Cinta Di Arena Balap

Cinta Di Arena Balap
Berpisah


__ADS_3

Seperti yang telah di jadwal malam ini adalah malam balapan, seperti biasanya andre akan datang lebih awal dari edgar karena selain untuk mengecek keadaan motor andre juga harus mengecek beberapa hal lainnya


"gimana malam ini?" tanya edgar


"kayak biasanya"


"gadis lu ga dateng?" edgar masih mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu di mana andre meninggalkannya begitu saja demi menyelamatkan seorang gadis


"dia belum siap buat ke sini"


"dia mungkin belum siap tapi temen nya udah siapa lah"


mendengar pernyataan edgar andre merasa bingung siapa yang sebenarnya edgar maksud


"maksud lu?"


"entahlah" edgar tidak banyak bicara lagi langsung pergi begitu saja


andre juga tidak ingin mengambil pusing selagi itu tidak menyangkut luna maka andre tidak perduli


balapan pun di mulai tidak seperti balapan pada umumnya balapan ini menentukan lawan dengan besarnya taruhan yang mereka pasang


semakin besar taruhan mu semakin besar peluang kamu untuk bisa menantang edgar, benar sekali Edgar adalah pembalap terbaik di sana


barang siapa yang bisa mengalahkan edgar dia bisa mengambil setengah hasil taruhan yang di menangkan oleh edgar selama setahun dia balapan


tidak sedikit yang tergoda untuk menantang edgar dengan taruhan yang gila gilaan namun itu semua tidak dapat mengantarkan mereka pada kemenangan


pada akhirnya edgar lah yang keluar sebagai pemenang


itu juga terjadi pada malam ini, kemenangan lagi lagi berada di tangan edgar, andre yang sudah bisa menebak sudah tidak heran lagi


"selamat bro" ucapan selamat edgar dapat dari andre


"gini aja sih kacang" edgar membalas dengan sombong


andre sudah terbiasa dengan hal tersebut jadi dia tidak mengambil hati sikap sombong temannya itu


selesai dengan balapan andre langsung bergegas pulang dia punya firasat kalo luna sudah menunggunya


sampai di rumah dia melihat anderson yang sedang menonton tv sambil meminum kopi


"udah balik lu, gimana hasil balapan"


"biasa"

__ADS_1


"jangan lupa hasilnya taruh di bengkel"


hasil taruhan yang di menangkan Edgar semua di serahkan ke andre, awalnya andre menolak karena itu adalah hadiah edgar


namun edgar memaksa kata edgar dia tidak kekurangan uang sama sekali jadi dia tidak membutuhkan uang receh tersebut


memang edgar adalah anak yang lahir dengan sendok emas tidak pernah sekalipun andre mendengar edgar kesulitan, tapi andre juga bukan dari keluarga tidak mampu jadi dia memutuskan membangun bengkel dengan uang hasil balapan edgar


edgar juga tidak masalah dengan begitu dia bisa menyuruh andre untuk memeriksa motornya kapan saja jika andre memiliki waktu


dan begitulah bagaimana bengkel itu bisa di bangun namun karena kesibukan andre di kantor dengan klien kliennya


bengkel pun lebih sering di urus anderson, andre hanya akan mampir jika ada waktu luang dan jika ada pesanan periksa mobil dari pak alex


"oh iya luna ada di kamar lu"


andre yang mendengar itu langsung bergegas ke kamar saat sampai di kamar dia melihat luna sedang makan


andre masuk dan menghampiri luna "kamu ngapain di sini?"


