Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 12


__ADS_3

setelah semua keluarga hadir acara akan segera di mulai, mereka semua sudah berada di taman belakan, makanan dan minuman pun sudah tertata rapi di meja yang sudah mereka sediakan.


"ningsih, kamu pakai gaun yang kemarin saya kasih ya," kata saras pada ningsih, karna saras sangat murah hati serta penyayang ia merasa entah mengapa bila ningsih adalah gadis yang baik, saras juga menyetujui bila putra tunggalnya menikahi ningsih,.


bagi saras mendapat menantu tidak harus dari kalangan atas, karna sikap dan tingkah laku tidak bisa di ukur dari kekayaan, maka dari itu saras tidak pernah mempermasalahkan putra atau putrinya bila memilih pasangan dari kalangan bawah,.


ya seperti putri pertama dari saras putri wijaya dia menikah dengan seorang pegawai rendahan di prusaan wijaya group tapi saras dan keluarga tetap menerima asal mereka ber dua selalu bahagia, bahkan bintang dan saras memberikan satu usaha perhotelannya pada menantunya itu untuk mengelolanya.


beberapa saat kemudian..


ningsih sudah kembali ketaman belakan karna ningsih dan bik sumi membantu apa saja yang di butuhkan majikannya dalam melayani keluarga besarnya itu.


"waw bunda nyimpan bidadari di rumah ternyata" ucap rian, semua mata melihat rian lalu mengikiti arah pandangan rian yang jatuh pada ningsih,.


ningsih yang mentatap tatapan dari semua keluarga beser majikannya merasa tidaknyaman.


"biasa ajja engga usah lebay" ucap puspita putri kedua saras, puspita memang tidak menyukai ningsih, dan di antara keluarga saras memang puspita yang paling sombong dan angkuh, puspita memang mewarisi sipat dari neneknya yaitu ibu dari bintang, yang memang judes.


pangeran yang melihat ningsih hanya diam saja dia melihat ningsih dari bawah kaki sampai atas tanpa sadar diya sedikit tersenyun, entah apa yang ada di pikiran pangeran tidak ada yang mengerti, entah itu senyum kekaguman pada ningsih, atau senyuman mengejek.


"hai kenalan dong" mengulurkan tangan pada ningsih.


"saya ningsih tuan, saya asisten rumah tangga yang baru di rumah ini" kata ningsih dengan sopan, tetapi tidak membalas uluran tangan rian menurutnya ia tidak pantas bila menjabat tangan majikannya yang levelnya jauh di atas ningsih.


"hai aku sandi" tiba- tiba sandi muncul di tengah- tengah mereka dan itu sangat mengganggu rian, karna menurut rian,akan semakin menantang mendapatkan ningsih karna memiliki saingan,.


"saya ningsih tuan" ningsih kembali menundukan kepalanya.


"ningsih tolong ambilkan saya jus" kata nenek yang tampak tidak suka melihat cucunya yang berdekatan dengan ningsih.

__ADS_1


"ini nyonya" kata ningsih, setelah tadi di suruh nenek ningsih langsung mengambilnya, tanpa berpamitan pada rian dan sandi,.


mereka semua asik berbicang yang menurut mereka menyenangkan, sementara ningsih karna merasa semua sudah selesai langsung pergi berlalu dari tempat itu, dengan bik sumi untuk istiraha sebentar di kamar, sambil menunggu perintah dari majikanny yg siapa tau membutuhkan bantuannya.


"kamu napa pita kok kayaknya engga suka gitu ama ningsih" kata sindi pada puspita yang melihat sepupunya itu selalu menatap benci pada ningsih.


"kamu engga liat sin, rian dan sandi rebutan pembantu, ih aku ajja liatnya jijik apa mereka engga jijik apa" kata puspita dengan sombongnya.


"uss kamu kalau ngomong engga boleh begitu, semua manusia sama di mata tuhan jadi buat menghina orang" kata sindi pada puspita.


