
Sudah satu minggu Ningsih di rawat di Rumah sakit, karena insiden beberapa hari yang lalu dan kini kondisinya sudah mulai membaik bahkan Ningsih sudah diperboleh kan Dokter pulang.
Selama satu minggu berlalu di ruang rawat inap rumah sakit Ningsih selalu di temani oleh Vita. Bahkan kini ke duanya sudah sangat akrap tidak ada lagi Vita yang judes dan sombong, karna kini Vita sudah berubah seratus delapan puluh derajat akibat insiden yang ia alami beberapa hari yang lalu.
Vita selalu ada untuk merawat Ningsih bahkan Ningsih sudah bukan pembantu lagi di keluarga Wijaya. Karna Ningsih yang sudah menlindungi Vita kini Ningsih sudah di angkat menjadi anggota keluarga Wijaya.
Awalnya Ningsih menolak karna ia tidak mau mengambil peluang di tengah keadan yang di alaminya. Namun Vita memohon agar Ningsih mau menjadi anak angkat di keluarga Wijaya.
Ningsih tentu merasa tidak enak kepada Vita karna Vita sudah meminta maaf padanya dengan sangat tulus dan Ningsih tidak ingin membuat Vita kecewa karna penolakannya menjadi anggota keluarga Wijaya.
Dan ia pun memutuskan menerima keinginan Vita untuk menjadi anggota keluarganya. Saras juga meminta agar Ibu dan Adik Ningsih di bawa ke kota lalu mereka tinggal bersama, namun Ningsih tidak mau ia menolak karna ia tidak mau merepotkan keluarga Wijaya. Lagi pula Ibunya pun pasti tidak akan mau bila d ajak tinggal di kota karna Ibunya lebih suka tinggal di kampung.
"Ningsih mulai sekarang kamar kamu bukan lagi di dekat dapur tapi di lantai dua, dan kamar kita bersebelahan" kata Vita.
Setelah Ningsih di perbolehkan pulang ia di bawa Vita menuju kamarnya tapi Ningsih bingung karna Vita membawanya bukan di kamar yang biasa ia gunakan melainkan Vita membawanya ke kamar tamu dan kini kamar tamu itu sudah menjadi kamar pribadi Ningsih bahkan Vita sudah mengganti semua perabotan lama dengan perabotan baru.
"Non eh maksutnya Vita" Ningsih masih merasa canggung kalau harus memanggil nama Vita karna ia sudah terbiasa memanggil Vita dengan panggilan Nona, namun kini Vita tidak memperbolehkan Ningsih memanggil dirinya Non lagi karena kini mereka sudah menjadi keluarga.
"Ada apa Ningsih"jawab Vita.
"Vita kenapa aku dibawak kamar ini?" tanya Ningsih.
"Iya emang ini kan kamar kamu" kata Vita.
"Tapi Vit aku jadi engga enak, aku engga apa tidur di kamar lama aja di dekat dapur" kata Ningsih yang merasa tidak enak.
"Engga,engga ada main engga enak aku berhutang nyawa sama kamu jadi tolong jangan biarkan aku terus merasa berhutang sama kamu"jawab Vita tegas.
"Tapi Vita aku iklas nolongin kamu"kata Ningsih lagi.
__ADS_1
"Kalau kamu iklas kamu harus terima apa yang aku kasih ke kamu engga boleh nolak" kata Vita sudah tidak ingin di bantah.
"Ya udah, tapi makasih ya Vit kamu udah baik sama aku" kata Ningsih.
"Engga usah makasih-makasih kita udah jadi keluarga, kamu ngertikan?" Vita bertanya pada Ningsih.
"Iya"jawab Ningsih, karena Ningsih tidak mau berdebat dengan Vita itu hanya akan membuatnya dapat omelan dari Vita.
"Dan kamu jangan pernah pegan sapu atau kemoceng atau pun mengerjakan pekerjaan rumah ini karna kamu Nyonya di sini bukan pembantu dan tidak ada bantahan."Vita berbicara sangat tegas karna ia sangat malas medengar bantahan dari mulut Ningsih.
