat Bosnya tak bersemangat seperti biasanya .
" Tidak ." Jawab Arka singkat
Fahira tak berani bertanya lagi. Hari ini hanya ada satu kali pertemuan. Dan besok jadwal mereka kosong jadi mungkin besok bos nya akan beristirahat .
" Fahira ?."
" Iya pak ." Fahira kaget ketika tiba tiba saja bos nya memanggil .
" Apa kau sedang butuh uang ?." Tanpa basa basi Arka langsung saja bertanya .
" Haaah,,,apa maksudnya pak ?." Fahira terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaan bos nya .
" Jika kamu sedang butuh uang ,kamu bisa menghubungi pak Budi , !." Ucap Arka lalu meninggalkan Fahira yang masih terdiam mematung .
Arka berusaha mencari Cecil , dengan mendatangi kampusnya .Ia sengaja menunggu lebih awal , Ia mengetahui jadwal kuliah Cecil dari seseorang yang bisa di percaya , waktunya hanya tinggal dua minggu lagi disini jadi ia ingin menghabiskan waktu libur hari ini untuk mengajak Cecil jalan jalan ,,hal yang tidak pernah ia lakukan sejak dulu .
Dari kejauhan ia melihat Cecil seperti sedang berdiskusi dengan teman temannya di bawah pohon rindang , semua terlihat seperti mencatat sesuatu . Dengan di selingi canda tawa dari wajah Cecil yang lucu entah apa yang membuat mereka tertawa , sudah hampir 20 menit Arka masih setia mengawasi saja ,tanpa berniat menghampiri . Tak berselang lama satu persatu teman temanya pergi lebih dulu ,tinggalah Cecil seorang diri . Wajah nya kini bertolak belakang dengan setengah jam yang lalu . Wajahnya terlihat murung seperti sedang memikirkan sesuatu .
__ADS_1
" Apa dia menangis ?." Dari jauh Arka melihat Cecil menyeka bawah matanya dengan kedua tangan nya .Arka berjalan ingin mendekati Cecil namun baru tiga langkah Cecil sudah lebih dulu pergi dari tempat itu . Arka memilih menunggu di dalam mobil yang ia sewa selama ia ada di sini . Cukup lama Arka menunggu namun itu tak mengurungkan Niatnya untuk menemui Cecil apalagi setelah apa yang di lihat nya tadi .
dua jam sudah Arka menunggu ,akhirnya yang di tunggu tiba , namun Cecil tak sendiri ia berjalan beriringan dengan teman temanya baik wanita maupun laki laki . Wajah ceria nya tak pernah luput dari Cecil , dia selalu terlihat seperti tanpa beban tanpa masalah . Tapi Arka terlanjur sudah melihat sisi lain dari Cecil.
Arka mengikuti mobil yang di naikin Cecil . " Dia punya mobil di sini ?." Arka bergumam sendiri. Mobil terhenti di rumah minimalis dengan gaya Eropa bercat putih dengan pagar rendah . Cecil keluar dari mobil nya .
" Jadi kamu tinggal di sini ?." Arka bersuara sembari melihat ke sekeliling yang begitu asri.
Tringg...kunci yang belum sempat masuk ke dalam lubang pintu itu terjatuh dari tangan Cecil karena terkejut .
" Abang, kenapa abang di sini ?."
Arka tak menjawab ia justru mengambil kunci yang terjatuh lalu membuka pintu dàn masuk ke dalam tanpa mengajak Cecil yang masih diam mematung.Arka melihat ke sekeliling begitu rapih dan bersih ,Ia tak menyangka gadis yang dulu begitu manja kini bisa tinggal sendiri jauh dari orang tua juga beda Negara .
" Abang mengikuti ku ?." Tanya Cecil dengan raut wajah penasaran .
" Apa kamu tinggal sendiri ?." Arka malah bertanya dan tak menjawab pertanyaan Cecil.
" Apa di sini ada orang lain ?." Ucap Cecil kesal ." Abang tunggu lah di sini aku mau mandi !." Cecil meninggalkan Arka . lebih dari setengah jam akhirnya Cecil keluar dari kamar mandi .
Cecil keluar dengan memakai tanktop tali spageti berwarna hitam senada dengan hotpants yang di kenakan juga handuk yang bertengger menyelimuti rambut nya yang basah. leher jenjang pundak yang terbuka sempurna kulit putih bersih sungguh pahatan yang pas .
" Glekk. " Arka menelan salivanya melihat keseksian Cecil yang terpampang jelas di depan matanya .
