Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
ba 20


__ADS_3

hari ini semua keluarga wijaya pergi meghadiri acara pernikahan kerabat jauh bintang, mereka semua pergi, hanya vita yang ada di rumah, karna vita masih dengan suasana hati yang galau, karna kelvin pacarnya tidak hadir di pertunangannya dan justru pacarnya itu sedang asik tidur dengan pacarnya yang lain.


bintang sudah menceritakan semua yang di sampaikan mata matanya tentang bertapa bajingannya kevin.


vita tentu saja sangat terpukul dengan keadaan itu siapa coba ya tidak terpukul kalau di tinggal pas sayang sayangnya, belum lagi di tinggal di hari pertunanganya author juga sedih kalau ada di posisi vita karna author tau rasanya di tinggalkan (author curhat).


" ning " panggil bik sumi


" ya bik " jawab ningsih yang sedang mengelap perabotan mahal majikannya.


"hari ini rumah kan kosong, satpam juga semua pulang kampung, bibik sama pak ujang ke pasar, jadi di rumah cuman ada kamu dan non vita, jadi kamu kalau ada tamu jangan di persilahkan masuk ya, bilang engga ada majikan kita di rumah" kata bik sumi, entah mengapa ia merasa hawatir akan terjadi sesuatu.


tapi apa dia pun tidak mengerti, padahal sudah biasa pula majikannya pergi dan hanya ningsih saja di rumah, tapi kali ini bik sumi merasa seperti akan terjadi sesuatu entah apa ia pun tidak mengerti.


setelah kepergian bik sumi, ningsih menutup pintu dan menguncinya, tapi tidak lama kemudian, terdengar suara bell ninsih segera membuka pintu.


setelah ningsih membuka pintu ia meliha laki laki dengan menggunaka kemeja hitam berbadan gagah berdiri di hadapanya.


ningsih tau siapa orang itu, dia kevin pacar majikannya,.


" ada apa tuan " tanya ningsih yang belum meperbolehkan kelvin masuk.


" di mana bunda saras" tanya kevin


" majikan saya semua sudah pergi tuan" jawab ninsih.


kevin mendorong tubuh ningsih dan membuat ningsih terjatuh.


" auw " ningsih meringis sakit karna lutut nya terkena sudut pintu.


kelin masuk, melihat vita yang melintas di sana sambil mebawa minuman di tangannya, ia menghentikan langkahnya karna namanya di panggil saat ia akan menaiki tangga, tubuhnya beralik dan melihat siapa yang memanggil namanya.


" vita" kevin mendekat pada putri dan memegang tangan majikannya itu, tapi putri menghempaskan tangan kevin.


" sayang kamu kenapa" tanya kevin " aku minta maaf karna engga bisa datang ke pesta pertunangan kita semalam, aku di jebak sayang" kata kevin berusaha merayu vita.

__ADS_1


" aku udah tau semua vin, semua kebusukan kamu aku udah tau, engga usah kamu jelaskan lagi" kata vita mulai emosi.


"tuan tadi nyonya besar pesan sama saya, selama nyonya belum pulang saya tidak boleh membiarkan siapa pun masuk ke rumah ini, jadi saya mohon tuan, bertamunya nanti saja setelah majikan saya pulang, saya mohon tuan" kata ninggsih dari kejauhan.


" engga usah banyak bicara ya kamu itu cuman babu di sini " kata vita yang memang tidak suka pada putri sejak awal.


ningsih tertunduk ia tidak berani menjawab perkataan vita padanya, karna ia masih ingin berkerja di situ ningsih segera mengundurkan diri dan menuju dapur, karna vita memang dalam mode galau jadi emosinya sedang tidak terkontrol ningsih mengerti dengan perasaan majikannya itu saat ini.


" kamu pulang ajja, aku mau istirahat" kata vita langsung berbalik dan menaiki tangga.


" sayang" panggil kevin.


" jangan pangil aku sayang, aku jijik sama kamu" kata vita lalu berlari agar cepat sampai di kamarnya.


"sayang " panggil kevin sambil mengejar putri.


" kamu ngapai ikutin aku" kata vita yang sudah di depan kamarnya hendak membuka pintu dan masuk.


" aku minta maaf sayang aku bisa jelaskan" kata kevin


vita hendak menutup pintu dan menguncinya tapi dia kalah karna kevin mendorong dan masuk ke kamar itu.


" kamu ngapain masuk ini kamar aku, kita putus ya kita udah engga ada hubungan lagi, bahkan aku udah tunangan sama rendi" kata putri


" apa tunangan?, sama rendi, kamu engga usah bercanda yang," kata kevin tidak percaya.


" ini kamu liat" vita mengambil ponselnya semalam di pakai putri memotret dirinya dan rendi sedang saling menyematkan cincin tunanangan itu.


"apa engga mungkin" jawab kevin yang masih belum percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya dari muluk vita sendiri.


" ini buktinya, kamu yang menghancurkan pertunangan kita, jadi kenapa kamu bilang engga mungkin" kata vita sambil menagis mengingat kejadian semalam.


" kamu milik aku sampai kapan pun aku engga akan lepasin kamu" kata kevin mulai gelap mata, semakin mendekat.


vita mundur karna kevin semakin dekat padanya dengan sorot mata yang tajam seperti hendak memangsanya, vita semakin merasa takur, ia merasa tubuhnya tidak bisa lagi mundur karna ia sudah bembentur dinding, kevin terus mendekat dengan wajah yang emosi.

__ADS_1


" kevin kamu mau apa" kata putri dengan ketakuran.


" kamu harus jadi milim aku" kata kevin yang sudah menghimpit tubuh vita.


" vin kamu mau apa" kata vita.


kevin mulai mendekatkan wajahnya dan mencium vita, ia tidak perduli vita memohon untun memberhentikan aksinya.


" jangan vin" kata vita sambil menagis.


srekkkk


kevin merobek piama tidur yang tadi vita gunakaan, kevin mendorong tubuh vita ke atas ranjang dan menindihnya.


" tooloonggg"


" toolongggg"


buk! vita memecahkan pas bunga ke kepala kevin, kevin bangun, dan menarik rambut putri.


" kurang ajar " kata kepin yang sudah emosi, plak! kepin menampar wajah vita, vita meringis merasa sakit, ia baru pertama kalinya melihat kevin menunjukan wajah aslinya.


" berani kamu sama aku" bentak kevin.


" vin aku mohon jangan" kevin terus mendekat karna vita terus berusaha mudur, vita melasa takut, karna kevin memegang pahatan patung yang menjadi pajangan di kamar vita.


" vin kamu mau apa" tanya vita yang sudah dudu di lantai dambil memegang kepalanya karna kepin sudah mulai melayangkan tangannya di udara untuk membanting patung itu di kepala vita.


" vin jangan aku mohon" vita terus menangis sambil memohon.


BUUK! terdengar benda berat itu mengenai sesuatu, tapi vita sadar itu bukan tubuhnya, ia tidak merasa sakit sama sekali.


" ningsih" teriak vita, ningsih bangun kata vita melihat ningsih tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalil dari kepalanya.


"kalau dia mati kamu lah pembunuhnya" kata vita pada kevin.

__ADS_1


kevin mulai sadar atas apa yang sudah ia lakukan, ia tidak ingin semakin masuk ke dalam masalah ia cepat cepat pergi dari tampat itu, meninggalkan ningsih dengan berlumur darah dan vita yang menagis meneriaki nama ningsi.


__ADS_2