
jam sudah menunjukan pukul lima sore, pangeran ingin segera cepat pulang, lalu ia membereskan pekerjaannya dan bersiap pulang, tapi ketika pangeran hendak berjalan ke arah pintu tiba- tiba pintu terbuka.
clekkk...
"ayo boss, brangkat" kata rendi
"semangat sekali kamu ya"ucap pangeran sambil menaikan alisnya.
"ya lah boss, kan mau ketemu ayang ningsih" ucap rendi dengan percaya diri sambil merapikan jas nya,.
" bos aku tadi kan engga bawamobil, jadi aku nebeng ya bos, sekalian aku yang sopirin bos, kan bos udah lama engga pernah aku sopirin lagi,".
pangeran yang melihat tingkah rendi hanya geleng- geleng kepala, sebab rendi tipe orang yang susah dalam jatuh cinta, dan kalau dia sudah jatuh cinta, maka susah pula menghilangkan cinta itu, pangeran berpikir apa istimewanya gadis itu, karna menurut pangeran gadis itu biasa- biasa saja tidak ada yang istimewa..
mereka berdua sekarang sudah berada di dalam mobil, dengan rendi yang menyetir dan pangeran di sampingnya, sepanjang perjalanan mereka asik dengan dunia nya masing- masing.
pangeran yang memikirkan, kapan dan dengan siapa ia akan menikah apakah pacarnya yang sekarang mau di ajak menikah ia hanya pusing memikirkan hal satu itu,.
sementara rendi dari mulai memasuki mobil hanya bersiul, tersenyum lalu bernyanyi dengan bahagia.
takterasa perjalanan dari kantor hanya beberapa menit saja dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di kediaman orang tua pangeran dan kini mereka sekarang sudah di halamam rumah pangeran rendi segera memarkirkan mobilnya dan bergegas turun, dan mencari ningsih di dalam.
"dasar anak buah tidak sopan, bukannya membukakan pintu untuk bossnya malah langsung turun dan mencari kicot itu" ucap pangeran sambil membukakan pintu mobil lalu turun.
"ningsih," panggil rendi yang berada di samping ningsih, ia sedang mencuci peralatan memasak, karna bik sumi sudah selesai memasak makan malam.
"ya ampun tuan rendi, kalau datang salam dulu gitu, saya kan kaget tuan datang tiba- tiba udah di samping saya" ucap ningsih sambil mengelus dadanya karna merasa kaget denga kedatangan rendi yang secara tiba- tiba itu,.
he he he rendi terkekeh mendengar ucapan ningsih " ningsih engga usah panggil aku tuan- tuan gitu pangil babang rendi ajjah ya,. kata rendi sambil menaik turunkan kedua alis matanya,.
ningsih yang mendengar ucapan rendi tidak merespan apa-apa, ningsih kembali melanjutkan perkerjaannya, sementara rendi masih setia menunggu di samping ningsih,.
" ningsih kan udah siap kerjanya untuk sekarang mending kita jalan- jalanyuk, kan enak jalan sore- sore begini" kata rendi yang ingin mengajak ningsih jalan- jalan,.
" maaf tuan, eh rendi saya mau, tapi engga sekarang ya soal nya aku masih banyak yang harus di kerjaain soalnya kata nyonya saras besok keluarga besar tuan dan nyonya akan mengadakan arisan di sini, jadi saya harus membantu bik sumi karna masih banyak yang harus di kerjakan". kata ningsih menjelaskan pada rendi, dengan sangat hati- hati agar rendi tidak tersinggung dengan penolakannya.
__ADS_1
"O , yasudah kalau begitu tidak masalah kita masih bisa pergi lain waktu" ucap rendi yang nampak sedikit sedih tapi mau bagaimana lagi ningsih memang harus menyelesaikan pekerjaannya,.
memang benar besok akan ada arisan sesama keluarga besar di rumah itu, sekalian saras ingin mengumumkan kepada keluarga besarnya kalau putri kedua nya akan segara bertunangan, dan beberapa bulan dari bertunangan akan di langsungkan pernikan putri kedua saras dan bintang yersebut,.
"kamu mau saya buatkan kopi" tawar ningsih pada rendi.
