Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu

Cinta Dalam Gengsi Dan Cemburu
Cecil ragu


__ADS_3

Arka memukul stir nya ,Cecil sungguh menguji kesabaran nya , " Awas saja kamu nanti .!" Arka sampai di kantor lebih cepat dari biasanya , semua karyawan yang berpapasan dengan nya memberi hormat, Arka hanya mengangguk saja tanpa ekspresi di wajahnya dan itu sudah biasa . Ingin sekali Arka menekan tombol di mana ruangan Cecil berada namun ia urungkan ,karena tidak mungkin ia melakukan itu apa kata para karyawannya nanti .


" Pagi pak ." Fahira menunduk hormat ketika Arka melewatinya .


" Hemmm...."


Entah kenapa pagi ini Arka mengabaikan nya ,biasanya ia akan berangkat bersama ,padahal ia yakin tadi pasti Bosnya itu sudah melihatnya berdiri di pinggir jalan tapi mobil itu tak berhenti.


Arka di buat tak bisa berkonsentrasi saat bekerja , Cecil memenuhi ruang di otak nya. Hingga jam makan siang hanya 1 berkas yang ia selesaikan,


" Pesan kan dua porsi makan siang , ." Arka menghubungi Fahira untuk memesankannya makan siang, Fahira sudah senyum senyum sendiri namun ada yang Aneh ,bos nya meminta 4 menu udang yang berbeda , ini aneh tak seperti biasanya, dan biasanya pun Bosnya itu tidak mau makan di dalam ruangan nya karena tak ingin kotor juga bau makanan ,karena itu ia lebih sering makan siang di luar . Setelah makanan itu di beli Fahira menatanya di atas meja ruangan Arka ,lalu ia duduk di depan Arka ,


" Sedang apa ?." Arka menautkan kedua alis nya .


" Tidak pak ." Fahira beranjak dari duduknya ,dengan sedikit rasa malu , ia berfikir bosnya itu akan mengajak nya makan bersama seperti biasa .


" Pak ada apa sih kok gini ,?." Cecil bingung kenapa dirinya di bawa oleh dua petugas security ke lantai atas .


" Mohon maaf bu , kami hanya menjalankan perintah atasan kami !." salah satu security berbicara dengan sopan, sambil menangkupkan kedua tangannya didada


" Baik lah, baik lah ,kita mau ke mana ?." Cecil memahami, ia tak ingin mempersulit dua security ini .


" Ibu di suruh ke ruangan pak Arka .!"


" Aapaaa.....??." Cecil terkejut ." Aku ingin ke toilet dulu pak .!" Cecil tidak mau dan mencari cara untuk kabur


" Silahkan bu , " Security tak menghiraukan permintaan Cecil mereka justru mempersilahkan Cecil untuk masuk ke ruangan Arka karena mereka sudah sampai tepat di depan ruangan.


" Ya ya baiklah ." Cecil pasrah


Dua kali ketukan Arka sudah membukakan pintu .


" Eeummm,,,Cecil sudah mencium aroma makanan favoritnya begitu masuk ke dalam ruangan Arka , sungguh ini membuat cacing di perutnya bersorak tak sabar, tapi ia harus bisa menahan nya ,ingat akan benteng pertahanan yang baru ia buat kembali .

__ADS_1


" Duduk lah !." Arka menatap Cecil datar ,Cecil pun duduk berhadapan dengan Arka namun sebelum bokong nya mendarat dengan sempurna Arka menepuk ruang kosong di sampingnya memberi kode agar Cecil duduk di samping nya . Mau tidak mau Cecil menurutinya dan kini mereka duduk berdua,


Cecil menelan ludahnya ketika ada udang goreng tepung, udang saus padang, udang asam manis ,,,aahhh...rasanya Cecil ingin langsung menyantapnya .


" Makan lah jangan hanya di pandangi ." Arka menggeser satu porsi piring nasi putih di hadapan Cecil.


Cecil masih tak bergeming ,ia menahan harga dirinya.


" Apa kamu mau di suapi ?, baiklah tidak masalah ." ucap Arka yang masih melihat Cecil diam saja


" Tidak perlu !!!." Cecil langsung menerima nya ,ia menyendokkan dua buah udang berukuran besar ke dalam piring nya .


" Enak banget " dalam hati Cecil setelah memasukkan suapan pertama nya .Setelah dua buah udang yang di piring nya habis Cecil melirik udang saus padang yang menggiurkan,namun ia malu


" Makan seperti biasa saja , seperti gaya mu ." Arka tersenyum melihat Cecil yang makan dengan begitu lahap .


