
pagi hari yang cerah terlihat seorang gadis manis yang sedang bersiap-siap bahkan senyuman nya secerah mentari pagi, mari kita sebut saja dia luna sejak bangun tidur perasaan luna sudah sangat bersemangat
hari ini adalah hari yang sudah dia tunggu tunggu sejak semalam namun sebelum itu dia harus berangkat kuliah dulu
seperti biasa sarapan pagi dan berangkat kuliah, sampai di kampus luna tidak henti hentinya menyebarkan senyumannya sehingga orang orang yang berpapasan dengannya juga turut tersenyum
"andisa pagi" sapa luna begitu dia melihat andisa
"pagi" andisa melihat luna yang sepertinya sudah lebih baik dari sebelumnya pun turut merasa senang
"kayaknya ada yang udah jadian ni" tebak andisa
"hehe belum"
"loh kenapa?! kamu di tolak kah?" andisa bertanya tanya apakah sebenarnya andre tidak menyukai temannya ini
itukah alasannya mereka belum juga jadian atau malah andre sudah mempunyai kekasih, andisa langsung mendekati luna dan menggenggam tangannya
"sabar ya lun masih banyak cowok yang lain kok" luna mengelus rambut luna memberi semangat
"apaan sih an, kak andre lagi ga ada dia lagi di luar kota makanya aku belum ketemu dia" jelas luna
"Oalah tak kirain kan"
"haiss jangan mikir aneh aneh deh, lagian nanti malam aku bakal ketemuan kok sama kak andre"
"bagus lah"
andisa yang mendengar itu pun merasa lega takut takut kalo temannya ini akan mendapat penolakan dan berakhir dengan murung lagi
jam pelajaran pun di mulai luna dengan semangat mengikuti pelajaran hari ini
selesai dengan semua mata pelajaran luna pun mengajak andisa untuk jalan ke mall dia berniat mencari baju baru sekalian juga untuk cuci mata
andisa juga tidak menolak dan di sinilah mereka di sebuah toko baju yang saat ini sedang trand di kalangan anak muda
"menurut kamu yang ini gimana" tanya andisa sambil menunjukan gaun biru cantik dengan aksen bunga mawar di pinggang
"bagus, kamu beli aja" luna juga merasa bahwa gaun tersebut sangat cocok dengan andisa
andisa yang merasa gaun ini juga bagus pun langsung memasukkan gaun tersebut ke keranjang belanjanya
"terus kamu pilih yang mana lun" andisa masih melihat luna yang sibuk memilah milah pakaian yang tergantung di pajangan toko tersebut
"ga tau ni bingung" luna merasa tidak ada yang sesuai dengan keinginan nya di sini
"apa mau coba pindah toko aja?" andisa memberi saran
__ADS_1
"boleh juga yok" luna setuju mereka pun lantas membayar belanjaan andisa terlebih dahulu dan pindah ke toko selanjutnya
tidak di sangka di sana mereka bertemu dengan edgar yang terlihat sedang memilih beberapa pakaian
edgar yang pertama menyadari kehadiran mereka pun lantas menyapa
"hai manis" sapa edgar ke mereka
edgar yang melihat mereka kebingungan pun berinisiatif memperkenalkan diri "aku edgar temennya andre kalian juniornya andre di kampus kan"
luna yang mendengar naman andre pun langsung tersenyum "oh gitu halo kak"
"yang di sana kok diem aja"
andisa tidak menanggapi hal tersebut dia langsung menarik luna agar cepat pergi dari sana, dia merasa tidak enak berlama lama di sana
"kenapa sih an orang di sapa kok gitu" luna yang di tarik tarik pun akhirnya mengikuti andisa "pergi dulu ya kak"
setelah itu edgar melihat mereka meninggalkan toko tersebut, dengan tersenyum edgar berkata "masih galak seperti sebelumnya. menarik"
luna dan andisa yang sudah lelah berkeliling pun memutuskan untuk beristirahat sejenak mereka makan bersama