"lain kali ajja ya ningsih, aku pulang dulu kapan-kapan kita jalan- jalan ya, hehee" kata rendi lalu pamit pulang.
sementara rendi yang sudah keluar dari dapur melintas melewati tangang melihat pangeran yang sedang menuruni tangga, dengan baju santainya dengan wajah yang lebih segar karna sudah membersihkan dirinya terlebih dahulu,.
"udah PDKTnya" tanya pangeran
"hehehe boss bisa ajja, untuk tahap satu udah bos, tapi akan berlanjut ke tahap berikutnya sampai dapat,." kata rendi "saya pulang dulu ya boss",.
kata rendi lalu pergi meninggalkan pangeran yang melihat betapa konyolnya tingkah sekertarisnya itu, sampai- sampai pangeran di buat geleng- geleng kepala,.
"dasar anak buah tidak sopan, tidak ada segan- segan nya sama boss sendiri" ucap pangeran yang masih bisa di dengar rendi,.
tapi rendi tidak mau menanggapi omongan bossnya itu menurutnya itu suatuhal yang tidak penting, dasar anak buah kurang ajar memang ini si rendi,.
π»π»π»π»
"bunda??.."
pangeran yang sedang duduk di tepi kolam ikan dikejutkan oleh kedatangan saras.
"kamu ngelamun ya" tanya bunda yang mendukan dirinya di samping pangeran
"engga bun" pangeran sambil memberi makan pada ikan- ikan tersebut.
"jangan ngelammun entar kesambet" tanbah bunda lagi
"bunda ada-ada saja" jabab pangeran sambil menatap lurus kedepan tanpa melihat bundanya,.
"ya udah bunda ke belakang dulu, soalnya besok semua keluarga kita bakalan datang kan besok arisan, dan bunda mau umunin sekalian rencana pertunangan kakak kamu,. kata bunda yang diangguki oleh pangeran.
__ADS_1
" ingat ya sayang besok kamu jam tiga sore harus udah di rumah,."
" ia bunda ku".
lalu saras menghilang dari hadapan pangeran melanjutkan pekerjaannya untuk acara arisan esok hari.
pangeran kembali terdiam ia lalu mengambil ponselnya menelpon pacarnya.
"saya" kata pangeran ketika panggilanya tersambung.
"iii- iii- iya sayang" jawab mike dengan suara yang terputus- putus dan sedikit gemetar.
" jalan yuk, aku jemput kamu" kata pangeran.
" eeeemmm ohh ohh, sekarang aaaaku enng- ngabisa, be- besok ya," kata mike dengan suara seperti orang tercekik.
"kamu kenapa, kenapa suaranya begitu, kamu lagi saki em" tanya pangeran yang merasa bingung dengan pacarnya itu.
"aa-aku engga apa- apa hanya saja gigiku sedikit saki, eeemm em.m ahhg nanti aku telpon balik,."
tutttt...
pangilan pun terputus sepertinya mike sengaja mematikanya apa yang terjadi dengan wanita itu.
pangeran merasa aneh dengan mike tapi apa, dengan segera pangeran menepis semua pikiran buruknya tantang mike,.
walaupun iya baru berpacaran denga mike tapi ia sudah kenal cukup lama dengan mike dan lagi pula dia tidak pernah melihat mike yang melenceng.
pangeran bangun dari duduknya hendak masuk ke dalamkamarnya.
" bekicot" panggil pangeran pada ningsih
deg!! ningsih lemas mendengar namanya di panggi apa lagi yang memanggil itu adalah pangeran, ningsih mengikuti asal suara itu dan melihat pangeran berdiri tidak jauh darinya.
"tu- tuan" jawab ningsih yang ketakutan ini kali pertamanya setelah kejadian kemaren mereka bertatap mukaa dan berbicara, kalau saja ningsih tau tuannya itu akan lewat sini maka ia akan terlebih dahulu melarikan diri.
__ADS_1
pangeran tau ningsih sedang gemetar ketakutan melihatnya ia memutuskan pergi dari tempat itu karna kasihan melihat ninggsih yang ketakutan.
setelah pangeran menjauh ningsih menarik napas dan menghebuskannya dengan kasar karna merasa lega setelah kepergian majikannya itu.