
Arka di buat senyum senyum sendiri, melihat wajah yang biasanya ceria kini cemberut seharian .Bahkan Cecil memandang Arka dengan tatapan tak suka ,Arka tak peduli itu ,walaupun membuat Arka sedikit tidak bisa berkonsentrasi akibat gerutuan yang sesekali keluar dari bibir mungil Cecil.
Arka melirik sekilas ketika mendengar dering ponsel milik Cecil berbunyi ,
" Ya Hallo , Benarkah ? , Baiklah kamu tunggu di depan , 10 menit lagi aku turun !." Cecil menutup ponselnya dengan tersenyum manis " Akhirnya ada malaikat yang menolongnya hari ini !." Batin Cecil.
Arka memperhatikan itu , namun ia enggan untuk bertanya .Hingga jam pulang kantor pun usai , tetapi Arka masih banyak pekerjaan .
" Maaf Pak, saya pulang duluan karena sudah jam pulang ." Ucap Cecil berpamitan di depan meja Arka,
" Apa kamu akan pulang sedangkan bos mu sendiri saja belum pulang ?." Arka meletakan bolpoin nya lalu menatap Cecil.
" Tapi jam kerja saya sudah selesai pak , dan saya bukan sekertaris bapak !." Kalau dirinya sebagai sekertaris Arka mungkin ia akan membantu pekerjaan Arka.
" Ya sudah kalau begitu kamu jadi sekertaris saya saja !!." Arka berkata serius .
" Kalau itu terjadi , saya akan buat surat pengunduran diri !." Ancam Cecil " Selalu seenaknya sendiri saja !." Kesal Cecil sambil berlalu keluar dari ruàngan Arka yang kini juga jadi ruangan nya .
Tentu saja Arka tak mau itu terjadi , membuat Cecil pindah satu ruangan dengan nya saja penuh dengan pemaksaan , apaĺagi kalau sampai Cecil berhenti bekerja
" Tok,,tok,,tok,,." Arka mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya ,sudah pasti itu Fahira ,karena siapapun yang ingin keruanganya harus Fahira yang menanyakannya lebih dulu .
" Masuk !."
Fahira pun masuk dan berdiri di depan meja Arka, dengan raut wajah yang terlihat khawatir dan takut .
" Ada apa ?."
" Eemm,,begini pak , ." Fahira tampak ragu mengatakan nya .
" Cepat katakan ,aku sedang banyak pekerjaan !."
" Itu pak , eemm ibu ...!." Ucapan Fahira terjeda .
" Ada apa dengan ibu mu?." Arka terlihat perduli dengan orang tua Fahira
" Ibu menangis seharian , dan tidak mau makan ,katanya ingin bertemu dengan bapak ," Ucap Fahira sedikit takut , ibunya memang di jaga oleh tetangganya ,hingga sampai ia pulang kerja .
Arka memijit pelipisnya ,karena pening, ingin sekali ia mengabaikan hal seperti ini ,namun ia tak tega karena ulahnya dia jadi hidup tanpa suami yang di cintainya,
" Baiklah aku akan ke sana ,tapi tidak bisa lama !."
" Terimakasih pak !." Fahira justru yang terlihat bahagia .
" Hemmm.. "
**
__ADS_1
" Edward kita naik itu yuk ?." Cecil menunjuk kincir angin besar .
" Kamu tidak takut ?."
" Tentu saja tidak !."
" Ayo kalau begitu ."
" Asiiik..." Cecil menggandeng tangan Edward dengan semangat .
" Lihat pemandangannya indah sekali kalau di lihat dari atas !." Cecil melihat ke bawah saat posisinya ada di paling atas .
" Pemandangan di depan ku jauh lebih indah !." Ucap Edward dengan suara pelan.
" Kamu tadi bilang apa ?." Cecil tak begitu mendengar ucapan Edward karena suara musik yang masih dapat ia dengar walaupun sedang di atas .
" Pemandangannya memang indah !." Ucap Edward
" Mau kemana lagi ?." Tanya Edward setelah turun .
" Aku mau jajan ,itu ,itu ,itu ,dan itu ." Cecil menunjuk jejeran jajanan gerobak yang berjejer .
" Apa perut mu bisa menampung nya ?."
" Tentu saja , lambungku memang kecil ,tapi bisa menampung banyak makanan !." Jawab Cecil dengan tertawa ceria .
" Aaah senang nya ..." Lagi lagi Cecil menggeret tangan Edward agar mengikutinya menuju jajanan yang ia inginkan. Seandainya ia pergi dengan Arka ia tak akan bisa jajan sebebas ini , banyak sekali aturan yang Arka terapkan padanya .
