
Wijaya group..
"selamat pagi tuan" sapa para karyawan wijaya group sambil menundukan kepalanya, karna atasan mereka sedang melewati mereka menuju juangannya di lantai 50 tingkat paling tinggi di gedung tersebut.
seperti biasanya pangeran hanya lewat saja tanpa membalas atau pun tersenyum pada bawahannya, mereka sudah terbiasa dengan tingkah bossnya, dan kalau pun bossnya membalas senyum mereka itu sudah anugrah yang besar, dan bagi mereka yang pernah mendapat balasan senyuman sang boss, itu sudah pasti bisa senyum- senyum sendiri, bahkan loncat- loncat, dan guling- guling,.
tingg!...
lift terbuka pangeran sudah sampai dilantai di mana ruangannya berada.
"pagi tuan" sapa Anisa asisten pangeran yang sebelum masuk keruangan CEO maka harus melewati ruang asisten tersebut terlebih dahulu.
"em ya pagi" jawab pangeran
"wah g*la boss balas sapaan aku" nisa senyum- senyum sendiri setelah bossnya menghilang dari hadapannya.
clek....
pangeran membuka ruangannya lalu berjalan menuju kursi kebesarannya, dan mendudukan dirinya disana, tidak berapa lama, pintu ruangan pangeran terbuka lagi, siapa lagi yang datang ke ruangannya kalau bukan sekertaris sekaligus sabahatnya itu, hanya dia yang bebas keluar masuk ruangan boss sesuka hatinya.
clek....
"pagi boss" sapa rendi
"apa" jawab pangeran.
"waw, ganasnya" goda rendi
"bos ningsih masih kerja di rumah" tanya rendi.
"ningsi?," tanya pangeran lagi ia bingung siapa orang yang di tanya rendi.
"iya boss, cewek yang waktu itu boss tabrak, kan beberapa hari yang lalu boss suruh saya bawa ke rumah boss, diya juga jadi asisten rumah tangga di tampat boss, jangan lupa lagi lah boss" ucap rendi, karna memang bossnya itu tidak mau ngingat sesuatu yang baginya memang tidak penting.
" 0, bekicot itu, kata bik sumi sih masih di rumah tapi entahlah saya pun tidak pernah melihatnya" kata pangeran dengan gaya angkuhnya..
"boss kenapa bos panggi diya bekicot, boss aneh deh orang cewek cantik mulus begitu" jawab rendi pada bossnya
"memangnya kenapa kamu tanyakan dia" tanya pangeran pada rendi. " kamu mau sama dia, suka sama bekicot itu, hemmm" tanya pangen lagi.
__ADS_1
" he he he he, ya boss kan cewek itu cantik, suka bikin hati aku dekdek gimana gitu bos, nanti boss pulang sama aku ajja ya aku mau ketemu bidadari itu" kata rendi sambil mebetulkan rambutnya supaya lebih rapi.
"wah kamu ya, saya baru datang udah ngomong pulang, tapi saya sih bebas nah kamu, udah datangnya terlambat pengen buru- buru pulang lagi," kata pangeran.
rendi sudah biasa dengan kata- kata pangeran yang seperti kelihatan marah atau kadang bicara seenaknya padanya, tapi itu bukan kata- kata yang harus di pikirkan karna pangen mengatakannya bukan dari hatinya, bahkan terkadang rendi juga sering berkata kasar pada bossnya itu, tapi pangeran tidak pernah menanggapinya dengan serius, lagi pula mereka sudah bersahabat sejak kecil.
"ya kan boss, kerja sih kerja boss, tapi kan itu cuman buat ngumpulin duit di ditabungan saya boss, nah saya sudah bosan boss uang masuk terus, uang keluar engga ada, kan kalau saya punya pendamping jadi ada yang menguras tabungan saya boss, jadi tambah semangat saya kerja boss," kata rendi dengan panjang kali lebarnya, pangeran hanya geleng- geleng kepada mendengar ucapan sekertaris sekaligus sahabatnya itu.
"ya sudah" kata pangeran
"yesss" jawab rendi sambil bergoyang- goyang ala- ala artis korea ya sedang populer itu.
"waw sebegitu senangnya ya kamu rendi" kata pangeran sambil duduk melipat tanganya dan menatap ke arah rendi.
"iya lah bos kan mau ketemu bidadari aku" kata rendi pangeran yang mendengarkan jawaban rendi menaikan sebelah alisnya.
