
melihat siapa yang berani mengganggu nya pria itu lantas menoleh ke arah andre
"oh ternyata lu, rupanya lu cuma montir di sini. jangan sok banyak gaya lu"
pria tersebut merupakan pria yang andre temui beberapa waktu sebelumnya di restoran terakhir kali
andre juga dengan mudah tersulut emosi begitu mengenali pria itu
pria tersebut lantas membalas dengan mengcengkram kerah baju andre semakin panas suasana hingga hampir berujung pada perkelahian
namun hal tersebut tidak terjadi karena sebelum hal tersebut terjadi sudah ada gibran yang menengahi
"sebaiknya kalian hentikan sampai di sana"
andre yang melihat gibran datang lantas melepaskan pria itu
namun pria itu tidak semerta merta menghentikan keonaran nya malah berbalik menghina gibran
"lu jangan ikut campur dah lu itu cuma babu yang di perintah"
andre yang tidak terima akan apa yang di katakan pria itu terhadap gibran pun bersiap akan meninju pria tersebut
namun di hentikan oleh gibran "babu yang kau katakan ini bisa dengan mudah menyingkirkan mu"
gibran tidak takut dengan siapa pun. siapa yang berani mencari ribut dengannya harus dengan patuh juga menerima akibatnya
"lebih baik anda pergi dari sini"ujar gibran pada pria itu
pria itu sudah bersiap untuk melawan gibran namun di hentikan oleh anak buah gibran dan pria itu langsung di bawa keluar dari arena balap
"untuk masalah yang terjadi saya minta maaf. tuan tuan dan nona noan sekalian silahkan melanjutkan balapannya".
gibran lantas pergi untuk membereskan pria itu dan memberikan tugas pengawasan pada andre
setelah itu balapan kembali di lanjutkan semua kembali pada posisi masing-masing dan tidak ada yang mencari ribut lagi
luna yang dari tadi menyaksikan kejadian tersebut pun lantas mendatangi andre berusaha menenangkan emosi pacarnya ini
"tenang ya" bukannya tenang andre malah memalingkan wajahnya tidak berniat menatap luna
luna yang melihat itu lantas memeluk andre dan berkata "sayang jangan marah lagi dong aku takut kalo kamu marah gini"
memang benar apa yang luna katakan dia selama ini hampir tidak pernah melihat andre marah jadi dia sedikit takut saat melihat tatapan mata andre yang seakan akan siap membunuh siapapun yang menghalangi jalannya
__ADS_1
dengan pelukan tersebut andre belum juga merasa tenang luna lantas mencium pipi andre dan hal tersebut berhasil menarik perhatian andre
"udah tenang kan?"tanya luna sambil tersenyum
andre pun perlahan lahan sudah bisa mengontrol emosinya dan membalas pelukan luna
"maafin aku ya kalo nakutin kamu"
"ga masalah asal jangan di ulang lagi ya ganteng"ujar luna sambil mengelus kepala andre yang bersandar di pundaknya
andre sudah merasa tenang kehadiran luna membuatnya harus lebih baik lagi mengontrol emosi nya
malam semakin larut dan balapan tetap berlangsung malam ini durasi balapan di perpanjang
yang biasanya hanya 4 jam saja namun di perpanjang hingga 6 jam. para penonton juga semakin bersemangat
namun jangan dipikir bahwa ini balapan liar akan ada yang membawa minuman keras atau obat obatan terlarang itu semua tidak ada di balapan ini
semua aman terkendali dan di pastikan juga tidak akan ada keributan
saat ini luna sedang menunggu di tenda tempat andre dan anderson memeriksa keadaan motor
saat tengah sibuk dengan hpnya dia mendengar suara edgar yang memanggilnya
"maaf ya andisa ga bisa datang karena harus ngurusin ayahnya" luna juga sudah mengajak andisa sebelumnya namun sahabat nya tersebut menolak karena harus menemani ayahnya
edgar juga tidak bisa memaksa karena dia tau kondisi ayah andisa yang memang tidak bisa di tinggal jika sudah kambuh
"yah mau gimana lagi"
"tapi kamu tadi keren banget loh, bisa nyalip nyalip gitu keren deh"
edgar yang mendengar itu pun langsung tersenyum dengan bangga dia merasa tidak sia sia dia berlatih dengan keras
"hahaha tentu saja siapa dulu memangnya. edgar gitu loh"
"Halah jangan sok keren lu balapan sama gua juga selalu kalah" andre tiba tiba menyela pembicaraan mereka
"kakak bisa balapan juga?" luna tidak tau bahwa pacarnya tersebut bisa balapan karena setau nya andre hanya mekanik saja
"tentu sayang memang kamu pikir siapa yang mengajarkan Edgar balapan"
luna terkejut "ga mungkin, itu kakak?"
__ADS_1
andre tidak menjawab melainkan hanya tersenyum dan mengangguk
luna bener bener merasa terkejut dia tidak menyangka bahwa pacarnya ternyata sehebat itu. dari apa yang dia dengar tadi itu artinya pacarnya bisa saja memenangkan balapan melawan edgar
"kok kakak ga ikut balapan sih kalo emang jago?" Luna bertanya
"ga semua yang aku jago harus aku ikutin kan, lagi pula aku lebih suka bongkar mesin dari pada naik mesin" memang benar andre jago balapan
bahkan lebih jago dari edgar namun dia tidak mau balapan karena baginya cukup dengan membongkar mesin sudah membuatnya puas
"bener juga, tapi bagus kakak ga ikut balapan jadi ga akan ada resiko kecelakaan aku ga mau kalo sampe kakak kenapa napa" luna baru menyadari bahwa balapan ini cukup berbahaya
tidak hanya ada hadiah yang akan membuat semua orang menggila untuk mendapatkan nya
namun ada resiko terjadinya kecelakaan juga tidak sedikit tapi luna sedikit tenang karena memang selain balapan ini di awasi
sudah ada beberapa ambulans yang di sediakan untuk jaga jag jikalau ada terjadi kecelakaan
"tenang saja lun di sini aman" anderson juga datang mendekat dan ikut berbicara pada mereka
"sudah ada pihak medis yang di sediakan dan lagi para pembalap yang bertanda pun sudah di lengkapi dengan peralatan keamanan agar menghindari cedera serius" ujar anderson
luna juga bisa merasa tenang karena dengan begitu bisa menghindari kejadian yang tidak tidak
andre yang dari tadi sibuk pun melihat ke arah tangannya lebih tepatnya ke jam tangan yang terpasang di tangannya
melihat waktu yang sudah lewat dari tengah malam andre berinisiatif untuk mengantarkan luna pulang
sebenarnya ingin membawa luna menginap di rumahnya namun dia tidak enak dengan pesan dari ibu luna yang memerintahkan nya untuk mengembalikan luna dalam keadaan utuh
"sayang udah malam ayo kita pulang" andre memanggil Luna
luna yang mendengar itu seketika beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati andre
"ayo"
"bro gua balik duluan ya" andre berpamitan kepada edgar dan juga anderson
edgar hanya menjawab dengan mengacungkan jari jempolnya pertanda setuju
sementara anderson juga tidak masalah sebenarnya anderson juga ingin pulang namun dia tahan karena harus mengurus beberapa hal lainnya
dengan begitu andre mengantar luna pulang ke rumahnya dengan selamat.
__ADS_1