" Apa masih belum puas ?." Tanya Edward ketika Cecil baru saja memakan ice cream sebagai makan terakhir yang ada di tangan nya .
" Aku sudah kenyang." Jawab Cecil dengan nyengir kuda
" Sudah jam 9 , kita pulang yuk !."
Edward mengangguk . Mereka pun berjalan melewati ramainya orang yang datang ke pasar malam itu, tiba tiba Cecil mendengar ada yang memanggilnya.
" Cecil , Cecil !!."
Cecil yang merasa di panggilpun menengok ke samping , ia sedikit terkejut ketika melihat Fahira ,bukan karena Fahira ia terkejut melainkan lelaki yang tengah mendorong kursi roda yang mungkin dalam tebakan nya itu adalah ibunya Fahira .Arka pun terkejut karena melihat Cecil berdiri di depannya
" Haaiii...." Cecil melambaikan tangannya pada Fahira .
" Haii,,kenalkan ini ibu ku ." Fahira mengenalkan sang ibu yang sedang duduk di kursi roda , Cecil pun mencium tangan ibunya Fahira , namun matanya enggan menatap Arka yang sejak tadi terus menatap nya tajam.
" Dia kekasih mu ?." Fahira menyenggol Cecil dengan pundak nya .
" Ooh,,dia Edward teman ku !." Cecil lupa memperkenalkan Edward .
__ADS_1
" Edward ."
" Fahira. " Fahira menyambut uluran tangan Edward
" Malam pak Arka ." Edward menyapa Arka .
" Malam ." Jawab singkat Arka .
" Ooh ,iya apa kalian baru datang ?." Tanya Cecil
" Iya , eemm,,,kebetulan ibu ingin jalan jalan ,dan untungnya ada pak Arka ." Jawab Fahira
Cecil sekilas memandang Arka begitupun Arka dan pandangan mereka bertemu . Namun hanya sekilas karena Cecil langsung memutus nya .
" Kalau begitu selamat bersenang senang yah ibu , kita pulang dulu ." Cecil berpamitan sambil mengelus lembut tanhan ibu Fatma ,
" Kita duluan yah ",pamit Edward pada semuanya.
" Tunggu ,kamu pulang bersama Abang !." Arka memegang lengan Cecil
" Maaf Pak Arka ,Cecil pulang bersama saya , karena saya yang mengajak nya , permisi !." Dengan sopan Edward berpamitan , namun Arka tidak suka Edward menggandeng tangan Cecil .
Entah hanya perasaannya saja atau memang benar ,seperti ada sesuatu antara Cecil dan Arka , tatapan Arka yang selalu tertuju pada Cecil, dan ia melihat ada rasa cemburu dari tatapan itu ,ia tau karena ia juga seorang lelaki . Tapi ia tak bisa menebak nya pada Cecil, ia ceria seperti biasa , bahkan di mobil Cecil terus bercerita random tentang apa saja .
" Terimakasih ya Edward, kamu sudah mengajak aku jalan jalan !."
" sama sama ,aku juga senang ,bahkan aku lebih senang jika setiap hari bisa mengajakmu jalan jalan ."
" Nanti kamu menyesal ,karena itu bisa membuat mu bangkrut ,,." Ucap Cecil tertawa kecil .
" Tidak masalah ,asal aku bisa memulainya dari nol dengan mu !."
" Hahaha,,,kamu seperti petugas SPBU ."
Edward pun ikut tertawa. " Masuklah ini sudah malam, dan sampaikan salam ku pada orang tua mu !."
" Baiklah hati hati di jalan !".
Edward pun masuk ke dalam mobil . Dan berlalu pergi. Cecil sempat terdiam sejenak di depan gerbang ,memikirkan tentang yang baru saja di lihat nya,Arka sepertinya begitu perhatian dengan orang tua Fahira, ia sebenarnya mengerti apa yang Arka lakukan ,tapi hatinya menolak kalau Arka begitu dekat dengan orang tua Fahira, sedangkan Arka menginginkan dirinya untuk menjadi kekasihnya , apa dia tidak bisa menjaga perasaan nya .Tanpa sadar mobil Arka sudah berhenti di belakang nya , dan dia justru terkejut saat ada suara pintu mobil tertutup . Cecil refleks menengok ke belakang , Dan ia buru buru membuka gerbangnya untuk masuk.
" Cecil tunggu !." Arka menahan lengan Cecil yang hendak membuka gerbang .
" Lepas abang, aku mau masuk ."
" Jangan salah paham dengan yang tadi , abang akan menjelas kan ."
" Abang tidak perlu menjelaskan , awas abang ,aku mau masuk !!." Cecil masih berusaha untuk melepaskan tangan Arka.
__ADS_1
" Aabang mencintaimu CECILIA ....!."