"alah diya itu cuman gadis kampung, paling lagi nyari mangsa, jalan pintas biar cepat kaya,." kata puspita sambil meminum jus di tangannya.


"ihh udah ah engga usah ngomongon itu bikin dosa ajja, mendi kita omomgin pertunangan kamu ajja" balas sindi, yang malas mendengarkan sepupu nya itu yang hanya menjelek- jelekkan orang lain, padahal tingkahnya juga minus sama sekali tidak ada ahlaknya,.


mereka semua terus larut dalam perberbincang yang kadang penting kadang tidak, dan kadang mereka semua tertawa, namun di lain tempat sandi dan rendi hanya melihat dan mengikuti pergerakan ningsih, mulai tadi ia masuk kedalam kamarnya.


"ihh kamu yang ngapain di sini,"kata sandi yang mengusir rian.


mereka terus merebutkan siapa yang hendak masuk kemar ningsih untuk menemu ninsih, sampai- sampai saling tarik menarik, tiba- rian mendorong sandi sangat kuat.


"rian sakit kamu kurang aj*r sekali sama aku" kata sandi yang sudah termakan emosi.


lalu sandi mendekati rian lalu tiba- tiba di hadapan mereka sudah ada saras yang tandinya inging mengangkat telpon tapi karna mendegar keributan saras mendekati dan mendengar dari arah mana keributan itu,saras terkejut ternyata kedua keponakannya sedang berguling- guling di lantai,.


terkada rian yang di bawah sambil menguci pergeraka sandi, tidak lama kemudian, rian yang berbalik di bawah dan sandi yang menguci pergerakan rendi, saras geleng- geleng kepala melihat keponakannya itu ternyata sedang memperebutkan ningsih,.


"rian, sandi, kalian sedang apa em apa jangan- jangan kalian berdua sedang pacaran ya???, 0hh tuhan," ucap saras berpura- pura tidak tau apa yang sedang mereka perdebatkan.


rian dan sandi belum mengerti ucapan saras namun kemudian rian dan sandi mengikuti arah tatapan saras, rian dan sandi ternyata dalam posisi sangat intim, dengan rian yang berada di atas sandi,.

__ADS_1


sandi dan rian mulai sadar dengan ucapan saras, mereka berdua lalu bangun dan saling membersihkan siri seolah jijim dengan yang telah terjadi pada mereka tadi.


"ihh bunda rian masih normal ya"


" sandi juga mana mau adu pedang bun, ih engga, bunda jangan berpikir negatif" kata sandi pada saras sedangkan rian hanya menganguk membenarkan perkataan sandi.


"terus kalian ngapain begitu tadi" kata saras dengan mode pura-pura tidak tau,.


"kita lagi perang bun siapa yang menang dia yang ketrmu ningsih" jawab rian dan saras mengerutkan dahinya.


"oh terus siapa yang menang" tanya saras ke pada keduanya.


"rian lah bun tadi kan rian yang mengunci pergerakan sandi"


"eh itu belum selesai ya ian " balas sandi.


"sudah- sudah ngapain ribut- ribut orang ningsih juga udah pergi sama pangeran" ucap saras dengan santai dan berlalu pergi meninggalkan kedua keponakannya itu yang masih bengong dalam rasa terkejutnya,.


"PANGERAN!!!!...," teriak sandi dan rian bersamaan yang sudah seperti kebakaran jengot,..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"cepat masuk" kata pangeran menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya.


" tuan kita akan ke mana" tanya dingsih sebelum memasuki mobilnya.


pangeran malas menjawab pertanyaan ningsih ia dengan cepat membuka pintu lalu mendorong sedikit agar ningsih masuk, setelh ningsih masuk pangeran memutari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.


" em tuan saya mau di bawa ke mana" ningsih kembali bertanya namun pangeran hanya diam tidak menjawab pertanyyan gadis itu,.

__ADS_1


__ADS_2