
"lu ga mau ngajak luna ke arena balap minggu ini?!" anderson bertanya begitu melihat andre yang sudah mengganti pakaiannya
"iya ndre ajak aj si luna" edgar juga memberi pendapat
"gua cuma khawatir"
"khawatir kenapa, di sana ada gua anderson sama lu juga ada. udah aman pokoknya"
"gua cuma ga mau luna takut aja"
"lu lupa apa, dia nerobos masuk arena cuma buat nyari kelemahan lu" edgar masih ingat dengan jelas awal mula bertemu luna
walaupun saat itu dia tidak ikut bersama andre menghampiri luna namun dia bisa melihat sosok luna cukup jelas
"hahh ya udah ntar gua bawa"
"nah gitu dong jangan lupa suruh luna ajak andisa juga"
"iya"
setelah itu mereka kembali pada kesibukan masing-masing, andre dan anderson kembali pada mesin mobil sedangkan edgar kembali memainkan hp nya
tidak terasa waktu sudah sore, andre sudah menghubungi luna untuk datang namun hingga saat ini luna masih belum menjawab pesannya
andre sedang duduk diam memperhatikan edgar yang sedang menguji kendaraannya
dia tidak sadar ada yang mendekat ke arahnya, dengan perlahan luna menutup mata andre
"tebak siapa hayo!"
andre sudah mengetahui siapa yang sedang berada di belakangnya dengan lembut andre menggenggam tangan luna yang sedang menutup mata nya
"luna jangan main main"
"ihh kok tau sih ini aku"
"dari jauh aku udah tau kalo itu kamu"
"gimana caranya ?!"
"wangi parfum mu sayang, aku sangat mengenalnya" andre lantas membawa luna duduk di sebelahnya dan merangkul pundak nya
"udah makan belum?" tanya andre melihat ke arah luna
Luna menggangguk "udah dong, kakak?"
"udah sayang" jawab andre sambil mengelus kepala luna
mereka berdua duduk bersama dan memperhatikan edgar yang terlihat sedang serius balapan
andre perlahan melihat ke arah luna dan tersenyum "kamu cantik"
Luna yang mendengar itu pun tersenyum "ada maunya ni pasti"
"ga ada sayang, kamu emang cantik kok"
"hihihi makasih"
__ADS_1
"Minggu depan kamu sibuk ga?"
"ga kok, kenapa"
"mau ikut nonton balapan ga!?"
"hah yang bener kak?"
"bener sayang"
"mau mau banget malah"
"bagus kalo gitu minggu depan aku jemput"
Luna tersenyum dan menggangguk dia merasa senang karena akhirnya dia bisa ikut melihat balapan bersama andre
sebenarnya bukan itu yang membuat dia senang melainkan karena dia bisa melihat andre bekerja
dia sudah sering melihat andre bekerja di bengkel namun dia belum pernah melihat andre bekerja di arena, dia sangat yakin bahwa pacarnya ini pasti akan sangat tampan saat sedang bekerja
saat tengah asik berduaan tiba tiba edgar datang menghampiri mereka dan ikut duduk di sebelah mereka
"hai luna" sapa edgar
"hai kak edgar" Luna membalas dengan senyuman yang menggembang manis
"kok temennya ga di ajak?"
"siapa? andisa"
"Yoi siapa lagi emang!"
"bener juga sih, eh tapi minggu depan ajakin ya biar bisa liat gua balapan"
"kurang tau ya kak, soalnya dia jarang keluar malam, paling kalo keluar juga karena kepepet" memang andisa termasuk anak rumahan dia terlalu malas untuk keluar jika tidak menyangkut hal yang penting penting amat
"ga masalah, ajakin aja dulu"
"oke"
mereka sudah selesai di arena dan berniat kembali ke area bengkel dengan andre yang berjalan di samping luna sambil menggandeng tangan luna
edgar dan anderson yang berjalan di belakang mereka pun lantas mengikuti andre dan Luna yang bergandengan
"sayang pegang erat tangan ku" edgar memberi tangannya ke anderson berniat menggoda pasangan yang ada di depan mereka
"iya sayang aku pegang ya" anderson yang paham pun langsung mengikuti edgar
luna yang mendengar mereka dari belakangnya pun menunduk malu namun juga lucu dengan tingkah edgar dan anderson
andre lain lagi dia langsung memberi tatapan maut ke pada mereka yang ada di belakangnya
edgar dan anderson yang melihat itu bukannya takut justru mempercepat langkah mereka sehingga mereka berada di depan andre dan langsung memberi kedipan maut ke pada andre setelah itu mereka langsung lari
takut kalo andre ngamuk, andre yang melihat kelakuan mereka pun juga ikut malu
"maaf ya"
__ADS_1
"haha gapapa kok kakak, lucu" Luna memaklumi hal tersebut
dia juga tidak keberatan akan hal tersebut dan tidak lama mereka sampai di area bengkel, andre langsung membawa luna ke kamar tempat peristirahatan mereka
"duduk sayang"
"makasih"
"mau minum apa?"
"apa aja, asal kakak yang buat aku mau"
"tunggu ya sayang"
setelah itu andre pergi untuk membuatkan luna minuman, luna yang di tinggal sendiri juga lantas mendudukkan dirinya di sofa dan bermain hp
saat tengah bermain hp dia baru sadar bahwa kamar pacarnya ini sedikit ada yang berbeda dan saat sudah mengetahui hal apa yang berbeda tersebut luna lantas mengambilnya
"sejak kapan dia punya ini" luna mengangkat benda tersebut
dapat dia rasakan tekstur lembut dan juga harum manis yang berasal dari benda tersebut
andre sudah tiba dan meletakkan minuman serta sedikit cemilan ke atas meja dan berjalan mendekati luna
"suka ga?" tanya andre yang melihat luna sudah memegang benda yang ingin dia berikan sebagai hadiah
"ini buat aku?!"
"iya sayang emang buat siapa lagi, ga mungkin buat aku kan"
"aaaa suka banget makasih sayang" luna lantas memeluk benda tersebut yang ternyata merupakan boneka beruang berwarna pink
"kok kamu tau aku suka beruang sih?"
"emang apa yang ga aku tau tentang kamu"
"hehe pacar aku yang terbaik"
"tentu"
mereka menikmati waktu bersama dengan sambil menonton film di kamar dan bercanda ria bersama
tidak terasa waktu sudah malam dan luna harus kembali, awalnya dia ingin menginap namun mengingat ibunya seorang diri di rumah dia memutuskan mengurungkan niatnya tersebut
andre juga sedikit kecewa mengetahui luna tidak akan tinggal bersamanya malam ini
namun begitu dia tau alasannya dia juga tidak bisa menolak keinginan pacarnya tersebut, Andre pun mengantarkan luna pulang
dalam perjalanan mereka tidak henti hentinya memuji satu sama lain ataupun hanya sekedar memberikan candaan mesra
dengan terus saling bergandengan tangan akhirnya mereka sampai di rumah luna
luna awalnya ingin mengajak andre untuk bertamu di rumahnya namun andre menolak. dia beralasan tidak membawa buah tangan jadi dia merasa segan untuk bertemu calon mertuanya
luna yang mendengar itu pun langsung merasa senang sekaligus malu
senang karena itu tandanya andre sangat menghormati orang tuanya hingga tidak ingin mampir dengan tangan kosong
__ADS_1
serta malu dengan tingkah andre yang seolah olah mengatakan bahwa dia akan menikah luna
mau tidak mau luna turun dari mobil dan masuk rumahnya andre yang sudah tidak melihat luna lagi lantas tancap gas kembali pulang.