"kamu kenapa sih, ga biasanya gitu sama orang" luna mempertanyakan sikap andisa sebelumnya
"gapapa udah makan aja"
karena dia paham jika andisa sudah mau bercerita dia pasti akan menceritakan semuanya jadi dia hanya tinggal menunggu sampai andisa siap menceritakannya
selesai makan mereka berpisah pulang ke rumah masing masing, luna juga sudah tidak sabar ingin bertemu andre
malam hari pun tiba luna yang sudah bersiap juga ingin segera pergi tidak lupa sebelum pergi dia berpamitan pada ibunya
dalam perjalanan tidak henti hentinya luna bersenandung mengikuti irama musik yang terputar di mobilnya dengan senyuman yang tetap tidak luntur dari bibirnya akhirnya luna sampai di bengkel
entah mengapa dia merasa andre pasti ada di sini, turun dari mobil dia bisa melihat anderson dengan semangat luna menghampirinya
"kakak"
anderson yang melihat luna pun tersenyum "cari andre kan, dia ada di sirkuit balap di belakang ayo kakak antar"
luna mengganguk dan dengan senang hati mengikuti Anderson dia tidak tau bahwa bagian belakang bengkel tersebut merupakan sebuah arena balap
memang tidak luas tapi cukup untuk jika ingin menguji kecepatan sebuah mesin
"itu andre" tunjuk anderson ke sosok andre yang membelakanginya mereka dan terlihat sibuk mengecek sebuah mobil
"kak andre" panggil luna
__ADS_1
Andre yang mendengar suara tidak asing pun lantas menoleh dan seperti dugaannya itu adalah luna dengan segera andre membersihkan tangannya dari sisa kotoran dan berjalan menghampiri luna
"kamu datang" sapa andre begitu sampai di depan luna
"lu seharusnya lebih baik sama luna, kalo lu ga mau gua bisa jaga luna" anderson berkata sambil memberikan kedipan mata ke arah luna
Luna yang mendengar itu pun hanya tersenyum, andre juga tidak tinggal diam dia langsung menarik luna ke arahnya dan merangkulnya
"berharap aja lu" setelah mengatakan itu andre lantas membawa luna pergi meninggalkan anderson sendiri
anderson yang di tinggal sendiri juga tidak mau ambil pusing dan kembali ke bengkel
andre membawa luna untuk duduk di area yang terlihat seperti taman indah, Luna juga langsung mengeluarkan makanan yang dia bawa dan memberikannya kepada andre
andre menerima makanan tersebut dengan senang hati "suapin" mendengar perkataan andre tersebut
dengan senang hati luna menuruti dia lantas mengambil nasi dan menggabungkan nya dengan beberapa lauk pauk di sana
"aaaa buka mulut"
andre membuka mulutnya dan menerima suapan tersebut dengan senyum dia mengunyah makanan tersebut
"enak ga?" tanya luna
"enak"
"bagus deh ga sia sia aku bikinin ini buat kakak" Luna tersenyum dan dengan senang dia memberi suapan lagi untuk andre
"ga salah pilih pacar kalo gitu"
luna yang mendengar itu terdiam sejenak dan dengan perlahan menatap ke wajah andre, luna bisa melihat pancaran sinar yang menenangkan diri mata andre
"M-maksudhnya?"
"aku ga salah pilih pacar"
"e-emang nya s-siapa pacar kakak"
"kamu siapa lagi"
luna yang mendengar itu seakan tidak percaya dengan pendengarannya, apakah dia sedang bermimpi sekarang dia pun lantas mencubit tangan andre
"aduh kok nyubit"
"ini ga mimpi kan kak" luna bertanya sambil tersenyum menatap ke arah andre
andre yang melihat luna seperti itupun merasa gemas dan lantas memeluk luna untuk memastikan kalo ini bukan mimpi
__ADS_1
"ini kenyataan, kamu mau kan jadi pacar ku"