Cinta Di Arena Balap

Cinta Di Arena Balap
Rencana


__ADS_3

Andre yang berhasil membawa luna pun langsung membawanya pulang ke rumahnya saat sudah sampai di rumah andre lalu menyudutkan luna ke dinding


Luna yang sudah tersudut pun tidak bisa pergi ke mana mana hanya bisa menunduk


"kamu bisa ga sih kalo mau ngelakuin hal tu otaknya di pake buat mikir dulu" seru andre sambil menyentil dahi luna


"ini kepala kamu isinya otak kan bukan permen gulali coba kalo udah dewasa itu apa apa di pikir jangan gegabah gini bertindak!" andre yang melihat luna hanya diam aja pun mulai merasa geram lalu berbalik sambil berkata "dasar bodoh"


luna yang mendengar itu pun mulai tersulut emosi "bodoh bodoh iya emang aku bodoh terus kenapa hah!"


andre yang mendengar itu seketika mulai marah dan tanpa sadar meninggikan suaranya "makanya tau bodoh tu di pake otaknya. emang apa sih yang ada di pikiran kamu sehingga harus nekat malam malam gini datang ke tempat yang berbahaya gitu hah" andre membentak luna


Luna yang di bentak begitu pun mulai menciut nyalinya, karena Luna adalah tipe orang yang tidak bisa di bentak sambil berusaha menahan tangis luna berkata "a-aku kan cuma mau cari kelemahan kamu" seru luna pelan


andre yang benar bener tidak habis pikir dengan tingkah luna pun hanya bisa menghela nafas "dengar ya balapan itu bukan balapan liar biasa kamu bisa liat sendiri kan di sana ada orang keamanan dan kamu pasti bisa tebak yang menyelenggarakan balapan itu udah pasti bukan orang biasa. dan buat ngelenyapin satu orang itu bukan perkara yang sulit. kamu paham" jelas andre sambil memeluk luna yang menangis


"hiks m-maaf a-aku ga tau" ujar luna sambil membalas pelukan andre


Andre pun sudah tidak merasa emosi lagi dan melepaskan pelukannya lalu berniat berjalan meninggalkan luna "lebih baik kamu pulang aja"


Luna yang merasa akan di tinggal sendiri pun langsung menarik leher andre mendekat dan menciumnya bukan seperti ciuman mereka sebelumnya yang ini hanya seperti sebuah kecupan bukan ciuman


Andre yang di perlakukan seperti itu pun hanya bisa diam saat luna menjauhkan bibir keduanya andre langsung berinisiatif mencium luna kembali


ciuman itu pun terjadi seperti sebelumnya namun tidak berlangsung lama Andre langsung menyudahi ciuman tersebut


"lebih baik kamu pulang" sebelum andre sempat pergi luna berkata "aku akan bikin kamu bertekuk lutut sama aku"


andre yang mendengar itu seketika berbalik dan tersenyum sinis menghadap Luna "coba saja" setelah itu andre masuk ke dalam kamar mandi berniat membersihkan diri


Luna yang di tinggal sendiri pun langsung terduduk di sofa dan seakan baru sadar dengan apa yang dia katakan Luna menyesal namun tidak bisa berbuat apa apa lagi


tekat luna sudah bulat "akan ku pastikan bahwa kamu bakal bertekuk lutut sampe kamu ga bisa lepas dari aku"

__ADS_1


malam itupun berlalu luna tidak pulang namun malah menginap di rumah andre, pada siang harinya Luna terbangun dan sadar dengan kejadian tadi malam


dia merasa malu dan saat sedang meratapi ad kebodohan dia, dia mendengar pintu di buka dan ternyata itu andre yang masuk membawa baju ganti


"udah bangun? ini baju ganti buat kamu, cepet ganti baju terus turun sarapan" tidak menunggu waktu luna menjawab andre lalu pergi meninggalkan luna sendiri agar luna bisa berganti pakaian


