
saat tengah asik berciuman seakan sudah tersadar dari buaian bibir andre luna langsung mendorong Andre menjauh dan menggusap bibirnya
"l-lu b-barusan ngapain" Luna tersadar dengan kejadian tadi lalu melotot
Andre yang tadi sempat terdorong pun langsung dengan santai berjalan mendekat lagi dengan santai dia berbisik "sekali lagi kamu ngomong ga sopan sama aku, aku bakal ngelakuin yang lebih dari tadi"
setelah mengatakan itu andre langsung pergi gitu aja meninggalkan luna yang masih syok seakan kekuatan kakinya menghilang luna merosot terduduk
saat tengah sedang syok berat andisa datang, andisa yang melihat luna duduk di sana langsung menghampiri
"Luna ngapain duduk di situ! kotor ayo bangun" seru andisa
melihat luna tidak menjawab andisa lalu menarik tangan luna agar berdiri "kamu kenapa? kok merah gitu mukanya"
luna hanya menggeleng andisa yang merasa tidak beres dengan temannya ini pun hanya bisa membawa luna kembali ke kelas
sesampainya di kelas hal pertama yang luna katakan adalah "andisa kamu mau bantuin akukan?!" sambil memasang wajah memelas luna meminta bantuan andisa
andisa yang kebingungan pun hanya mengiyakan permintaan luna, luna yang melihat andisa mengangguk langsung menarik andisa mencari doni
andisa yang di tarik tarik ya nurut aja saat sibuk berkeliling mencari keberadaan doni akhirnya luna menemukan doni sedang makan bersama Rosa
"kak doni deket sama andreas kan?" seru luna begitu sampai di hadapan doni
doni yang kaget dengan pertanyaan luna lantas menjawab "panggil kak andreas dia itu senior kamu luna"
"Halah udahlah kak pokoknya kakak deket kan sama tu orang"
"iya deket emangnya kenapa?"
"kelemahan tu orang apa?"
doni yang mulai merasa kesal dengan sikap luna yang tidak sopan terhadap dirinya dan juga andre pun berusaha untuk tidak membentak luna
"cepetan kelemahan dia apa" Luna yang memang sudah tersulit emosi mulai meninggikan intonasi suaranya
Rosa yang hanya diam saja pada awalnya pun mulai merasa tidak nyaman juga dan berkata "apaan sih lun dateng dateng ga pake permisi maen ngegas aja"
"lu diem ya ini ga ada hubungannya sama lu" Luna yang terlanjur emosi sudah masuk dalam mode senggol bacok
doni yang melihat sikap luna semakin menjadi pun mulai berkata "gua ga tau ya lu ada masalah apa sama kak andre tapi gua ga akan ngasih tau kelemahan dia, lu tu harusnya hormat sama senior lu jangan gini kelakuan lu"
__ADS_1
andisa yang merasa kondisi sudah semakin kacau lantas membawa luna pergi dari sana, karena jika tidak mungkin saja mereka akan mulai berkelahi
Luna yang di seret seret andisa mulai memberontak "apaan sih an aku belum selesai ngomong sama mereka"
"cukup ya luna, kamu apa apaan sih kok gitu ngomong sama kak doni, kamu lupa ya doni itu crush kamu"
Luna memang jika sudah emosi akan melupakan segala hal dan yang terfokus pada sumber permasalahan emosinya
andisa yang melihat luna terdiam pun yang bisa menghela nafas "gini aja ntar malam kamu ikut aku"
"kemana?" tanya luna dengan suara pelan dia sudah sadar dengan sikapnya yang salah tadi
"katanya mau tau kelemahan kak andreas, nanti malam kita cari tau" luna yang mendengar itu pun merasa senang
"makasih ya andisa emang ya kamu itu sahabat terbaik sepanjang masa"
andisa hanya pasrah saja di peluk erat sama luna, setelah itu mereka pulang ke rumah masih masih dan bersiap untuk nanti malam
sementara itu di sebuah sirkuit arena balap terlihat dua orang yang sedang sama sama serius berpacu dalam kencangnya motor yang mereka kendarai
namun seperti yang terlihat si pengendara motor merah lebih unggul dari si pengendara motor biru dan sudah di pastikan si merah menang
pengendara motor biru lalu turun dari motornya dan berjalan mendekati pengendara motor merah
"udah pasti lu belajar motor juga kan gua yang ngajarin" balas andre yang merupakan pengedar motor merah
"lu jago gini kenapa kaga mau ikutan balapan dan malah jadi tim mekanik sih?" tanya Edgar
"bagi gua lebih asik membongkar mesin dari pada balapan, lagian kalo gua ikutan balapan kasian lu nya ntar kaga bisa terus menang kalo lawan gua" balas andre
edgar yang mendengar itu pun hanya bisa tertawa "ntar malam ada balapan lu ikut kan?"
