
Tengah malam berlalu Luna masih saja berusaha untuk tertidur namun dinginnya udara malam membuat nya sulit untuk terlelap di tambah dengan sofa yang dingin semakin memperburuk keadaan
"kalo gini mau tidur gimana, dinginnya" Luna bangkit dari sofa dan melihat ke arah kasur tempat di mana Andre berbaring
"enaknya tidur di kasur ck" Luna yang merasa kesal pun berjalan perlahan mendekat ke arah kasur sambil memastikan bahwa Andre tertidur Luna perlahan naik ke sisi kasur yang kosong
"jangan bangun plis aku cuma mau tidur dengan tenang" seru Luna setelah berhasil mendapatkan posisi yang nyaman luna pun akhirnya bisa tertidur
tanpa dia sadari bahwa andre sebenarnya tidak tidur dengan perlahan andre memperbaiki posisi Luna agar lebih nyaman tidak lupa dia juga memberikan Luna selimut agar tubuhnya hangat
dengan perlahan andre juga kembali tidur namun sebelum itu dia merasa ada yang memeluknya dan benar saja luna tidur dengan memeluk andre
"malam ini kamu aku lepasin" sambil membalas pelukan luna andre tertidur
keesokan paginya saat sedang nyaman tertidur luna tergantung dengan sinar matahari dan terbangun
dia melihat sekeliling dan merasa bingung dia tidak mengenali tempat tidurnya ini, seakan sudah tersadar sepenuhnya luna langsung bangun dari kasur dan melihat ke samping tepatnya ke arah sosok pria yang sedang berbaring menghadap kearahnya
"good morning babe" sapa andre
"k-kamu kok di sini?" tanya luna
"emang salah aku ada di apartemen ku sendiri"
Luna yang tersadar dengan pertanyaan bodohnya itu pun tanpa basa basi langsung berniat pergi dari sana
saat sampai di depan pintu luna langsung berusaha membuka pintu tersebut namun tidak bisa, dengan panik luna terus mencoba membuka pintunya
Andre yang melihat itu hanya menghela nafas dan bangun dari tempat tidur berjalan mendekati luna
luna yang melihat andre mendekat bertambah panik dan semakin berusaha untuk membuka pintunya. Andre sudah berada di belakang luna dan langsung membuka kunci pintu tersebut
"kuncinya di buka dulu sayang" setelah mengatakan itu andre mengecup pipi luna
luna yang mendapati hal tersebut terlambat merespon sehingga andre bisa mencium pipinya dengan terkejut Luna langsung mendorong Andre
dengan merasa kesal bercampur malu luna menunjuk ke arah andre dan berkata "kamu ga punya sopan santun ya main nyosor seenak jidat kamu aja emangnya kamu bebek apa yang suka nyosor orang"
setelah itu luna langsung keluar dari apartemen andre namun sebelum benar benar pergi luna berbalik dan kembali berkata "dasar buaya darat cap kadal" seakan sudah puas luna langsung bergegas pergi
Andre yang melihat kelakuan luna yang bisa terkekeh dan merasa geli "lucunya"
__ADS_1
siang ini Luna masih merasa kesal akan kejadian yang baru saja menimpa dirinya dengan masih berjalan menuju kelasnya Luna kembali marah marah "dasar playboy cap kadal berani banget menodai kesucian pipi ku awas aja kalo ketemu lagi aku bejek bejek jadi perkedel baru tau rasa"
saking seriusnya luna marah dia tidak menyadari andisa yang sudah berdiri di sampingnya
"kenapa lagi ni anak?" keluh andisa "Luna" tegur andisa sambil menepuk pundak luna
"kenapa kamu" luna yang melihat andisa pun langsung menceritakan kejadian semalam
"kamu tau ga sih andreas itu ternyata cuma cowok cabul yang suka pegang pegang cewe" dengan kesal Luna bercerita
