
hari minggu adalah hari yang paling ditunggu bagi sebagian orang, karna di hari minggu adalah di mana waktu untuk menyegarkan badan serta pikira, sebelum datang hari senin yang harus menlanjutkan pekerjaan , begitu pun dengan pangeran, pagi- pagi sekali pangeran sudah bangun dan lari pagi bersama dengan tetangga komplek lain nya, saat-saat seperti ini lah mereka baru bisa saling menyapa, karna para tetangga pun punya kegiatannya nya masing- masing..
"hai ganteng.??" sapa tengga yang melihat pangeran sedang mendudukan dirinya di taman, komplek perumahan itu,.
pangeran merasa lelah dan sedang istirahat di mursi taman tapi tidak lama dia duduk tiba- tiba datang terangga sampi rumahnya namanya mauli, seorang janda muda yang sudah berkali- kali menikab.
"hai juga" balas pangeran dengan datar.
mauli terus saja berbicara tapi pangeran tanpak tidak peduli dengan perkatakaan mauli yang menurutnya tidak penting.
"aku pergi dulu ya mauli, mau lanjut lagi, biar seger" kata pangeran
"kalau mau yang seger- seger ayo ke rumah aku ajja mas biar aku kasih liat yang bikin kamu seger" rayu mauli yang mendekati pangeran, sambil sesekali membusungkan dadanya untuk menggoda pangeran.
pangeran tersenyum kecut tanpa menjawab ucapan mauli, dia langsung pergi meninggalkan mauli.
"gila dadanya besar sangat, akukan juga normal, tapi engga sama penggoda kelas atas macam dia juga, tapi tetap aja menggoda iman tapi engga ah aku jadi jijik melihat wanita yang suka menggoda" pangeren berbicara di dalam hatinya sambil berjalan menjauh dari mauli, dia merasa sudah cukup olah raga pagi ini, dan sekarang dia memutuskan pulang.
pangeran terus berlari kecil sampai akhirnya pangeran merasa ada yang aneh ketika sedikit lagi hampir sampai di gerbang rumahnya..
ungggg unggg unggg...
pangeran berbalik dan terkejut ada anji*g liar yang menatapnya seperti hendak menerkamnya,.
wajah pangeran langsung pucat saat anji*g tersebut mulai berlari mendekatinya, pangeran yang sadar akan di terkam oleh anji*g itu langsung berlari sekencang kencangnya..
unggg unggg unggg.....
anji*g itu terus saja menggonggong, dan saat pangeran sudah di depan pagar rumahnya, ternyata pagarnya terkunci, pangeran terus memanggil satpam yang menjaga rumahnya sambil menggoyang goyangkan pagar..
"pak udinnn" teriak pangeran dari luar
"pak udinnnnnnn!!!!!!!" teriak pangeran semakin kencang
__ADS_1
ungggg ungggg ungggg....
anjingnya semakin mendekat, tanpa pikir panjang pangeran langsung memanjat pagar rumahnya demi menyelamatkan dirinya dari ke ganasan anj*ng yang sekarang ada di bawahnya, pangeran yang sudah di atas pagar masih merasa ketakutan bagai mana tidak anjing itu sudah sangat dekat dengannya untungnya pangeran sudah di atas pagar yang cukup tinggi itu jadi selamat dari serangan anji*g itu..
"kemana lagi perginya orang- orang di rumah" ucap pangeran yang masih di puncak paling atas gerbang itu sementara kakiny berusaha berjalan turun dari gerbang itu,dan masuk ke dalam rumah.
"wah ini sangat tinggi, sekalian ajja masuk lewat sini" kata pangeran yang turun dari pagar hampir memasuki rumahnya,.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
seperti hari- hari biasanya ningsih bertugas menemani bik sumi memasak, ningsih hanya mengerjakan apa yang bik sumi tugaskan padanya, karna memang ningsih tidak ahli dalam urusan memasak, lagi pula dirinya juga tidak mengerti apa nama masakan yang di makan di kota sangat beda sekali dengan masakan orang di kampung.
tapi nanti kapan- kapan ningsih akan meminta bik sumi untu mengajarinya memasak,.
