Cinta Di Arena Balap

Cinta Di Arena Balap
makan malam


__ADS_3

puas dengan film yang di tonton luna dan andre memutuskan untuk makan malam karena memang sudah masuk jam makan malam dan mereka juga belum makan dari siang dan di sinilah mereka


sedang menikmati malam malam romantis dengan di temani kilauan cahaya yang cantik dan alunan musik yang indah


"makan yang banyak biar mbul" ujar andre sambil memberikan daging ayam yang sudah dia iris tipis hingga mudah untuk luna makan


"ishh ga mau mbul nanti gendut"


"gapapa kamu pasti lucu kalo mbul"


"ogah" walaupun menolak namun luna tetap mengambil potongan ayam tersebut dan memasukkannya ke dalam mulutnya


andre yang melihat itu tersenyum, karena bagi nya saat ini tidak ada yang lebih menarik selain melihat luna makan dengan lahap


"sayang aku izin ke wc sebentar ya"


luna mengganguk dia tidak menjawab karena mulut nya penuh dengan makanan


andre terkekeh dan segera bergegas pergi menuju toilet dan segera menuntaskan hajad nya


saat tengah mencuci tangan andre mendengar suara


"lu yakin gua bisa ikut lu minggu depan"


"yakin lah, emang kapan gua pernah boong sama lu. tenang aja selama ada gua balapan cetek kayak gitu pasti bisa gua menangkan"


"wah emang ga salah pilih bos gua. gua yakin si edgar bau kencur itu pasti ga ada apa apanya sama bos gua ini"


andre yang mendengar namanya temannya di sebut sebut pun mulai dengan serius mendengarkan percakapan tersebut


"jelaslah bahkan si alex itu pasti tunduk sama bokap gua"


dua pria yang dari tadi sedang ribut tentang balapan tersebut terus terusan menyebutkannya


andre yang sudah mulai emosi pun mendekati pria tersebut dan dengan berani menyenggol bahu pria itu


"heh kalo jalan pake mata"


andre melirik sekilas dan hanya tersenyum sinis, pria tersebut yang tidak terima pun lantas mencekal tangan andre


"maksud lu apa hah?! nyari ribut lu"


"orang yang bahkan tidak bisa menjaga rahasia tidak bisa di sebut dalam balapan sakral kami"


memang sudah menjadi rahasia umum bahwa balapan tersebut tidak bisa asal di bicarakan di depan umum


siapapun yang pernah menghadiri balapan tersebut pasti sudah di peringatkan bahwa tidak boleh bercerita kepada siapapun tentang balapan apalagi sampai membocorkan nama nama para pembalap tersebut

__ADS_1


selain karena memang balapan tersebut termasuk rahasia pemerintah. para pembalap pun juga bukan orang sembarangan yang bisa seenaknya di sebutkan di depan umum


andre yang tidak ingin mencari ribut pun lantas melepaskan tangan pria tersebut dan meninggalkannya begitu saja


dia tidak ingin membuang buang waktunya hanya untuk meladeni orang tidak penting


namun hal tersebut membuat mood andre hancur dia kembali ke meja makan dengan perasaan kesal


Luna yang melihat andre sepertinya berbeda tidak seperti sebelumnya pun berinisiatif untuk menggenggam tangannya


"kenapa?" tanya luna khawatir


"gapapa cuma ketemu kecoa bau aja di wc"


"loh kok bisa, udah di bunuh kah?" luna berfikir masa di restoran yang terbilang mewah ini bisa kemasukan kecoa


"ga perlu, kamu udah selesai makannya! ayo pulang"


"iya" Luna langsung membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang


andre juga tidak lupa membayar tagihannya terlebih dahulu dan mereka pun lantas pulang


Andre mengantarkan luna kembali kerumahnya dengan selamat


"makasih ya kak"


"sama sama cantik, besok kamu ke bengkel ga?"


"gapapa. kalo ke bengkel langsung ke arena balap aja ya, besok aku bakal di sana"


"oke" setelah itu luna turun dari mobil andre dan berjalan memasuki rumahnya


andre yang sudah memastikan luna masuk ke rumah nya pun lantas pergi


pagi harinya andre sudah bersiap untuk mengecek beberapa motor dan mobil yang memang sudah di persiapkan untuk balapan berikutnya


di temani oleh anderson andre tidak mendapati banyak kesulitan


memang tidak salah dia memperkerjakan anderson. sebenarnya anderson juga memiliki pekerjaan kantor namun karena dia termasuk ceo yang pemalas jadi dia lebih banyak menghabiskan waktu di bengkel


dia selalu mengatakan lebih baik lembur di bengkel dari pada lembur di kantor


Andre juga tidak masalah karena biar bagaimanapun anderson bukanlah pemimpin yang pemalas jika memang tidak bisa di pegang sekertaris nya maka anderson yang akan membereskan nya


"motor yang biru ini punya edgar kan" tanya anderson


"hooh"

__ADS_1


"kok bisa lecet gini, tu anak gimana bawa nya sih"


"mana gua tau, kenapa kaga tanya anaknya langsung tuh" tunjuk andre ke arah edgar yang memang tidak jauh dari mereka


edgar terlihat sedang sibuk dengan hp di tangannya Anderson yang melihat itu lantas menghampiri Edgar


dia duduk di samping Edgar dan mengintip apa sih hal penting yang sedang edgar lakukan di hp nya


anderson hanya melihat edgar yang sibuk mengirim pesan namun tidak kunjung di balas oleh si penerima pesan


edgar juga sudah frustasi begitu banyak pesan yang dia kirim namun tidak satupun yang mendapat balasan


saat dia ingin menelpon si penerima malah berakhir dengan nomor nya yang di block


"lu ngehubungin siapa sih gar"


"cewe galak yang bikin gua tertarik"


anderson terkejut bukan hanya andre yang sudah memiliki tambatan hati bahkan edgar juga sedang mendekati seorang gadis


"bisa kompak gini lu berdua, yang satu udah pacaran yang satu lagi pdkt. padahal gua yang lebih tua dari kalian aja masih selow menikmati hidup sendiri"


Andre yang memang tidak jauh dari mereka juga menyimak percakapan mereka pun lantas menyela


Andre melempar kain kotor ke arah anderson "jangan sok jadi yang paling tua dah, lu sama gua cuma beda 20 menit"


edgar juga lantas menambahkan "lu sih bukan menikmati hidup melainkan kaga laku hahaha"


anderson yang tidak terima di jahili oleh sepasang sahabat tersebut pun lantas mengambil air di sampingnya dan menyirami andre dan edgar


"anjir Weh basah gua ni" Edgar mengeluh


andre tidak marah dia sudah terbiasa dengan kelakuan kembarannya ini


"rasain. makanya jangan berani berani sama gua kualat lu pada"


"gua kata juga apa jangan ngajak ribut anderson. kaga asik anaknya" ujar andre


anderson bersiap menyiram mereka kembali sebelum edgar menjawab "ehh santai bro bercanda aja gua tadi"


seakan tidak ingin mendengar penjelasan mereka anderson menyiram mereka kembali andre yang sudah basah pun pasrah saja


lagi pula dia juga belum mandi jadi tidak masalah jika anderson ingin memandikannya


hitung hitung dia hemat tenaga namun berbeda dengan edgar yang sudah berlari menghindari siraman air tersebut


anderson yang melihat edgar berusaha menghindar semakin gencar mengejar edgar dan berakhir dengan mereka yang bermain kejar kejaran

__ADS_1


andre yang sudah tidak termasuk pun berjalan untuk mengganti pakaiannya yang sudah basah


"harap maklum lah mkkb"


__ADS_2