Cinta Di Arena Balap

Cinta Di Arena Balap
Pantang menyerah


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa luna akan mampir ke bengkel untuk menemui pacarnya kali ini dia tidak sendiri dia mengajak andisa bersamanya


Saat di perjalanan luna membawa mobil dan andisa yang duduk di sebelahnya sambil mendengarkan musik


"oh iya an sejak kapan kamu kenal sama kak edgar?" Luna penasaran dia rasanya tidak pernah melihat kedekatan antara edgar dan andisa namun dia merasa bahwa edgar tertarik pada sahabatnya ini


"ga kenal tuh!" jawab andisa cuek


"loh masa padahal kemarin malam kak edgar nyariin kamu loh malah dia yang ngajakin aku suruh ngajak kamu nonton balapan tapi sayangnya kamu ga bisa pergi. Padahal seru banget loh"


"ga tau is males banget ngomongin tuh orang" andisa terlihat tidak berminat pada topik pembicaraan mengenai edgar


Luna yang merasakan hal tersebut juga lantas tidak membahasnya lagi


Akhirnya mereka sampai di bengkel dan luna segera turun menghampiri anderson karena dia tidak melihat andre di manapun


"kakak. Kak andre nya mana?" Luna bertanya begitu melihat anderson menyapanya


"ada di arena bareng edgar kamu samperin aja sana" jelas Anderson


"makasih kak. Ayo an" Luna menggenggam tangan andisa dan mengajaknya ke arena yang ada di bagian belakang bengkel


Di sana mereka bisa melihat sosok familiar pria yang sedang mengadu kecepatan motor bersama


Luna yang melihat itu lantas bergegas untuk melihat lebih dekat andisa juga hanya mengikuti dari belakang


"kak andre" Luna berteriak sambil melambaikan tangan ke arah andre


Andre yang melihat kedatangan luna lantas menghentikan motornya dan berjalan mendekati luna


"hai sayang" andre menyapa luna dan tidak lupa dia mengelus kepala pacarnya ini


"hai juga hehe" Luna tersenyum melihat andre


"oh kak edgar hai" Luna baru sadar ada kehadiran edgar di belakang andre


"hai Luna, hai andisa" sapaan Edgar terasa berbeda terhadap mereka berdua. Luna bisa merasakannya dan dia pun tersenyum lantas memberi ruang pada Edgar dan andisa agar bisa berbicara berdua


"ayo kak aku bawain kakak makanan" luna membawa Andre menjauhi Edgar dan Andisa


Andre yang seakan paham pun hanya mengikuti saja


"gimana ayah kamu udah sehat ?" Edgar berusaha mencari topik pembicaraan


"udah" Andisa merasa sedikit kesal karena Luna meninggalkannya bersama Edgar


"kapan kapan ikutlah nonton aku balapan, kalo mau kamu bisa juga aku ajakin naik motor bareng" Edgar tersebut sambil melihat kearah Andisa yang melihat ke arah lain tidak ingin bertatap padahal


Entah mengapa Edgar merasa gemas dengan tingkah laku andisa yang terkesan tidak tertarik padanya

__ADS_1


"ga makasih aku ga suka naik motor" andisa langsung menolak tanpa berpikir panjang


"kenapa? Padahal kan enak kena angin langsung"


"males ntar masuk angin"


"pftt hahaha kamu lucu banget jadi pacarku mau ga" tanpa basa basi Edgar langsung mengutarakan perasaannya


Andisa juga tidak buang buang waktu langsung menjawab dengan tegas "ga mau"


Edgar tidak marah dengan penolakan andisa biar bagaimanapun ini bukan pertama kalinya dia di tolak andisa


Tapi entah mengapa dia merasa semakin tertantang untuk mendapatkan andisa


"ga masalah masih ada hari esok" Edgar bukanlah pria yang mudah menyerah


Selama janur kuning belum melengkung maka dia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan andisa


Saat tengah asik mengobrol edgar di kejutkan dengan kedatangan Leo yang mencari ribut dengan berteriak teriak meminta andre keluar