"ning, bibik udah siap masak, kamu beresin ya peralatan masaknya" ucap bik sumi pada ningsih
"ahsiiapp bi" jawab ningsih dengan semangat 45nya
"bibik mau liat bg ujang dulu" kata bik sumi bg ujang adalah tukang kebun di sini dan suami dari bik ningsih.
"pak ujang lagi sakit ning, kamu ada- ada saja, saya ini sudah tua, bukan anak- anak muda yang baru pacara," kata bik ningsih
"ahahahaaaa kirain bibik mau kangen- kangenan pagi- pagi gini sama pak ujang" kata ningsih sambil senyum- senyum sementara bik sumi hanya geleng- geleng kepala mendengar ucapan ningsih barusan.
"ning karna pak ujang lagi kurang enak badan, kamu bantuin pak ujang ya kita bagi tugas" pinta bik sumi pada ningsih
"iya bik boleh" jawab ningsih
" bibik ke kamardulu, ngantar obat buat pak ujang sebentar, kamu siram tanaman di taman depan, nanti bibik yang nyiram taman belang" ucap bik ningsih yang di jawap angukan dari ningsih
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
kala ku pandang kelap- kelip bintang yang jauh disana,
__ADS_1
sayup kudengar melody cinta yang mengema
detak jantung ku seakan ikut irama
karna terlena, oleh pesona alunan kopi dangdut
ningsih terus menyirami tanaman yang indah di depannya seperti perintah bik sumi padanya.
sambil bernyanyi lagu apa saja yang ada di kepalanya, bahkan sesekali ningsih bergoyang ala-ala artis terkenal, seolah-olah banyak penonton yang sedang menonton dirinya.
"asekkkk goyang lage, siram lage, iiiiiii haaaaa tarek manggggg" teriak ningsih yang semakin tidak jelas tanpa sadar ningsih sedang di perhatikan saras dan bintang yang baru saja keluar dari rumah, yang mau pergi lari pagi ini..
tapi sesampai di depan pintu melihat ningsih yang sedang menyiram tanaman sambil bergoyan ala-ala artis papan atas yang memiliki bayaran tinggi, bintang dan saras terdiam di depan pintu sambil menonton, aksi ningsih yang belum sadar menjadi tontonan tuan dan nyonyanya, majukannya senyum-senyum melihat aksi ningsih yang unik menurut bintang dan saras.
"lucu ya yah,"kata saras sambil melihat ningsih
"iya bun" jawab bintang
"langka loh stok semacang ningsih ini yah" ucap saras yang pandangannya takpernah beralih melihat ningsih.
sementara ningsih tak tau apa- apa aksinya sedang jadi bahan perbincangan hangat majikannya, sampai- sapai mereka lupa tujuannya yang hendak olahraga di pagi hari ini menuju taman komplek.
"goyang lageeee asekkkkk, tarek manggg" teriak ningsih tak jelasp
" sepertti tanpa beban ya yah" kata saras pada bintang,.
"ya mendengar tujuannya ke kota demi ibu dan adikny, bikin hati ayah terharu bun" kata bintang, yang di jawab angukan oleh bintang,.
"apa pangeran sudah minta maaf pada ninsih karna sudah menabraknya??.: tanya bintang lagi pada istrinya,.
" sepertinya belum ya kan setelah kejadian itu bintang, ke luar kota yah, lalu baru kembali tadi malam, dan mereka pun belum bertemu,"
saras yang menjelaskan pada suaminya karna memang setelah kejadian itu dia keluar kota itulah penyebab mereka tidak berjumpa di rumah.
__ADS_1
sementara ningsih terus saja beryanyi tidak tau menau soal majikannya yang menyaksikannya dengan gaya- gaya aneh yang di tunjukannya.
***BRUUKKK....