"dingin banget kayak kulkas 5 pintu, awas aja aku bikin klepek-klepek sama pesona ku" setelah itu luna langsung mengganti bajunya dan turun ke bawah untuk sarapan


saat di area meja makan Luna bisa melihat andre yang menyiapkan sarapan untuk dirinya Luna pun langsung mengambil tempat duduk di sebelah meja makan


andre yang melihat luna duduk lalu menyajikan makanan ke depan Luna "makan" ujar andre


luna yang diam sambil menyantap sarapan namun saat tengah sarapan luna tersadar bahwa hanya dia sendiri yang makan dan andre tidak makan hanya minum segelas kopi


"k-kamu ga ikut sarapan?"tanya luna


"ngeliat kamu makan aja udah bikin aku kenyang" balas andre sambil tersenyum


Luna yang terpesona melihat senyum andre pun memalingkan wajahnya dan melanjutkan makannya


"wahh bagus banget desain rumahnya, kakak yang buat desainnya?" tanya luna sambil masih melihat lihat kertas tersebut


andre yang melihat itu pun langsung berjalan mendekati luna dan berdiri di belakang luna, jadi posisinya Luna berada di tengah antara meja makan dan andre


"iya, kenapa? kamu suka"


"suka banget, bagus aku bisa ga ya bikin desain yang cantik gini" ujar luna


Andre lalu memeluk Luna dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak luna sambil berkata "aku yakin kamu bisa"


Luna yang baru tersadar dengan posisi mereka pun langsung melepaskan pelukan tersebut


"oh iya udah siang ya aku mau pulang deh" setelah mengucapkan itu Luna lalu bergegas kembali kekamar untuk mengambil bajunya dan bersiap pulang

__ADS_1


saat tiba di depan pintu terdengar suara Andre "mau di antar ga?"


"ga usah aku bisa balik sendiri kok hehe! udah dulu ya kak bye" Luna tanpa menunggu andre membalas langsung mengambil langkah seribu dan pulang


dalam sekejap andre sudah tidak melihat luna lagi andre hanya menggeleng geleng melihat kelakuan luna dan tersenyum "ada ada aja"


siang itu seperti biasa Luna ada jadwal kelas dan seperti biasa pula berangkat sendiri sampai di kelas luna langsung duduk di samping andisa


"andisa maaf ya semalam kamu pulangnya selamat kan" Luna langsung meminta maaf karena sudah meninggalkan andisa sendiri


"i-iya kok aku langsung pulang pas kamu tinggal" balas andisa gugup


luna yang merasa ada yang di sembunyikan dari sahabatnya ini pun merasa curiga, andisa yang melihat luna seperti mencurigai dirinya pun langsung mengalihkan pembicaraan


"kamu gimana udah dapat kelemahan kak andre belum"


"belum" balas luna lesu


"tapi aku mau ganti rencana aku bakal bikin kak andre suka sama aku dan tergila gila sama aku sampe ga bisa lepas dari aku"


andisa yang mendengar perkataan Luna pun menjawab "loh jadi kamu udah ga suka lagi sama kak doni?"


"masih lah ini tu cuma rencana biar kak andre patah hati kalo dia udah suka sama aku, aku bakal ninggalin dia gitu aja" ujar luna


"awas karma ntar yang ada kamu yang tergila gila sama kak andre"


"dih amit amit mana mau aku sama cowok model mesum cap kadal buntung kayak Andre itu"


"jilat ludah sendiri mampu kamu"


"iiihh andisa kok gitu sih, kamu harus bantuin aku biar rencana ini berhasil, ya ya ya bantuin pokoknya"


luna memohon pada andisa sambil memegang tangan andisa dan lagi lagi memasang wajah memelas yang bagi andisa itu tidak bisa di tolak lagi

__ADS_1


"iya iya aku bantu"


"yes makasih bestie muah" balas luna sambil mengecup pipi andisa


__ADS_2