Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 4


__ADS_3

POV PANGERAN WIJAYA


pagi ini aku merasa sangat bahagia, karna akan bertemu dengan pacarku, dan aku berencana untuk melamarnya, waw aku ingin berteriak kami memang baru beberapa bulan berpacaran, tapi tidak ada sedikit pun niat ku hanya untuk kesenangan saja, karna aku ingin membangun bahtra rumah tangga yang bahagia.


cincin yang sudah ku persiapkan jauh- jauh hari kini ku simpan dalam saku celanaku, saat ini aku sudah berpenampilan rapi, dengan parpum yang wangi, dan siap menuju restoran x dimana sebelum nya aku sudah mengabari risa untuk bertemu di sana..


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


RESTORAN X


aku masuk melewati pintu restoran tersebut, dan mata ku terus mencari sosok cantik disana, ya risa mengatakan diya sampai lebih dulu, seharusnya aku yang menunggunya tapi di sini diya yang menunggu ku.


ya itu karna aku bersiap terlalu lama, memilih baju apa yang hendak kupai bahkan tak terhitung entah berapa kali aku berganti baju dan terus berganti baju, sampai akhirnya aku menemukan baju yang menurut ku cocok ku pakai saat bertemu pujaan ku.


dan ketika aku menemukan sosok wanita cantik yang aku cari, aku langsung berjalan ke arahnya duduk saling berhadapa.


"sayang" sapa ku pada si pujaan ku


"em" jawab nya cuek


"maaf aku telat" ucap ku sambil meraih tangannya


"yang hari ini kita jalan yuk" ucap risa


"ya tapi sebelum nya, ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap ku bahagia


dan aku berjalan di hadapannya lalu berjongkok dan merah tangannya, semen tara tangan ku satu lagi mengambil cincin yang ku persiapkan untuknya,.


"jadilah bidadariku yang mendampingi ku dalam suka mau pun duka, jadilah ibu dari anak- anak ku" ucap ku tersenyum manis pada risa pujaan hati ku.


"will you marry me" ucap ku lagi padanya.


"maaf aku belum siap untuk menikah" ucap

__ADS_1


nya


Deg! jangtungku seakan berheti memompa darah, darah ku rasanya berhenti mengalir, kebahagian yang dari tadi kubayangkan, masa depan yang sudah ku susun rapi sepertinya harus kandas lagi ini sudah keberapa kali nya aku di tolak, aku tak mengerti entah di mana letak kekuranganku.


"kenapa" tanya ku


" aku belom siap kalau harus melayani kamu, aku bikin kopi saja tidak bisa" kata nya lagi


"ya kan bisa belajar setelah menikah" jawab ku


"tapi aku masih ingin bebas pergi ke manapun dan dengan siapa pun tanpa ada yang menghalagi apa pun yang ingin aku lakukan" jawabnya lagi.


"maksud nya" tanya ku bingung, aku tidak bisa mencerna setiap ucapan yang keluar lagi dari mulutnya, sebab jawabannya seperti tidak masuk alal bagi ku.


"aku pun belum di ijinkan menikah sebelum kakakk ku menikah" ucap risa lagi lalu diya pergi meninggalkanku dan sebelum diya benar- benar pergi di berucap.


" aku belum siap menikah, mungkin kamu udah ingin sekali menikah silahkan cari saja wanita lain, dan tidak usah menunggu ku" ucapnya


Aku masih setia diam mencerna setiap kata- kata yang di ucapkannya, lalu aku merasa lucu


aku memesan makanan lalu aku makan dengan lahap, ku pikir- pikir tidak perlu aku memikirkan penolakan risa tadi pada ku, karna kalau aku pikirkan hasilnya tetapsama, tidak bertambah atau berkurang pikirku.


lebih baik aku makan dan minum, karna aku butuh tenaga untuk hidup dan supaya kuat menerima kenyataan, mungkin karna sudah sering aku di tolak jadi kali ini aku tak ambil pusing, aku berpikir mukin jodoh ku bukan diya, dan semoga jodoh ku sudah lahir jangan sampai jodoh ku belum lahir aduh kelamaan aku nunggu bisa jadi bujang lapuk aku, atau jadi pemecah rekor pejaka tua senior.


aku merinding sendiri memikirkan itu semua tapi ketika aku sedang menikmati makan yang kupesan, mata ku menatap sosok cantik di hadapan ku, kelihatannya diya sedang duduk sambil ada sesuatu yang diya pikirkan.


"mike" ucap ku berjalan ke arahnya dan duduk di kursi yang saling berhadapan.


"pangeran" balasnya sambil tersenyum


"kamu kenapa, apa adasesuatu yang membuat mu sedih?" tanya ku


"aku baru di putusin pacarku, sungguh malang nasip ku" ucapnya

__ADS_1


"kamu di sini sama siapa, apa sama pacar kamu?" bertanya kembali padaku


"tadi nya aku bersama pacar ku disini, tapi sekarang diya pergi, dan sebelum diya pergi diya memutuskan ku" balas ku tersenyum padanya


"oh ya, kita senasip dong,?" ucapnya


"ya sepertinya begitu, ya sudah karna kita senasip, gimana kalau kita jadi pacaran saja" ucap ku asal


"ahahahahaaaa" kami tertawa bersama


"mike kita kan udah berteman cukup lama, jdi engga ada salah nya jugakan kita saling mengenal supaya lebih dekat, mungkin saja kita jodoh" ucap ku lagi


"ya sudah tidak ada salahnya mencoba, walau pun kita belum saling sayang tidak ada salahnya mulai hari ini kita belajar, untuk saling mengisi ke kosongan hati kita" ucap nya


" jadi kita jadian" ucap ku sambul memegang tangan nya


" ya kita resmi kadi kekasih mulai hari ini" katanya lagi


dan kamipun terus berbincang tanpa ingat waktu, bahkan di hari itu kami pergi jalan- jalan seperti tidak ada beban bahkan lupa waktu yang ternyata sudah hampir seharian kami bersama, sebelum aku pulang aku mengantar nya dulu pulang ke rumah nya, lalu aku pun pulang menuju kediaman ku sangking bahagiany aku di jalan mengingat kejadian hari ini membuat ku senyum- senyum sendiri dan ketika aku melewati jalan sepi dan ternyata aku di kejutkan dengan seorang gadis yang sepertinya hendak menyebrang, karna aku pun tidak pokus saat menyetir..


***Tinnnnn tinnn tinnnnnn


brakkkkkk***.....


aku turun dari mobilku dan kulihat ternyata aku menabrak seorang gadis yang sedang memeluk kucing.


tanpa pikir panjang aku lansung mengendongnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat aku mengemudi dengan kecepatan tinggi takut nyawa gadis itu tidak tertolong.


setelah berapa menit kemudian aku sampai di rumah sakit, dan menyerahkan gadis itu pada dokter untuk di tangani, lalu aku menghubungi sekertarisku, untuk menjaga gadis itu, sesampai nya diya di rumah sakit, aku pamit pulang karna pemang aku merasa lelah dan ada sedikit darah di bajuku


pagi hari nya aku menghubungi sekertarisku rendi, yang kata nya gadis itu sudah sadar dan baik baik saja, dan peraan ku terasa lega karna aku takut kalau terjadi sesuatu karna aku yang menyebabkannya


aku pun menyuruh rendi membawanya kerumahku, yang katanya di dari kampung ke kota demi menari kerja, bagaimana pun aku manusia yang masih punya hati, aku menyruh rendi untuk mempekjakan nya di rumah ku, rumah kedua orang tua ku

__ADS_1


-------🌸🌸🌸


__ADS_2