" Abang , mau makan apa ?." Cecil membuka lemari es nya .
" Maksud abang ?." Cecil tidak suka dengan apa yang Arka katakan .
" Lihat lah pakaian mu , apa kamu ingin semua orang melihat nya , kenapa kamu menjadi seperti...!."
" Seperti apa ??, seperti jal**g begitu ?!." Apa maksud abang semua orang melihat , ini di dalam rumah ku ,dan abang adalah kakak ku mana mungkin bernafsu padaku !!." Bentak Cecil , sampai Arka terkejut.Kini ia sadar kalau Cecil marah padanya dan ia sungguh keterlaluan .
" Abang pulang lah , aku mau tidur !!." Lanjut Cecil dengan intonasi suara yang rendah. Hari ini banyak kejadian yang menggores hatinya di tambah lagi ucapan dari seseorang yang di sukainya menambah luka di hati .
" Tunggu !." Arka memegang lengan Cecil.
Arka dan Cecil masih sama sama terdiam ,
" Kemana kamu tiga hari ini ?." Tanya Arka.
Cecil tersenyum kecut bahkan tak keluar kata maaf dari bibir Arka setelah dengan jelas melukai hatinya .
" Itu bukan urusan abang!." Cecil berjalan menjauh menuju kamarnya .
Arka menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
Pukul dua malam Cecil terbangun karena haus , ia terkejut ketika melihat Arka tertidur di sofa ,ia pikir Arka akan pulang .
Cecil memandang wajah Arka yang damai saat tidur , tak terlihat angkuh, tak terlihat sinis seperti biasanya .
" Kenapa abang jahat padaku !." Gumam Cecil pelan . Setelah selesai minum Cecil kembali lagi ke kamar nya .Tanpa Cecil sadari ternyata Arka hanya berpura pura tidur saja .
Pagi menjelang Cecil menyediakan sarapan yang ada nya saja dua gelas susu juga sandwich. Arka yang baru saja mandi masih dengan baju yang sama , karena tidak mungkin Cecil meminjamkan bajunya karena ukuran tubuh mereka jauh berbeda ,
" Abang ayo sarapan ," Entah kemana wajah sendu dan kecewa yang semalam itu, seolah malam membawa nya pulang bersama .Arka selalu memperhatikan wajah Cecil dengan pikirannya yang rumit.
" Wajah Aku Ga usah di lihatin mulu bang , aku emang udah cantik dari lahir ." Dengan senyum ceria nya. " Oh iya bang ,abang kapan pulang ?."
" Dua minggu lagi ."
Cecil manggut manggut ,
" Apa kamu mau ikut pulang ?."
" Aku masih 2 tahun lagi bang di sini , tapi kalau aku betah di sini mungkin aku akan menetap di sini ."
" Abang yang akan menggeret mu pulang ."
" Diiiih,,,abang gitu ,,,ha,,,ha,,ha,,.!"
Terdengar suara bell dari rumah Cecil , dan itu membuat Cecil bingung , selama ia tinggal di sini ,ia tak pernah punya tamu ,karena ia selalu melarang teman teman nya untuk datang ke rumah, jika ingin ketemuan lebih baik di luar, karena itulah ia tersinggung dengan ucapan Arka semalam, namun ia enggan untuk menjelaskan .Cecil membuka pintu dàn melihat bahwa fahira lah yang mengetuk pintunya ,
" Ka Fahira ??."
" Maaf Cecil pak Arka menyuruhku membawakan ini ." Fahira menunjukkan paperbag di tangan nya .
" Aaah, Iya ka ,silahkan masuk .!"
" Pak Arka ini baju gantinya , sarapan juga vitamin bapak sekalian saja saya bawa ."
" terimakasih ."
Cecil tertegun melihat sekilas senyum yang Arka berikan untuk fahira , walaupun senyumnya begitu tipis tapi Cecil melihatnya .
" Ekheemm,,,, Ka fahira bawa Apa , sepertinya baunya enak ?." Cecil menuntun Fahira untuk duduk di sampingnya .
" Ini hanya makanan cepat saji , ." Senyum manis fahira begitu merekah .Dengan cekatan fahira menata nya di atas meja. Menggeser dua gelas susu juga sandwich yang Cecil buat.Tanpa sengaja tangan fahira juga Arka mengambil piring yang sama sehingga saling bersentuhan. Dan itu tidak luput dari pandangan Cecil.
-
- tbc
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kaka kaka ,biar othor tambah semangat 🥰🥰