Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Kekesalan Arka


__ADS_3

" Tidak ada ." Cecil membuang pandangannya dengan menatap keluar jendela .


Arka melepaskan seftybelt milik nya juga milik Cecil, memegang kedua bahu Cecil agar menghadap nya .


" Jujur lah, apa ada yang ingin kamu tanyakan sama abang ?."


Cecil masih diam menatap mata Arka yang juga menatap nya , " Apa abang menyukai Fahira ?."


" huufff..." Arka menghembuskan nafas nya kasar , Kenapa Cecil selalu menanyakan hal itu .


" Kalau abang tidak mau jawab tidak apa apa, !." Cecil terlihat kecewa melihat reaksi Arka atas pertanyaan nya


" Abang menganggap fahira sebagai teman jika di luar pekerjaan ,dan dia sekretaris saat di kantor ,Tidak ada yang istimewa, dan tidak ada perasaan apapun yang abang rasakan untuk fahira , Apa jawaban ini cukup ? ."


" Apa abang sering ke rumah fahira ?."


Arka terlihat gugup atas pertanyaan Cecil dan itu jelas terlihat , wajah tegas minim ekspresi itu kini berubah .


" Jangan berfikir macam macam ." Jawab Arka.


Dan Cecil tidak puas dengan jawaban itu ." Abang ,bisa langsung antarkan aku pulang , aku sudah lapar !." Cecil tak ingin lagi melanjutkan obrolan yang membuat hatinya sakit .


" Kita mampir saja ke restoran!." Arka merasa obrolannya belum selesai


" Tidak aku ingin makan di rumah saja !".


" Tapi ,Cecil..!"


" Bunda tadi menelfon ku ,menyuruhku untuk makan malam di rumah bunda .!"


" Baiklah ." Arka pasrah


Tak ada obrolan lagi di antara mereka , dan Arka membawa Cecil pulang kerumah nya karena sang bunda yang menyuruhnya .


" Assalamualaikum bundaaaa,,,," Cecil langsung berteriak begitu masuk ke dalam rumah Intan. Dan Arka yang di belakangnya hanya diam saja


" Waalaikumsalam, uuluuuh,,,anak gadis bunda sudah semakin sibuk jarang sekali main ,kalau tidak di pancing makanan pasti tak mau datang ." Ledek Intan


" Maaf bun, aku sibuk akhir akhir ini !." Cecil merangkul Intan dari belakang .


" Arka ,kamu jangan terlalu banyak kasih pekerjaan pada Cecil, kasihan nanti kelelahan .!" Ucap Intan pada anak lelakinya .


" Hemmm." Jawab Arka


" Wooyyy,,,Apa kabar lo , tumben ke sini pasti minta makan ya ?." Ucapan khas Arga yang baru saja turun , ia langsung mengajak Cecil dengan cara merangkul pundak nya . Dan Arka tidak suka itu namun ia bisa apa , dan Arka lebih memilih masuk ke dalam kamar nya untuk berganti pakaian .


" Apaan sih lo , " Cecil mencebikkan bibirnya kesal .


" Temenin gue main game yuk ,jarang jarang loh lo ke sini ."


" Ogah ,gue mau makan !." Cecil melepaskan tangan Arga yang berada di pundaknya .


" Ya elaah, abis makan nanti , ya ya ?."

__ADS_1


" Ogah , lagi masa udah kerja masih main game aja ,ga cape emang ?."


" Justru itu Cil, bosen sama kerjaan biar ga jenuh !."


" Sudah ,sudah ayo kita makan dulu , ." Intan menarik Cecil menuju ruang makan.


" Ayah Rafa mana bun ?."


" Pergi dengan papah mu ,katanya ada urusan ."


" Ooh ..."


Arka yang baru saja turun setelah berganti pakaian , terlihat lebih santai kaos oblong putih dengan celana cinos pendek di atas lutut .


Cecil terus berceloteh dengan Arga juga bunda nya, dan Arka hanya curi curi pandang pada Cecil. Arka suka dengan keceriaan Cecil yang selalu bisa menghidupkan suasana seperti saat ini ,Arka melihat bunda nya beberapa kali tertawa karena banyolan Cecil. Tapi saat bersama Arka kini Cecil sedikit berubah dan Arka tidak suka itu .


Hubungan Arka dan Cecil tidak ada kemajuan, biarpun Arka sudah mengklaim kalau Cecil adalah miliknya tetapi Cecil selalu membantahnya .


Arka memang belum menyatakan cinta nya pada Cecil, lebih tepatnya ucapan cinta yang ingin di dengar oleh Cecil .


" Cil,dua hari yang lalu gue lihat lo jalan sama Edward , lo udah jadian ya , cieeee,,,," Arga menaik turunkan alisnya .


" Kamu sudah punya pacar sayang ?, kenalkan pada bunda dong, Apa mamah kamu sudah tau ?, Apa dia tampan , jadi dia sesuai kriteria kamu ?,,," Intan tak henti hentinya bertanya dengan antusias,


" Cuma temen bunda , Arga asal ngomong aja nih !!!." sungut Cecil.