"tentu, lagi pula cuaca hari ini cerah" balas andre sambil tersenyum melihat ke arah langit sore yang cerah
edgar pun langsung ikutan melihat ke langit dan bingung "bukannya emang tiap hari cerah ya?"
Dalam heningnya malam terdengar sayup sayup suara bergema, suara kendaraan beroda dua dengan banyaknya sautan dari berbagai suara yang mendukung satu nama
dalam kegelapan terlihat dua gadis mengendap-endap mendekati asal suara terlihat dari kejauhan gemerlap lampu malam yang menyinari jalan
"Luna kita balik aja yok aku takut" Andisa mencoba menarik tangan gadis yang berjalan di depannya
__ADS_1
"bentar dis aku mau liat ke sana dulu, lagian dari mana kamu tau kalo di sana bakal ada andre ?" Luna bertanya sambil melihat ke arah andisa
melihat andisa yang terdiam pun luna mulai memicingkan matanya menatap andisa curiga
"iya iya aku dapat informasi dari mantan aku dia sering ikut ikut balapan di sini juga" balas andisa yang tidak tahan dengan tatapan luna
luna yang mendengar itu seketika menjawab "mantan kamu yang kayak anak anjing itu? kamu kok masih mau sih kontek kontekan sama tu orang"
"aku ga kontekan sama dia cuma ga sengaja aja aku liat postingan dia yang kebetulan ada foto kak Andre juga di postingan dia itu" jelas andisa
Luna yang mendengar itu pun merasa tenang bahwa sahabat nya tidak balik dengan mantannya yang buruk rupa itu
"balik aja yok, kayaknya ini balapan liar deh!" ajak andisa
"ga bisa pokoknya aku harus tau kelemahan seorang Andreas malam ini juga" setelah mengatakan itu luna lantas bergegas memasuki kawasan arena balap tersebut
andisa yang melihat itu tidak sempat mengejar luna dan berakhir di tinggal sendirian
Sementara itu tidak jauh dari sana terlihat dua orang pemuda sedang berbincang bincang santai "malam ini udah pasti gua bakal menang lagi" terdengar edgar membanggakan dirinya
"iyadah si paling menang terus" Andre menjawab dengan nada mengejek
"jelas ga akan ada yang ngalahin gua selain karena gua jago gua juga punya otomotif yang handal di balik kenceng nya motor gua" Edgar berkata sambil berjalan mendekat ke arah andre
andre yang menggeleng mendengar perkataan edgar namun saat tengah asik melihat sekeliling andre melihat sosok familiar yang sedang di kejar kejar pihak keamanan
melihat itu andre langsung menghubungi pak Alex "pak malam ini saya tidak bisa menemani Edgar balapan ada urusan penting yang harus saya urus, terimakasih atas pengertiannya"
setelah itu andre langsung ikut mengejar sosok tersebut seakan mendapat ide andre lalu memotong jalan sehingga dia bisa langsung menangkap sosok itu
Dengan erat Andre memeluk Luna dan tersenyum "hai bayi kelinci kok ada di sini?"
Luna yang dipeluk pun segera melihat siapa yang memeluknya saat sudah mengetahui siapa yang memeluknya luna terkejut dan melebarkan matanya sambil tergugup luna menjawab "kak a-andre"
"maaf tuan andreas apakah anda kenal siapa nona muda ini" terlihat pria itu bertanya
"dia datang bersamaku" dengan tegas andre menjawab
"baiklah jika begitu kami undur diri" setelah itu para pria itu pun kembali ke posisi masing-masing dan meninggalkan luna yang masih dalam pelukan andre
"sekarang harus aku apakah gadis nakal ini" dengan senyum nakal andre membawa luna pergi
__ADS_1
luna yang merasa terancam pun berusaha melepaskan diri namun rasanya percuma saja "aku ga tau kalo bakal gini jadinya andisa tolong aku" kata luna dalam hati.