
pagi hari cerah luna bangun dengan perasaan gembira mengingat dirinya sudah memiliki tambatan hatinya
tidak lupa luna mengirim pesan ucapan selamat pagi ke andre
Luna: selamat pagi kesayangan ❤️
tidak lama setelah itu andre juga langsung membalas dengan kata kata gombalan andalannya
Andre: pagi cantik, jangan lupa sarapan biar semangat menjalani harinya
Luna: iya, kakak juga jangan lupa mandi biar wangi
Andre: tanpa mandi pun aku tetap tampan
Luna: pd nya astaga
Andre: itu adalah kenyataan sayang
Luna: ya udah deh aku mau berangkat kuliah dulu, kakak semangat kerjanya ya
setelah itu luna lantas bergegas untuk menjemput andisa karena memang mereka sudah berjanji untuk berangkat bersama hari ini
sampai di apartemen andisa luna tidak keluar dari mobilnya melainkan langsung menelepon andisa agar dia segera turun
Luna terlalu malas jika harus menjemput langsung andisa di apartemennya
tidak lama kemudian andisa sudah turun dan masuk ke mobil luna
"pagi" sapa andisa
"pagi bestie" Luna menjawab dengan semangat
"ada kabar bahagia apa ni" andisa bisa menebak pasti ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya ini
"aku udah jadian sama kak andre hehe"
"wah selamat kalo gitu aku turut bahagia ya"
"makasih"
setelah itu luna dan andisa sudah sampai di kampus mereka juga dengan semangat mengikuti setiap jam pelajaran
hingga jam istirahat pun di mulai andisa dan luna memutuskan untuk berpisah karena Luna lapar dan dia ingin makan sementara andisa harus ke ruang rapat organisasi untuk membantu anggota organisasi
Luna sedang memesan makanan dan tanpa dia sadari ada sosok rosa yang berdiri di belakangnya
"luna" sapa rosa
"ehh kaget, apaan sih ros kalo nongol tu pake salam kek"
"maaf maaf lagian kamu yang terlalu sibuk memperhatikan menu makanan sampe ga sadar aku udah di sini"
"iya deh aku yang salah, kamu udah makan belum?!"
"belum, makan bareng yok. sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu"
__ADS_1
luna si mau mau aja makan bareng rosa tapi dia sedikit curiga pasti rosa ada maunya ni
akhirnya mereka makan satu meja dengan luna yang memesan bakso dan rosa yang hanya memesan jus jeruk
"kok ga pesen makanan?!" Luna bertanya
"ga deh aku mau diet"
"oh" seakan tidak perduli luna melanjutkan makannya, saat tengah nikmat memakan makanannya Rosa tiba tiba bersuara
"lun kamu Deket kan sama kak andre?"
"iya kenapa" bukan dekat lagi mereka bahkan sudah berpacaran namun luna tidak mungkin membicarakan hal itu saat ini
"aku boleh minta nomor kak andre ga? aku udah coba minta sama kak doni tapi ga di kasih, kamu kan deket pasti ada nomornya kan"
luna yang mendengar pernyataan tersebut pun tersedak dengan pentol bakso
"ehh kamu gapapa lun, minum minum" rosa memberikan jus nya pada luna agar dia bisa meminumnya
setelah luna bisa bernapas kembali luna lantas menatap wajah rosa dengan horor seakan dia sedang berfikir sepertinya dia melupakan fakta bahwa rosa juga menyukai andre
"gimana lun aku boleh mintakan"
"g-gimana ya?! A-aku takutnya kak andre marah. iya gitu dia kan orangnya pemarah"
"masa sih? ga mungkin lah"
"mungkin aku aja dapat nomor dia karena mobil aku yang kebetulan di perbaiki di bengkel dia, aku juga jarang kok ngehubungin dia, gimana kalo kamu minta lagi aja sama kak doni paksa aja kalo dia ga mau" luna berusaha untuk mencari alasan agar rosa tidak mendapatkan nomor andre
"ya udah deh aku coba minta kak Doni aja nanti"
luna berharap dalam hati agar kak doni tetap pada pendirian awalnya dan tidak akan menyerahkan nomor kak andre
setelah itu luna buru buru menghabiskan makanannya dan bergegas meninggalkan rosa dengan alasan dia di panggil oleh andisa
luna yang merasa bad mood pulang dengan kondisi marah, dia kesal kenapa pacarnya tersebut harus terlihat sangat tampan sehingga menarik banyak perhatian
tidak bisakah andre bersikap biasa saja agar tidak ada yang menyukainya
saat tengah asik berbicara tentang andre yang bersangkutan pun menelepon
"halo" sapa luna dengan sedikit unsur kesal
andre yang mendengar suara luna berbeda pun lantas bertanya "kenapa sayang?"
"gapapa, kenapa nelpon"
"emang aku ga boleh nelpon pacar aku sendiri?!"
"boleh"
"gitu dong, siap siap gih kita kencan"
Luna yang mendengar kata kencan pun merasa senang dan dengan bersemangat langsung menyetujui ajakan kencan tersebut
__ADS_1
"kita mau kemana kak?!" luna bertanya dengan semangat
"yang pasti tempat istimewa"
"oke kalo gitu aku langsung siap siap sekarang"
setelah itu sambungannya telpon mereka pun terputus Luna langsung bergegas bersiap siap dia berdandan dengan cantik agar andre semakin suka padanya
tidak lama setelah dia selesai berdandan terdengar suara motor di depan rumahnya
luna lantas melihat siapa gerangan yang datang dan dia tidak menyangka bahwa andre akan datang menjemputnya mengunakan motor
"kok tumben pake motor kak"
"kenapa? kamu ga suka"
"suka kok cuma aku baru pertama kali naik motor"
Andre turun dari motornya dan mendekati luna sambil membawa helm di tangannya dan memasangkan nya di kepala luna
"cantik, udah siap jalan?"
"siap" Luna menjawab dengan semangat
setelah itu mereka berdua pun jalan dengan mengendarai motor merah milik andre
andre meraih tangan luna agar memeluk pinggangnya
"pegangan nanti jatuh"
Luna juga tidak menolak dan langsung memeluk andre, kencan awal mereka adalah jalan jalan mengelilingi kota
luna sangat menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya setelah puas berkeliling kota mereka mampir ke salah satu mall terbesar di sana dan berencana menonton film
saat tengah memilih film apa yang ingin mereka tonton tiba tiba terdengar suara
"enaknya yang lagi kencan"
luna menoleh kebelakang dan mendapati andisa di sana berdiri sendiri sambil membawa sekeranjang popcorn
"loh an, kamu mau nonton juga?" luna menyapa andisa
andisa menggelengkan kepalanya dan menjawab "ga lun, aku baru aja selesai nonton. kalian baru mau nonton ya?"
"iya nih, ada saran ga an bagusnya nonton apa"
"berhubung ini kencan kalian kenapa ga nonton film romantis aja, kan pas ni sama suasana kalian" andisa tersenyum dan berkedip ke arah luna
Luna membalas dengan tersenyum malu malu dan "apaan sih an, ga gitu lah"
"kamu kalo mau nonton film romantis aku gapapa kok!" Andre yang diam saja sejak tadi pun mulai bersuara
luna yang mendengar itu pun menggangguk pertanda setuju. akhirnya luna dan andre memiliki film tema romantis
andisa yang sudah selesai menonton pun memutuskan untuk kembali pulang dan bersiap untuk makan malam di rumah
__ADS_1