Ningsih tentu saja bingung lalu apa yang akan ia lakukan di rumah ini dan tujuannya ke kota bukan untuk mencari saudara tapi untuk mencari uang dan bisa mengirim uang ke kampung untuk Ibu dan Adiknya.
"Terus aku ngapain di sini?" tanya Ningsih bingung.
"Mulai besok kamu kuliah sama aku kita kuliah sama-sama setelah itu kamu bantu aku di butik"kata Vita.
Ningsih tentu saja terkejut mendengar ucapan Vita dan kuliah sama sekali tidak pernah terlintas di benaknya.
"Aku serius dan kita akan sama-sama kemana pun, karna kamu mahasiswi baru jadi di kampus kita beda kelas tapi tetap kita kalau kemana-mana harus sama-sama"kata Vita.
"Tapi Vit?" Ningsih bingung.
"Tidak ada tapi-tapi semua sudah di urus sama Ayah kamu tinggal masuk mulai besok jurusan kita sama Fashion Design" kata Vita ia benar-benar sudah tidak mau lagi di bantah.
Ningsih merasa sangat bahagia ternyata nasipnya akan segera berubah dan keinginannya untuk membahagia kan Ibunya akan tercapai.
"Ningsih" tiba-tiba Saras datang dan masuk ke kamar Ningsih karna dirinya tidak ikut menjemput Ningsih dan Saras baru pulang dari luar kota menemani Bintang suaminya.
"Nyonya" kata Ningsih ia merasa terkejut karena Saras tiba-tiba sudah di hadapannya karena dari tadi ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Panggil saya Bunda mulai sekarang kamu jadi anak saya"kata Saras.
"Iya Bundan"kata Ningsih dengan suara yang sangat kecil dan masih merasa canggung.
"Bagai mana sekarang ke adaan kamu?"tanya Saras.
"Aku udah baik Bunda"jawab Ningsih sopan.
"Sukurlah kalau gitu Bunda keluar dulu dan kamu Istirahat saja ingat kamu tidak boleh bersih-beris rumah lagi" Saras memperingati Ningsih.
"Iya bunda makasih ya"kata Ningsih dengan sangat tulus.
"Iya sama-sama tapi kalau kamu mau jadi menantu Bunda, bunda yang akan sangat berterima kasih sama kamu" kata Saras dengan entengnya dan Saras pergi meninggalkan kamar Ningsih bersama Vita di ruangan itu yang mematung karna merasa terkejut dengan ucapan Saras barusan.
Ningsih masih berdiri seperti patung ia benar-benar bingung apa dirinya salah dengar dengan ucapan Saras atau memang benar Saras ingin dirinya menjadi menanntunya.
"Ningsih kamu baik-baik aja kan?" Vita memangil Ningsih karna Vita melihat setelah Bundanya mengatakan keinginannya Ningsih seperti tidak bernapas dengan baik dan pandangannya seperti kosong pikirannya seperti melayang entah ke mana.
Vita juga sebenarnya merasa terkejut dengan apa yang di katakan Saras namun ia tidak seperti Ningsih yang lama diam di tempatnya.
"Ii-iya aku baik-baik saja" kata Ningsih dengan sedikit terbanta-banta karna ia masih linglung belum sepenuhnya sadar dari keterkejutanya.
"Kamu kenapa?,Apa kamu mikirin yang Bunda bilang barusan?" Vita bertanya pada Ningsih.
"Jadi tadi aku engga salah dengar dan bukan telingga aku yang mengalami kerusakan?"kata Ningsih.
Vita yang mendengar ucapan Ningsih merasa lucu karna kata-kata Ningsih yang menurutnya sangat aneh.
"Ahahahahaa, kamu lucu ya Ning?, dan kamu bilang telinga kamu mengalami kerusakan?, kamu lucu emang telinga kamu mobil apa yang mengalami kerusakan."Kata Vita yang merasa lucu dengan tingkah Ningsih.
__ADS_1
...----------------...