"dih masa sih? kok aku ga tau. setau aku ya kak andreas itu orangnya baik kalem terus ga suka terlalu deket sama cewe cewe selama kuliah di sini juga dia ga pernah pacaran"
"kok kamu gitu sih aku itu temen kamu kamu harusnya lebih percaya sama aku Andisa"
"ga gitu lun maksud aku mungkin kamu salah paham kak andreas ga kayak yang kamu bilang"
karena sudah terlanjur kesal luna meninggalkan andisa begitu saja dan masuk ke kelas "eh luna aku kok di tinggal si, tunggu"
pelajaran pun di mulai luna juga sudah mulai merasa moodnya kembali membaik dan tidak seburuk tadi pagi
saat ini luna bersama andisa dan rosa sedang makan di kantin kampus saat tengah menikmati makanan hp luna berdering tanda ada yang telpon masuk
"halo"
"iya bentar pak"
"ini mobilnya sudah selesai di perbaiki sudah bisa di bawa pulang"
"benarkah! baik kalo gitu nanti sore saya ambil ya pak, baik terimakasih pak"
setelah telpon terputus Luna langsung bergegas menghabiskan makannya dan langsung pergi mengambil mobilnya
"kebiasaan banget maen tinggal tinggal aja tu anak" seru andisa "harap maklum aja sih" balas Rosa
saat sampai di bengkel yang memperbaiki mobilnya luna langsung merasa ciut nyalinya "ini aku mampu bayarnya ga ya mana ini bengkel mewah lagi duh mati uang bulanan ku"
saat tengah melamun meratapi nasip uang jajannya luna di kejutkan dengan seorang bapak bapak yang menyapanya
"neng luna ya?" tanya bapak tersebut
"e-eh i-iya pak"
__ADS_1
"ayo ikut saya mobilnya ada di ujung sana neng" luna pun mengikuti bapak tersebut
"nah ini mobilnya mbak sudah di full service mesin sudah di ganti baru ban mobilnya juga sudah di ganti keempatnya serta sudah di poles. keliatan kayak mobil barukan"
mendengar penjelasan bapak tersebut luna yang bisa tersenyum kaku sudah dapat di pastikan bahwa harga servicenya pasti mahal dengan ragu ragu Luna bertanya "terus harganya berapa pak?"
"gratis"
"oh grat- hah? kok bisa" luna kaget
"semua ini yang ngerjain pak andre sendiri beliau juga bilang kalo biayanya gratis. neng luna ini pacaran pak andrekan?"
"hah andre maksud bapak Andreas?. bukan pak"
"lohh kok"
masih dengan perasaan terkejut luna hanya bisa tersenyum kaku lalu bapak itu memberikan nota dan Luna langsung tanda tangan setelah itu luna bisa langsung membawa mobilnya
di perjalanan pulang "akhirnya kamu sembuh juga say jangan sakit sakit lagi ya nanti aku kesepian" seru luna sambil mengelus elus stir mobilnya
saat sedang menikmati waktunya luna mendapat telepon kembali
"halo"
"mampir tapi ga nemuin yang punya bengkel kamu sopan banget ya"
"ini siapa ya?"
"suara aku aja kamu ga kenal ? ini aku andreas"
"hah kok kamu bisa dapet nomor aku sih"
"kamu lupa ngisi apa sebelum pergi?"
mencoba mengingat ingat kembali saat dia sedang berada di bengkel berbicara dengan bapak, memeriksa keadaan mobil, lalu tanda tangan dan luna tersadar dalam nota yang di berikan bapak tersebut luna menyertakan nomor hp nya
"kamu ga sopan banget ya ngambil data pribadi orang seenaknya" Luna berseru sambil marah
"aku tidak seenaknya jelas nota itu terpampang nyata di meja kerja ku jadi bukan salah ku jika aku menggunakannya sesuka ku"
Luna yang sudah tersulit emosi pun langsung mematikan telepon tanpa menjawab perkataan andre
__ADS_1
"emang ga punya sopan santun tu orang, ish nyebelin banget " luna kembali merasa moodnya hancur.