
pagi hari yang cerah luna baru saja bangun tidur belum sempat mandi dia sudah mendengar dering hp nya berbunyi pertanda ada yang meneleponnya dengan malas luna mengangkat telepon
"pagi pagi gini siapa sih yang nelpon" saat luna melihat layar hp nya terpampang jelas nama orang aneh
"dih males banget ngapain ni orang" dengan terpaksa akhirnya luna menjawab "halo"
"lama banget cuma ngangkat telpon"
"berisik ! masih untung juga di angkat, ngapain sih pagi pagi sok akrab banget pake nelpon nelpon segala"
"pagi apanya ini udah setengah 8 udah termasuk siang"
"bagi gua siang, udahlah tudep aja ngapain nelpon ?"
"cuma mau nagih biaya mobil kamu aja"
luna mengerutkan keningnya dan menjawab "bukannya gratis ?"
"kapan aku bilang itu gratis?"
"dih kok gitu jelas jelas kata bapak yang kemarin semuanya gratis, gimana sih"
"ga ada di dunia ini yang gratis, oksigen aja bayar, pokoknya ntar siang bakal aku tagih"
belum sempat Luna membalas telepon sudah terlebih dahulu di matikan, dengan perasaan kesal Luna melempar hp nya
"apaan sih gaje banget tu orang"
puas dengan marah marah luna bergegas mandi dan bersiap siap berangkat ngampus walaupun paginya di awali dengan emosi namun Luna harus tetap berangkat ke kampus karena hari ini aja ujian praktek
sudah selesai bersiap luna juga sudah siap berangkat ngampus, seperti biasa mengunakan mobil kesayangannya
"emang sejak di service kamu makin alus aja tarikannya baby seneng deh aku"
perjalanan ke kampus hanya memakan waktu kurang dari 15 menit. sampai di kampus luna langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas menuju kelasnya
saat sampai di kelas luna sudah melihat andisa di tempat biasa mereka duduk, di pojok kiri bagian tengah sudah menjadi tempat mereka
"pagi bestie" sapa luna
"pagi sahabat" balas andisa
"dosen aman kan?"
"aman belum ada kabar juga di grup" pasalnya dosen yang mengajar hari ini terkenal dengan kesukaan nya mengganti jadwal kelas
__ADS_1
bisa saja dia berkata masuk pagi pas semua mahasiswa sudah sampai kampus hanya tinggal menunggu dia masuk tau tau dia chat di grup bahwa pembelajaran via daring
kan asem banget tu dosen mentang mentang dosen, dengan seenaknya ganti ganti jam ngajar
"bagus deh kalo aman"
luna lalu mengambil tempat duduk di sebelah andisa tidak berselang lama akhirnya dosen itu pun datang, pembelajaran pun bisa di mulai
Luna dan andisa dengan serius memperhatikan arahan dari bapak dosen karena biar bagaimanapun apa yang di ajarkan dosen ini pasti akan berguna bagi bimbingan mereka kedepannya
tidak terasa 2 jam berlalu waktu istirahat pun tiba Andisa langsung mengajak luna untuk makan siang bersama
"ayo jalan lun" ajak andisa
Luna yang sedang merapikan buku bukunya langsung teringat dengan seseorang yang meneleponnya tadi pagi, dengan buru buru Luna langsung menoleh ajakan andisa
"kamu duluan aja aku ga laper, udahan dulu ya bye" setelah mengatakan itu luna langsung pergi begitu saja meninggalkan andisa
andisa yang tidak ingin mengambil pusing pun langsung pergi makan di kantin.