Edgar pun lantas menghampiri leo


"wes selow bro ada apa ni datang datang teriak teriak? belum cukup emang yang semalam" Edgar tidak lupa dengan senyum mengejek nya


"bacot lu mana tu montir sialan gua mau tanding sama tu orang" leo mendorong edgar agar tidak menghalanginya


"biasa aja lah, santai kan bisa" edgar berusaha untuk menahan leo


Tidak lama andre pun datang beserta luna dan anderson di belakangnya


Leo yang melihat itu lantas tersenyum mengejek dan menghampiri Andre dan mencengkeram kuat kerah baju andre


"gua mau tanding sama lu"


Andre mendorong leo sehingga cengkraman leo pada bajunya terlepas


"untuk apa? belum puas kalah lu"


"bacot anj lebih baik tanding kita biar lu tau kehebatan gua. Oh apa mungkin lu takut sama gua kan hahaha"


"takut sama lu yang cuma sampah ga bermutu buat gua" Andre sebenarnya sudah tersulit emosi dan akan dengan mudah melayangkan tinjunya tapi dia masih bisa berfikir jernih


Di sini ada luna dia tidak ingin Luna melihat kekerasan biar bagaimanapun luna masih sangat polos dan Andre tidak ingin merusak kepolosan luna


"kalo gitu kita tanding sekarang lah" Leo sudah sangat geram ingin segera beradu kecepatan dengan andre


Dia sangat yakin dengan motornya yang sudah dia modif sedemikian rupa dia pasti akan menang


Setelah kemenangannya nanti dia akan dengan mudah meminta andre untuk bersujud meminta maaf padanya

__ADS_1


Andre juga tidak tinggal diam dan menyetujui permintaan tanding tersebut


Luna sebenarnya merasa khawatir dan takut biar bagaimanapun dia merasa cemas kalau kalau pacarnya ini kalah


"kak tolak aja ya aku takut" bisik luna sambil menarik lengan baju andre


Andre yang melihat luna ketakutan pun lantas memeluk kekasihnya tersebut dan membisikkan kata kata penenang


"jangan khawatir sayang kamu percaya saja sama aku. Aku pasti akan menang"


"t-tapi kak-"


"gapapa sayang udah ya aku mau ganti baju dulu" setelah itu andre meninggalkan luna untuk berganti baju yang khusus dia gunakan saat akan balap


Leo juga sudah menunggu di garis start


Saat Leo yang melihat kedatangan andre pun lantas mengejek "awas kalo kalah jangan nangis"


"harusnya gua yang bilang gitu. Lu udah siap tisu kan? gua cuma ada kain kotor buat ngelap ingus lu" andre juga tidak mau kalah dia lantas mengejek balik


"anj bacot lu ayo mulai"


Pertandingan pun di mulai dengan di saksikan oleh Luna andisa Edgar dan anderson


Sebagai penentu Anderson pun menembakkan peluit sebagai pertanda balapan di mulai


andre tidak ambil pusing dia sangat percaya diri dengan kemampuannya dan dengan baik hati dia memberikan start pertama untuk leo


Leo yang merasa dia memimpin pun merasa senang namun kesenangan leo tidak bertahan lama


Andre dengan mudah pula bisa menyusul ketertinggalannya dan menyalip leo


Leo yang melihat itu tidak tinggal diam dan segera berusaha menyusulnya


Namun sudah seperti perkiraan bahwa Andre lah pemenangnya dengan senyum kemenangan andre melepas helmnya


Luna yang melihat itu pun lantas bergegas menghampiri Andre dan memeluknya


"selamat kak kamu menang" tidak lupa luna juga memberikan kecupan manis pada pipi andre


"sudah aku bilang aku akan menang sayang"


Leo yang baru sampai di garis finis pun langsung melempar helmnya dan bersiap untuk mengajak ribut andre


Anderson yang melihat itu tidak tinggal diam dan langsung menarik Leo pergi agar tidak terjadi keributan


Andre juga tidak ambil pusing dengan itu dia lebih baik berduaan dengan kekasih cantiknya ini


"ayo nginep ke rumah ku" andre mengajak luna

__ADS_1


__ADS_2