
akhirnya luna dan andisa memulai serius membicarakan tentang rencana Luna
"jadi pertama tama aku harus ngapain?" tanya luna
"pertama yang harus kamu lakukan adalah muncul di hadapan kak andre tiap hari!" saran andisa
luna yang mendapat saran seperti itu pun bingung "buat apa? malesin banget harus liat muka tu orang tiap hari"
"kamu mau dia suka sama kamu kan, ya jadi kamu harus buat dia liat kamu tiap hari biar dia kepikiran kamu terus. gimana sih"
"bener juga kamu, oke mulai hari ini aku bakal terus muncul di depan mukanya" semangat luna
Luna yang mendapat saran pun tidak menyia nyiakan kesempatan jadi begitu jam kuliah selesai luna langsung bergegas menghampiri bengkel tempat andre bekerja
namun saat di sana luna tidak menemukan keberadaan andre luna yang pantang menyerah pun menunggu andre selama hampir 4 jam
namun sudah lama menunggu tidak ada tanda tanda kedatangan andre akhirnya luna memutuskan untuk pulang saja
tapi luna belum menyerah keesokan harinya dia datang kembali ke bengkel tersebut namun nihil juga andre tidak ada di mana pun
seperti sebelumnya luna menunggu terlebih dahulu hingga tidak terasa dia sudah menunggu sampai hari menjelang malam
"neng ngapain di sini?" tanya bapak bapak yang sebelumnya menemani luna mengambil mobilnya
"eh pak kak andre nya mana ya?!" tanya luna
"wah kalo itu saya kurang tau neng, memang belakangan ini pak andre ga ada di sini mungkin beliau sibuk di arena neng" jelas bapak tersebut
luna yang mendengar itu seketika lemas dan akhirnya memutuskan untuk pulang saja tapi keesokan harinya dia tetap datang kembali
saat sampai di bengkel luna melihat sesosok pria yang sedang memperbaiki mobil dan langsung berjalan mendekat
"kak andre" sapa luna sambil menepuk pundak pria tersebut
namun bukannya andre yang luna lihat melainkan pria lain berperawakan yang tidak jauh mirip seperti andre
"oh kamu pasti luna kan?!"
Luna yang di sapa pun hanya bisa menggangguk dan berkata "kakak siapa ya? bukannya yang bisa pake baju model itu hanya pemilik bengkel ini ya" tanya luna
pasalnya memang benar baju yang biasa di kenakan andre dan baju yang di pakai oleh pekerja lain di bengkel itu berbeda jadi bisa di simpulkan kalo baju itu pasti khusus untuk sang pemilik bengkel
"kenalin nama kakak Anderson, kakak saudara kembarnya andreas!" mendengar pernyataan itu Luna seketika terkejut
dia baru tau bahwa ternyata andre memiliki saudara kembar walaupun bukan kembar identik namun luna masih bisa melihat beberapa kemiripan dari keduanya
"ah halo kak anderson, kak andre nya ada ga?"
__ADS_1
"Andre ga ada di sini"
"loh kemana?"
"mana ku tau, tu anak ga pernah ngasih tau kalo mau pergi pergi"
luna yang kecewa karena lagi lagi tidak bisa bertemu dengan andre pun hanya bisa kembali pulang dengan keadaan bad mood
sudah lebih dari seminggu dia bolak balik bengkel namun masih tidak bisa bertemu dengan andre
akhirnya luna hanya bisa menghela napas andisa yang melihat luna terus terusan menghela nafas pun bertanya "kenapa kamu menghela napas terus, ati ati ntar pendek napas mu"
"capek banget bolak balik ga ketemu terus sama tu orang" keluh luna
andisa yang paham arah pembicaraan Luna pun hanya menggelengkan kepalanya "sabar lah baru seminggu ga ketemu udah frustasi aja kamu"
"gimana ga frustasi coba ini udah seminggu kalo aku ga bisa bikin dia bertekuk lutut sama aku, aku pasti bakal malu banget"
Luna sudah merasa benar benar frustasi dia seakan sudah ingin menyerah namun gengsi terhadap kata katanya sebelumnya
lalu tiba tiba hp nya berdering menandakan pesan masuk, luna lantas melihat siapa yang mengirim pesan tersebut
orang aneh : kalo mau ketemu sama aku langsung ngomong aja!
luna yang tau bahwa itu andre lantas langsung bergegas pergi ke bengkel untuk segera menemui andre, lagi lagi andisa di tinggal sendiri tanpa di beritahu
"untung aku sabar orangnya"
Luna lantas bertanya kepada bapak bapak pekerja di sana "pak kak andre nya ada?"
bapak itu lantas menjawab "ga ada neng!"