sementara itu luna sedang sibuk bersembunyi karena dia males kalo harus ketemu sama tu orang
saat tengah asik memilih tempat sembunyi luna di kagetkan dengan suara
"hayo ngapain ngumpet ngumpet kamu" kalian bisa tebak itu siapa
andisa yang di tutup mulutnya pun langsung menyingkirkan tangan luna "apaan sih lun tangan kamu bau bakwan goreng"
"eh iya maaf abis ngemil bakwan tadi hehe"
"lagian kamu ngapain di sini? tumben banget"
ya benar mereka saat ini sedang berada di perpustakaan tempat yang sangat amat jarang mereka masuki kalau pun mereka ke sana itu adalah jalan terakhir demi mengerjakan tugas
"e-enggak ngapa ngapain kok cuma iseng aja, iya iseng aja hehe" luna menjawab
andisa yang mendengar itu merasa curiga, namun tidak ingin terlalu jauh ikut campur urusan orang lain
"udah ayo pergi" tanpa babibu andisa langsung menarik luna keluar dari ruang perpustakaan
saat di tengah perjalanan mereka melihat sekumpulan siswa siswi sedang berkumpul "ada apa tu rame rame" kata Andisa sambil berjalan mendekat
Luna yang masih di seret seret pun yang pasrah mengikuti andisa sesampainya di sana luna langsung di kagetkan dengan sesosok pria berjaket hitam yang terlihat tampan
"nah ini dia yang saya cari" kata pria tersebut yang ternyata adalah andre
__ADS_1
"oh jadi yang kakak maksud perempuan kecil mungil dan bermulut pedas itu luna ya, haha luna emang suka gitu kalo ngomong ga bisa di filter" balas rosa
ternyata dari tadi andre mencari Luna dan bertemu dengan rosa belum selesai bertanya yang di cari ternyata muncul sendiri
"lu ngapain ke sini" seru luna sambil menunjuk ke arah andre
Andre yang melihat sikap tidak sopan Luna langsung menarik tangan luna dan membuat tubuh keduanya mendekat
"aku kesini mau nagih biaya perbaikan mobil, sekalian mau ngingetin kamu kalo harus sopan sama senior"
Luna yang tidak mau orang orang mendengar pembicaraan mereka pun langsung menarik Andre menjauh dari sana agar tidak ada yang tau pembicaraan mereka
"sejak kapan kak Andre kenal sama luna?" tanya rosa
"mana ku tau" balas andisa
andisa juga bingung kenapa luna bisa tiba tiba dekat dengan andre
sementara itu luna dan Andre sudah sampai di ujung lorong belakang kampus yang memang terkenal sepi
"lu bisa ga sih ga usah sok sokan deket sama gua" Luna langsung menyemprotkan andre dengan kata kata yang tidak enak di dengar
andre yang mendengar itu sebenarnya merasa kesal namun tidak bisa jika harus membalas perkataan Luna, biar bagaimanapun luna adalah seorang wanita
"kamu bisa ga lebih sopan sama aku, biar bagaimanapun aku itu lebih tua dari kamu dan juga termasuk senior kamu"
"buat apa gua sopan sama orang mesum kayak lu" luna masih mengingat jelas kejadian yang terjadi di apartemen andre
Andre yang memang sudah tersulit emosi pun mulai mendekat dan menyudutkan luna hingga sekarang Luna berada di antara Andre dan dinding, posisi luna saat ini sedang terjepit
"apaan sih minggir ga" luna berusaha menyingkirkan Andre dari hadapannya namun bukannya menyingkirkan andre malah semakin memepet luna
hingga tidak ada jarak lagi di antara keduanya bahkan wajah keduanya hanya terpaut beberapa inci saja
"kayaknya kamu harus di hukum" setelah mengatakan itu Andre langsung mencium bibir luna
Luna yang terkejut tiba tiba mematung dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, andre yang melihat luna tidak ada respon pun mulai berani mempermainkan bibir luna
perlahan namun pasti andre bisa lebih dalam lagi mencium luna bahkan saat ini lidah andre sudah bersarang di mulut Luna dan bermain dengan lidah luna
Luna yang sudah mulai terbuai pun mulai mengikuti permainan bibir andre hingga keduanya terlarut dalam permainan bibir tersebut
tangan luna yang awalnya berusaha untuk menyingkirkan tubuh andre sekarang sudah beralih ke leher Andre
Andre juga yang awalnya menyudutkan luna sudah membawa tubuh Luna lebih dekat dengan tubuhnya, mereka berciuman sambil berpelukan
__ADS_1
semakin lama permainan bibir itu semakin intens hingga luna tidak sadar mengatakan "ahh mnghh" dalam ciuman mereka.