" Kalau jadian juga ga apa apa sayang , bunda seneng akhirnya kamu punya pacar ,"


" Ooh iya Arka , Bagaimana keadaan orang tua Fahira ,apa dia baik baik saja ?." Tanya Intan pada Arka


Seketika Cecil menatap Arka ,


" Baik bun ." Jawab Arka sedikit gugup karena di tatap oleh Cecil,


" Dia gadis yang baik , tapi nasib nya begitu malang , kamu harus baik baik dengan Fahira nak , kasihan anak itu ,"


" Hemmm." Jawab Arka


" Memang nya ada apa dengan Fahira dan ibunya bun ?." Cecil di buat penasaran


" Dia ....!."


" Sudah lah bun , jangan membicarakan nya di sini ." Arka memotong ucapan sang bunda


Kening Cecil mengerut menatap Arka ,seolah minta penjelasan tetapi Arka justru membuang pandangannya.


" Baiklah bun ,aku pulang yah ,ini sudah malam , terimakasih untuk makanan nya !." Ucap Cecil dengan sedikit kesal pada Arka


" Iya sayang, kamu istirahat yah ,jangan terlalu lelah,kalau kamu ingin masakan bunda tinggal bilang saja nanti bunda buatkan , dan kalau pekerjaan kamu terlalu banyak ,kamu berhenti saja ." Canda Intan sembari memeluk Cecil


" Iya bun, mungkin tak lama lagi aku juga akan berhenti bekerja !." Ucap Cecil sambil melirik sekilas ke Arka


" Ekheemm.." Arka berdehem tanda tak suka dengan apa yang di katakan Cecil.

__ADS_1


" Cil,besok kan weekend jalan yuk, ?."


" Kemana ?."


" Kemana aja kita seru seruan !."


" Boleh , !." Cecil setuju ia juga butuh hiburan .


" Asiiik,,,besok gue jemput ya , ".


Cecil mengangguk, Cecil pun berjalan keluar setelah berpamitan.


" Tunggu !." Arka mencekal tangan Cecil ketika sampai di luar gerbang


" Apa kamu pergi dengan Edward malam itu ?."


" Iya ."


" Kenapa ?."


" Kenapa apa nya ?." Cecil kesal


" Baiklah abang akan menjelaskan tentang Fahira !." Arka berfikir kalau Cecil kesal padanya karena tidak menceritakan tentang Fahira dan ibunya .


" Tidak perlu , aku tidak mau tau !." Cecil kesal beberapa kali dia minta penjelasan tentang Fahira tetapi Arka terlihat enggan ,


" Cecil ,ayolah abang ingin masalah kita selesai ,dan tidak ada yang mengganggu pikiran mu!." Arka terlihat frustasi


" Kita tidak punya masalah , dan itu sama sekali tidak menganggu pikiranku , ooh ,,,iya satu hal hubungan kita hanya sebatas kakak adik tidak lebih ." Cecil terlihat berapi api ,tentu saja apa yang di katakan Cecil tidaklah benar , hubungan Arka dengan Fahira yang tidak tau sejauh apa membuat beban fikiran Cecil selama ini.


Arka menarik paksa tangan Cecil dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil , Arka melajukan kendaraan nya keluar garasi yang kebetulan belum tertutup .


Dengan kecepatan tinggi Arka membawa mobil tanpa memperdulikan teriakan dari Cecil, jalanan malam cukup lenggang karena sudah pukul 10 malam ,


" Abang kita mau kemana ?." Cecil terlihat ketakutan melihat wajah marah.


Arka tak menghiraukan pertanyaan Cecil, hatinya kini tengah kesal ,


 mobil tetap melaju dengan kecepatan tinggi, , " Abang ku mohon berhenti, aku takut ." Cecil menangis kecil dengan suara bergetar


Arka tersadar dan mengurangi kecepatan mobilnya ,namun mobil tidak berhenti dan tetap melaju .


Cecil sudah terlalu lelah menangis hingga tertidur di dalam mobil, Arka memarkirkan kendaraannya di sebuah vila yang jauh dari pusat kota , sekarang sudah pukul 12 malam ,perjalanan hampir dua jam. Sebelum nya Arka sudah menghubungi, Sandy dan Diana dan mereka percaya kalau Cecil akan aman bersama Arka .


Arka melihat mata sembab dan hidung yang memerah karena menangis, Cecil terlihat cantik saat tertidur .Perlahan Arka mengecup kening , lalu hidung dan bibir merah alami milik Cecil yang terlihat menggoda di mata Arka , sudah dua kali ia mencicipinya, dan itu membuatnya ketagihan dan tak ada orang lain yang boleh menyentuhnya kecuali dia .Perlahan Arka mendekatkan wajahnya dan kini bibirnya menyentuh bibir mungil Cecil yang terasa dingin ,perlahan lahan .......


-


-


tbc


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2