"lah kok gitu" luna merasa bingung kok Andre ga ada padahal kan dia udah chat bilang kalo mau ketemuan
Luna lalu melihat hp nya guna mengecek kembali isi pesan tersebut, seakan tidak ada yang aneh luna pun menunjukkan pesan tersebut ke pada bapak itu
"bapak tau ga maksudnya pesan ini apa?!"
bapak tersebut pun melihat hp luna dan membaca pesan tersebut "oh ini sih gampang neng"
"gimana pak?" Luna bertanya dengan semangat
"ini maksudnya pak andre minta neng untuk nelpon dia, gitu neng"
"hah? yang bener pak"
"bener kalo ga percaya coba telpon aja" ujar bapak tersebut lalu meninggalkan luna sendiri
__ADS_1
Luna pun lantas mencoba menelpon andre selang beberapa saat telpon tersebut di jawab
"halo"
"kak andre di mana?"
"sibuk, ada apa"
"luna mau ketemu katanya kalo mau ketemu kakak kudu ngomong langsung" jelas luna
Andre yang mendengar itu lantas tersenyum dan menjawab "ntar lagi aku balik, kamu tunggu aja di sana"
Luna yang mendengar itu pun langsung merasa senang dan lantas menjawab "baik kak" setelah itu sambungan telepon pun terputus
luna lantas menunggu andre di arena sekitar bengkel dengan penuh semangat senyum Luna tidak pernah luntur
namun apa daya sudah lebih dari 3 jam Luna menunggu dia bahkan sudah bercucuran keringat karena menunggu di bawah terik matahari
walaupun sekarang sudah terbilang sore namun terik matahari masih menyengat "ini dia sengaja ngerjain aku ya, udah Berjam jam nunggu kaga nongol juga orangnya"
beberapa saat Anderson datang "luna ngapain jongkok di situ?"
"eh kak anderson, ini lagi nunggu kak andre"
"nunggu andre?! kalo mau nunggu kenapa ga di dalam aja, ayo masuk kasian kamu panas panas gini" anderson lantas membawa luna masuk area bengkel dan menyuruh luna menunggu di dalam saja
akhirnya luna bisa menunggu dengan lebih nyaman karena tidak perlu berpanas panas lagi di luar sana
karena terlalu nyaman di sana dan juga merasa bisa luna malah tertidur dan tidak sadar bahwa hari sudah menjelang malam
Anderson yang melihat luna tertidur tidak nyaman untuk membangunkan dan berakhir menghubungi Andreas untuk segera ke bengkel
andreas yang mendapat kabar dari anderson pun langsung bergegas menuju bengkel, sesaat sampai di bengkel dia bisa melihat sosok kembarannya bersama luna yang tertidur di sofa area tunggu bengkel
"tega bener lu buat anak orang nunggu gini" keluh anderson
"ini cuma salah satu test dari gua aja" balas andreas
"tapi gua salut sama perjuangan dia kalo mantan mantan lu yang dulu pasti udah pulang dari hari pertama mereka datang"
"tentu saja pilihan gua ga akan salah"
"yaudah gua balik dulu jangan lupa tutup pintu bengkel" Anderson tidak menunggu Andreas menjawab dan langsung meninggalkannya begitu saja
andre juga tidak ambil pusing dan berjalan mendekati luna dengan pelan dia mulai membangunkan Luna
"Luna bangun" sapa andre sambil mengelus rambut luna
__ADS_1
luna yang merasa tidurnya terusik pun seketika bangun dan melihat bahwa ada Andre di depannya
"k-kak andre?" jawab Luna dengan suara khas orang bangun dan sambil mengucek ngucek matanya