" Alhamdulillah, aku sudah kenyang , aku kembali kerja lagi ya dan terimakasih untuk makanan siang nya ,"dengan terburu buru Cecil segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu , ia merasakan pasti akan canggung setelah ini ,namun langkahnya terhenti karena suara Arka


" Hhhh,,,jadi aku harus bayar ?." Cecil terlihat bingung


" Aku tidak butuh uang mu !!."


" Lalu ....?." Cecil bergerak mundur melihat Arka perlahan mendekatinya , Cecil melihat tatapan yang datar namun tersimpan kekesalan.


" Aaabang, nanti aku bilangin bunda loh ...!" Entah kenapa Cecil berbicara seperti itu otak nya seperti buntu ,


" Kamu sudah dewasa Cecil kenapa masih tidak mengerti juga !." Arka semakin dekat


" Aaku ,,,abaang stop ." Cecil menahan dada Arka yang sudah ada di depan nya .


" Apa wanita itu tidak bisa melihat perhatian juga sikap yang di berikan laki laki apa masih butuh ucapan yang tidak penting dari tindakan !." Arka menggenggam tangan Cecil yang ada di dada nya ,


Cecil terdiam kaku , entah ia harus berkata apa , Ia hanya berharap siapapun akan menolong nya untuk keluar dari sini , nafas nya sudah mulai sesak di pandang sedalam itu oleh Arka ,hingga Cecil memalingkan wajah nya .

__ADS_1


" Lihat aku Cecil." Arka memegang dagu Cecil dan mengarahkan agar menatap nya." Apa sebuah kata cinta adalah hal yang penting buat mu ?." Kali ini Arka menatap Cecil dengan lembut , " Aku memang bukan lelaki romantis tapi apa itu membuat mu merasa tidak istimewa di mataku ?, kamu sudah dewasa apa kamu tidak bisa mencerna semuanya ?." Arka mengelus lembut pipi yang membuatnya sedikit tersenyum karena melihat rona merah muda yang timbul secara perlahan.


Cecil membeku tak bisa berkata kata ,ia ingin lelaki yang romantis tetapi baru seperti ini saja sudah membuatnya lemah, " Apa ini mimpi ?." batin Cecil.


" KAMU MILIK KU SELAMANYA CECILIA !!." Ucap Arka dengan penuh penekanan dengan tatapan lembut.


" Maaf abang aku tidak bisa !." Entah keberanian dari mana Cecil bisa berkata seperti . Hatinya kini goyah karena satu hal jadi ia harus memastikannya lebih dulu .


" Kenapa ?." Aura wajah Arka terlihat tak suka dengan jawaban Cecil ucapkan ,


" Aku sudah .....!." Ucapan Cecil terhenti karena doanya yang tadi ia minta terkabul , yah ia berdoa agar ada yang menolong nya untuk keluar dari sini .Berhubung Cecil lah yang berada dekat dari pintu ia dengan segera membuka handle, dan refleks Arka melepaskan tangan kanan Cecil yang masih di genggam nya .


" Maaf Pak, ada pak Edward di depan .!" Fahira memberitahukan kepada Arka ,ia sedikit bingung karena Ada Cecil dan posisi mereka yang sama sama berdiri .


" Saya permisi pak." Cecil buru buru memanfaatkan kesempatan itu .Saat keluar dari ruàngan Arka Cecil bertemu dengan Edward


" Hai,,," Cecil melambaikan tangan nya pelan ,takut ada yang melihatnya , karena biar bagaimanpun saat ini Edward adalah rekan bisnis dalam perusahaan ini ,


" Bisa kita bertemu nanti malam ?." Bisik Edward


" Kita lihat nanti , bay..." Cecil buru buru memencet tombol pada lift karena di belakang Edward ada Arka yang menatap nya tajam .


**


Cecil termenung di dalam kamar nya , di temani remang remang lampu kamar yang menambah aura sunyi di hati. matanya menatap keluar jendela ia pun membuka pintu kaca besar menuju balkon ,menatap ke arah langit malam yang mendung tanpa bintang ,lagi lagi suasana ini mendukung hatinya . Menjadi kekasih Arka adalah keinginannya sejak dulu hanya saja kini ia merasakan sesuatu yang berbeda . Seandainya ia melihat bintang satu saja malam ini ,ia akan menceritakan keraguan di hatinya , Di balik keceriaan nya tersimpan rasa kesepiannya sebagai anak tunggal , bukan kurang kasih sayang tapi ia kurang seseorang untuk mengisi hatinya , tak ada sahabat ,teman dekat atau apapun sejenisnya , semua ia anggap sebagai teman saat hatinya gembira , tapi ia tak akan membagi kesedihan hatinya ,tak ingin di kasihani ,tak ingin ada yang tau masalah pribadinya.


Notif di ponselnya membuyarkan lamunan Cecil . " Jangan terlalu lama di luar ,angin malam tak bagus untukmu !."


-


-


Tbc

__ADS_1


__ADS_2