"siapa bilang begitu, maksud saya, mulai sekarang kamu tidak akan saya gaji lagi, kasian tabungan kamu nanti bengkak, kamu juga kasian makin banyak tabunga makin pusing, karna engga tau gimana cara menghabiskannya." kata pangeran yang sukses mebuat rendi bengon sekaligus ngeri mendengar jawaban boss nya itu.
"boss bukan begitu maksut saya" kata rendi dengan muka yang memohon pada pangeran.
"saya kasihan sama kamu, saya engga mau liat kamu sakit ren, maka dari itu saya bermurah hati untuk meringankan beban kamu, supaya kamu engga tambah pusing jadi bisa pokus sama kerjaan kamu," jawab pangeran lalu berjalan k arah sopa yang ada di ruangannya tersebut, lalu mendudukan dirinya, merentangkan tangan pada sandaran sopa tersebut, dan menaikan kakinya ke atas meja tersebut.
" oh jadi itu belum cukup mengurangi beban kamu, em baik kalu begitu nanti tabungan kamu di kosongkan saja, nah saldonya tranper ke rekening saya, kamu masih punyakan nomer rekening saya". kata pangen lagi- lagi membuat rendi di buat syok.
"udah ah bos engga gitu pokoknya, oh ya bos hari ini jadual boss bertemu tuan arkha sanjaya" kata rendi yang mengalihkan pembicaraan karna kalau berdebat dengan boss nya itu pasti dia selalu kalah, karna otak pangeran memang cerdar maka dari itu di usianya yang masih muda pangeran sudah di percaya ayahnya menjadi pemimpi di prusahaan yang ia rintis dari nol.
"o" jawab pangeran
"dan bertemu di cafe bunga, sambil jam makan siang" sambung rendi lagi.
"em" balas pangeran
"saya pamit boss ke ruangan saya" kata rendi lalu pergi meninggalkan boss yang sombong nya itu.
semetara pangeran kembali memikirkan bekicot alias ningsih, entah sejak kapan dia mulai senyum-senyum mengingat tingkah ningsih yang bar- bar itu.
"gadis lucu" ucap pangeran.
π»π»π»π»π»
__ADS_1
saat pangeran sedang duduk memakai kacamata dan mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba pintu terbuka pangeran berpikir mungkin itu rendi, tapi terdengar seperti suara wanita yang kedengarannya sangat di buat semanja mungki, pangeran mendongklak kan kepalanya menatap kearah pintu, di sana ada gadis cantik dengan dres mini yang memperlihatkan paha mulusnya, bahkan setengah dadanya tampak dari luar,.
"sayaaaaangg".
pangeran lalu menghentikan kegiatannya lalu berjalan menuju di mana wanita itu berdiri,.
"ayo duduk" pangeran membawa wanita itu pada sopa di ruangannya.
"mike kamu ke sini engga ngabarin aku dulu ya" kata pangeran dengan menatap pacarnya itu secara intens, dan tatapan mengoda.
lelaki mana yang taktergoda bila di suguhkan pemandangan semacam ini.
"kamu ih liati aku gitu, matanya tolong di kondisikan saayaang" ucap mike yang tau kalau pacarnya itu terus menapnya dengan pandangan yang ingin memangsa.
"iya mau gimana lagi pemandangan seger begini" pangeran berkata sambil menyudutkan wanita itu pada sandaran sopa dan di kunci oleh tubuh besar berotot pangeran.
pangeran terus mendekatkan wajahnya, mike pun tak menolak karna baginya hal yang seperti itu sudah biasa.
sampai akhirnya pangera melum*t bibir mike, yang semula pelan berubah menjadi panas dan mengairahkan, sambil melum*tkan bibir mike tangannya juga merem*s da*a mike yang besar itu,.
tokk tokk tokk..
keduanya seketika menghentikan aktipitasnya, karna mendengar suara pintu, dan merapikan pakayan mereka yang sedikit berantakan.
"masuk" jawab pangeran yang sudah duduk di kursi kebesaranya, sementara mike masih duduk di sopa.
ceklek.....
sekertaris nisa rupanya yang datang, ada apa sekertaris sialan ini menggagu kesengan orang saja, batin mike
"tuan ada yang ingin bertemu dengan anda"
"siapa"
" tuan arkan"
arkan bukankah kata rendi kalau nanti siang akan ada pertemuan dengannya.
"ah baiklah suruh saja masuk"
__ADS_1
mike yang mendengar ucapan dari pangeran langsung menatap tak percaya, dirinya sedang ada di ruangan terdebut, tapi pangeran malah mempersilahkan rekan bisnisnya masuk, benar benar tak habis pikir.