"mainlah" jawab luna sambil meletakkan makanannya ke meja dan menatap andre


"kenapa ga pulang aja terus istirahat"


Andre menghela napas, andre sudah mulai lelah dengan sikap luna yang kekanakan seperti ini


dia hanya ingin luna lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada membuang buang waktu seperti saat ini menunggu dia pulang yang Luna sendiri tidak tau kapan dia akan pulang


kenapa Luna tidak pulang saja ke rumah dan mengerjakan tugas kuliahnya atau lebih baik istirahat saja di rumahnya


"lebih baik mulai sekarang kamu ga usah datang kesini lagi" ucap andre


luna yang mendengar itu seketika kaget "kenapa? aku ganggu kakak ya" ujar luna pelan


luna merasa sedih jika andre tidak suka dengan kehadirannya di sini


"ga gitu aku cuma ga mau kamu selalu buang buang waktu kamu dengan nunggu di sini terus, emang kamu ga ada tugas lain apa? mending kamu kerjain tugas tugas kuliah kamu biar kejadian minggu lalu ga ke ulang lagi"


"tapi aku ga bakal gitu lagi kok, aku janji ga bakal telat ngumpulin tugas lagi kak" ujar luna sambil menunduk memainkan jari jarinya


"cukup luna kamu bukan anak kecil yang setiap saat harus di beri tau, kamu harusnya bisa mendahulukan urusan yang lebih penting dari pada hal sepele seperti ini"


luna sedih perkataan andre seakan menyadarkan luna bahwa apa yang dia lakukan selama ini hanya membuang-buang waktu andre saja


luna merasa bahwa dia sudah terlalu jauh mengusik hidup andre dia juga merasa bingung dengan dirinya sendiri

__ADS_1


dia merasa akan ada yang kurang jika dia tidak bertemu dengan andre padahal sebelumnya dia tidak pernah mengalami hal tersebut


"lebih baik kamu pulang" setelah mengatakan itu andre masuk ke kamar mandi meninggalkan luna sendiri


luna juga tidak bisa apa apa hanya bisa menuruti kemauan andre, Luna keluar kamar andre dan beranjak untuk pulang


"mau ke mana luna? ga nginep lagi" sapa anderson yang melihat luna turun tangga


"ga kak aku mau pulang aja" balas luna


"loh kenapa"


"besok ada kuliah pagi, kalo gitu aku balik dulu ya kak" luna berjalan melewati anderson


anderson yang melihat raut sedih wajah luna pun merasa ada yang tidak beres dengan luna namun dia memilih untuk tidak ikut campur urusan kisah asmara saudaranya tersebut


sesampainya luna di rumah dia tidak langsung masuk ke rumah luna terdiam sesaat di dalam mobilnya


dia masih merenungkan perkataan andre yang menurutnya tidak masuk akal, harusnya andre senang luna meluangkan waktu untuknya setiap saat


walaupun luna tau dia tidak bisa bertemu dengan andre, tapi luna selalu berusaha untuk terus menunggu andre sampai andre pulang


tapi apa ini kenapa andre malah menyuruhnya untuk tidak usah datang lagi, apakah mungkin andre sudah bosan dengannya itulah mengapa dia tidak ingin bertemu lagi


seakan apa yang dia pikirkan itu masuk akal luna langsung merasa tidak mood dia turun dari mobil dan masuk ke rumahnya


di dalam kamar lagi lagi luna berpikir apa yang salah dengan andre, apa yang luna perbuatan sehingga andre menghindarinya


luna bingung "ah benar besok akan aku tanya ke andisa, aku yakin andisa pasti tau jawabannya"


setelah itu luna bergegas untuk tidur semakin cepat dia tidur semakin cepat dia bangun semakin cepat dia bertanya ke andisa semakin cepat dia mendapatkan jawabannya


pagi menjelang luna bersemangat untuk berangkat kuliah, bahkan pagi pagi Luna sudah bersiap siap


"pagi ma" sapa luna yang melihat ibunya memasak


"pagi sayang tumben udah bangun biasanya mama harus teriak teriak dulu baru kamu bangun"


"hehe iya soalnya hari ini luna mau berangkat pagi"


"kenapa? ada tugas awal kah"


"ga ada cuma mau berangkat awal aja" jelas luna sambil memakan sarapannya


selesai sarapan luna pamit pada ibunya dan bergegas menuju kampus di kampus juga luna buru buru masuk kelas agar bisa segera bertemu andisa

__ADS_1


__ADS_2