Cinta Di Arena Balap

Cinta Di Arena Balap
Sedih


__ADS_3

hati luna sedang berbunga bunga selepas bertemu dengan andre luna merasa lebih bersemangat dia pun lantas melanjutkan tugasnya yang memang belum selesai dia kerjakan


semalam suntuk luna mengerjakan tugas desainnya hingga pada pukul 4 pagi tugasnya baru selesai


melihat masih ada waktu luna pun berinisiatif untuk tidur sebentar dia juga tidak lupa mengatur alarm agar tidak telat bangun


namun siapa sangka bahwa alarm yang luna atur bahkan tidak mampu membangunkan luna hingga ibu luna masuk ke kamar luna dan membangunkan Luna


"Luna bangun kata andisa hari ini kalian ada tugas yang harus dikumpulkan kan!" ibu luna mengguncang tubuh luna


luna yang terbangun pun langsung melihat hp nya dan terpampang jelas bahwa luna sudah terlambat


di sana juga sudah tertera beberapa panggilan masuk dari andisa, luna langsung buru buru bangun dan membawa tugasnya


sudah tidak sempat mandi lagi langsung tancap gas ke kampus, ibu luna yang melihat anaknya tidak mandi pun hanya menggelengkan kepalanya


"andisa luna baru aja berangkat makasih udah nelpon tante ya, kalo ga pasti tante juga ga tau kalo luna terlambat" kata ibu luna di telpon


ternyata andisa yang tidak bisa menghubungi luna pun lantas menghubungi ibunya dan syukur langsung di jawab oleh ibu luna


"sama sama tante kalo gitu andisa tutup dulu ya tante" ucap andisa


setelah itu andisa mematikan teleponnya dan menunggu luna dengan cemas, bukan apa apa dosen yang mengajar hari ini terkenal kiler dan tidak akan memberi ampun pada mahasiswa yang terlambat apa lagi tidak mengerjakan tugas


semakin cemas andisa menunggu akhirnya luna datang juga, dengan napas terengah engah luna menghampiri andisa


"m-masih hah s-sempat ga?!" tanya luna sambil menarik napas panjang


andisa yang ragu pun tidak menjawab melainkan langsung menyuruh luna masuk ke dalam ruangan dosen tersebut


luna yang di dorong hanya bisa masuk dengan harap harap cemas dapat luna lihat wajah dosen tersebut tidak terlihat senang dengan kedatangan luna


"s-selamat pagi pak" Luna berusaha untuk tetap tenang


dosen tersebut tidak menjawab hanya membalas dengan lirikan mata, luna yang melihat tidak ada kesempatan dengan berani memberikan tugasnya


"ini tugas saya pak"


namun bukannya menerima tugas tersebut dosen tersebut malah melihat jam tangannya dan melihat luna lalu hanya melirik tugas luna yang sudah berada di mejanya

__ADS_1


dosen tersebut menyingkirkan tugas luna dan berkata "saya tidak menerima tugas kamu" dengan perkataan yang lantang


Luna hanya bisa menunduk "tolong pak sekali ini aja, saya minta keringanan"


"bukan hanya kamu yang saya perlakukan seperti ini melainkan semua siswa saya perlakukan sama, jika terlambat berarti saya anggap tidak mengerjakan tugas saya"


"tapi pak-"


"cukup. kamu harusnya tau saya memberi tugas dengan mengunakan tengah waktu agar apa? agar para siswa bisa belajar mengatur waktu mereka, kalian saat ini masih mahasiswa masih bisa bersantai santai tapi bagaimana kalo kalian masuk dunia kerja? dalam dunia kerja yang unggul yang di pertahankan, jika dengan tugas saya saja kamu tidak mampu tepat waktu bagaimana dengan tugas kerjaan kamu nanti"


luna yang mendengar itu hanya semakin merasa sedih dia juga menyesal tidak bisa membagi waktunya


"sudah cukup bawa kembali tugasmu itu"


luna mengambil kembali tugasnya dan berjalan keluar ruangan dosen, di luar andisa yang melihat luna murung hanya bisa memeluk luna


"sabar, lain kali pasti bisa kok"


luna membalas pelukan andisa dan bersedih semua usahanya sia sia hanya karena dia yang terlambat


namun mau bagaimana lagi semua sudah terjadi mau berlarut larut sedih pun percuma


melepaskan pelukan andisa luna pun pergi, andisa yang melihat itu hanya bisa membiarkan luna sendiri


Luna mengendarai mobilnya tidak tentu arah dia bingung dan semakin merasa sedih terlalu banyak berpikir dia tidak sadar sudah berada di bengkel andre


dengan hujan deras yang menemani luna turun dari mobilnya luna berjalan linglung memasuki area bengkel


tidak ada andre dimana pun perasaan luna semakin sedih luna menunduk dan menangis


anderson yang kebetulan melihat luna langsung menghampirinya dengan membawa payung


"Luna ngapain hujan hujanan di sini?" tanya anderson sambil memayungi luna


"kak andre di mana?" bukannya menjawab luna malah bertanya keberadaan andre


"lebih baik kita masuk dulu, nanti kamu masuk angin" dengan itu anderson membawa luna masuk


dia memberikan handuk pada luna dan meninggalkan luna sendiri di kamar andre

__ADS_1


luna hanya bisa memeluk handuk tersebut dengan masih basah kuyup Luna duduk di lantai sambil terus menerus berusaha menahan tangisnya namun tidak bisa


anderson lantas menghubungi andre "balik cepet luna nungguin lu sambil hujan hujanan"


andre yang mendengar kabar dari saudaranya lantas tidak pikir panjang langsung meninggalkan pekerjaannya dan ingin pulang


"andre mau kemana ini belum selesai" sebenarnya saat ini andre sedang rapat dengan klien nya


karena pekerjaan utama andre adalah desain bangunan dan sedangkan otomotif adalah hobinya


"maaf dengan sangat menyesal saya harus pergi pak, ada hal penting yang harus saya urus" setelah itu andre langsung pergi


sesampainya di rumah andre di sambut oleh anderson "dia di kamar, sepertinya dia sedang sedih lebih baik lu hibur dia"


andre hanya membalas dengan anggukan dan langsung menuju kamarnya


saat membuka pintu andre bisa melihat luna yang sedang menangis andre mendekat dan langsung memeluk luna


"sudah tidak papa semua akan baik baik saja" andre berusaha menyemangati luna sambil terus memeluk luna andre mengusap kepalanya seakan memberi dukungan lebih


Luna yang di perlakukan seperti itu hanya bisa terus menangis dan membalas pelukan andre


"tidak papa ada aku di sini semua akan baik baik saja, lebih penting sekarang kamu ganti baju jangan seperti ini aku takut kamu sakit luna"


luna mengganguk dan berjalan masuk kamar mandi untuk mengganti pakaiannya


andre yang melihat luna sudah pergi lantas menyiapkan pakaian untuk luna dan meletakkan pakaian tersebut di samping pintu kamar mandi agar luna mudah mengambilnya


saat berbalik andre bisa melihat selembar kertas desain yang sedikit basah, andre lantas melihatnya dan dapat menarik kesimpulan apa yang sebenarnya terjadi pada luna


"sepertinya dia mendapat masalah" andre mengerti sekarang lalu dia pergi meninggalkan kamarnya


sesaat setelah andre pergi luna selesai mengganti pakaiannya dia lalu duduk di tepi ranjang dengan sambil mengeringkan rambutnya yang basah


tidak lama setelah itu andre masuk kembali dengan membawa segelas susu coklat panas dan memberikannya kepada luna


"habiskan"


luna mengambil gelas tersebut dan langsung meminumnya, andre langsung kembali melihat desain tersebut

__ADS_1


"desainnya bagus" puji andre


luna yang mendapat pujian dari andre entah mengapa langsung terasa senang entah kemana perginya rasa sedihnya tersebut


__ADS_2